Metapos.id, Jakarta — Paparan abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau perlu menjadi perhatian, terutama setelah material erupsi menyebar ke sejumlah wilayah hingga Jakarta.
Abu vulkanik terbentuk dari material gunung api yang terlempar saat erupsi. Kandungannya dapat berupa pecahan batuan, kristal mineral, serta kaca vulkanik dengan ukuran sangat halus. Material tersebut juga tidak mudah larut dalam air.
Masyarakat dianjurkan menggunakan masker untuk membantu mengurangi paparan abu yang terhirup. Di samping perlindungan dari luar, pola makan bergizi juga penting untuk menunjang kesehatan tubuh, termasuk fungsi paru-paru.
Dilansir dari Verywell Health, sejumlah makanan memiliki kandungan nutrisi yang dapat mendukung kesehatan paru-paru. Berikut daftarnya:
1. Apel
Apel termasuk buah yang kaya nutrisi dan dapat menjadi bagian dari pola makan untuk menjaga kesehatan paru-paru.
Hasil penelitian menunjukkan konsumsi apel bersama tomat berhubungan dengan perlambatan penurunan fungsi paru-paru pada orang dewasa.
2. Buah Bit
Buah bit memiliki kandungan nitrat yang kemudian dapat diproses tubuh menjadi oksida nitrat. Senyawa ini membantu relaksasi pembuluh darah sehingga aliran oksigen dapat meningkat.
Penelitian menunjukkan jus bit yang kaya nitrat berpotensi meningkatkan kemampuan berjalan dan daya tahan tubuh pada orang dengan masalah paru-paru, termasuk COPD atau penyakit paru obstruktif kronik.
3. Labu Kuning
Labu kuning mengandung sejumlah nutrisi, seperti antioksidan, zinc, dan zat besi. Kandungan tersebut dapat berperan dalam mendukung sistem kekebalan tubuh.
Beberapa penelitian juga menunjukkan potensi manfaat labu kuning dalam mendukung tubuh menghadapi gangguan pernapasan akut, termasuk ISPA.
4. Tomat
Tomat dikenal memiliki kandungan likopen yang cukup tinggi. Antioksidan tersebut dapat membantu mengurangi peradangan sekaligus memberikan perlindungan terhadap jaringan paru-paru.
Riset Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health menemukan adanya kaitan antara konsumsi tomat segar secara rutin dengan penurunan fungsi paru-paru yang lebih lambat dari waktu ke waktu.
Hubungan tersebut terlihat lebih jelas pada orang yang sebelumnya memiliki riwayat merokok.
5. Sayuran Berdaun Hijau
Bayam, pakcoy, dan sawi merupakan contoh sayuran hijau yang dapat dimasukkan ke dalam menu sehari-hari untuk mendukung kesehatan.
Asupan buah dan sayuran yang lebih tinggi dikaitkan dengan risiko penyakit paru-paru yang lebih rendah. Kelompok sayuran berdaun hijau juga menjadi salah satu sumber nitrat dari makanan.
Kandungan vitamin K1 di dalamnya turut dikaitkan dengan kapasitas pernapasan yang lebih baik dan risiko penyakit paru-paru kronis yang lebih rendah.
Meski makanan bergizi dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh, konsumsi makanan tersebut bukan pengganti perlindungan dari paparan abu vulkanik. Penggunaan masker dan pembatasan aktivitas di luar ruangan saat kondisi udara memburuk tetap penting untuk mengurangi paparan.







