Metapos.id, Jakarta – Olahraga dengan perut kosong atau fasted workout semakin populer karena diyakini mampu membakar lebih banyak lemak dan mempercepat penurunan berat badan. Namun, ahli gizi mengingatkan bahwa anggapan tersebut belum sepenuhnya didukung bukti ilmiah.
Sejumlah pakar menjelaskan bahwa berolahraga sebelum makan memang dapat meningkatkan penggunaan cadangan lemak sebagai sumber energi. Kondisi ini terjadi karena kadar insulin dalam tubuh lebih rendah saat seseorang belum mengonsumsi makanan.
Meski demikian, pembakaran lemak selama berolahraga tidak otomatis membuat lemak tubuh berkurang lebih banyak dalam jangka panjang. Penurunan berat badan tetap dipengaruhi oleh keseimbangan antara asupan kalori, aktivitas fisik, dan pola hidup secara keseluruhan.
Ahli gizi Natalie Rizzo mengatakan hingga kini belum banyak penelitian yang membuktikan bahwa olahraga dengan perut kosong lebih efektif menurunkan berat badan dibandingkan olahraga setelah makan, selama total kalori yang dikonsumsi dan aktivitas fisik tetap sama.
Sebaliknya, makan sebelum berolahraga dapat membantu tubuh memiliki energi yang cukup untuk menjalani latihan dengan intensitas lebih tinggi. Hal itu juga berpotensi meningkatkan pembakaran kalori dan mendukung pembentukan massa otot.
Selain itu, olahraga saat perut kosong tidak cocok untuk semua orang. Jenis latihan, durasi olahraga, serta kondisi kesehatan perlu dipertimbangkan sebelum menerapkan metode tersebut agar tidak menimbulkan risiko seperti lemas, pusing, atau penurunan performa selama beraktivitas.
Para ahli menekankan bahwa kunci utama menjaga berat badan ideal tetap terletak pada pola makan bergizi seimbang, pengaturan asupan kalori, dan konsistensi berolahraga.







