Metapos.id, Jakarta — Pemindahan ibu kota dilakukan sejumlah negara dengan berbagai pertimbangan. Kebijakan tersebut antara lain bertujuan mengurangi kepadatan penduduk, mengatasi kemacetan, serta mendorong pemerataan ekonomi.
Beberapa negara bahkan telah berhasil memindahkan pusat pemerintahannya. Namun, ada pula negara yang hingga kini masih menjalankan proses pembangunan dan persiapan pemindahan ibu kota.
Berikut lima negara yang tengah membangun atau menyiapkan ibu kota baru:
1. Indonesia
Indonesia tengah memindahkan pusat pemerintahan dari Jakarta ke Nusantara yang berada di Kalimantan Timur.
Pemindahan tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi sejumlah persoalan di Jakarta. Masalah itu mencakup kemacetan, banjir, penurunan permukaan tanah, hingga tingginya konsentrasi kegiatan ekonomi di Pulau Jawa.
Nusantara dikembangkan dengan konsep kota hutan atau forest city. Kota ini dirancang menggabungkan pembangunan berkelanjutan dengan infrastruktur modern dan ramah lingkungan.
Pembangunan Nusantara masih berlangsung. Sementara itu, proses pemindahan fungsi pemerintahan dilakukan secara bertahap.
2. Mesir
Mesir juga memindahkan sejumlah fungsi pemerintahan dari Kairo menuju New Administrative Capital. Kota baru tersebut berada sekitar 45 kilometer di sebelah timur Kairo.
Proyek ini pertama kali diumumkan pada 2015. Pembangunannya ditujukan untuk mengurangi kemacetan dan kepadatan penduduk yang selama ini menjadi persoalan di Kairo.
Selain menjadi pusat pemerintahan, kota baru tersebut disiapkan sebagai kawasan bisnis modern. Sejumlah kementerian dan lembaga pemerintah juga telah mulai menjalankan aktivitasnya di sana.
3. Iran
Iran memiliki rencana untuk memindahkan ibu kota dari Teheran ke kawasan Makran di pesisir tenggara negara tersebut.
Gagasan itu muncul karena Teheran menghadapi sejumlah persoalan perkotaan. Di antaranya kemacetan, polusi udara, risiko gempa, serta jumlah penduduk yang sangat padat.
Meski telah dibahas oleh pemerintah, rencana pemindahan tersebut masih berada dalam tahap kajian. Hingga kini belum terdapat jadwal pasti mengenai pelaksanaannya.
4. Korea Selatan
Korea Selatan mengembangkan Sejong City sebagai bagian dari kebijakan untuk menyebarkan pusat pemerintahan dan pembangunan ke luar Seoul.
Sejong berada sekitar 120 kilometer di sebelah selatan Seoul. Sejak 2012, kota tersebut telah menjadi tempat sejumlah kementerian dan lembaga pemerintah.
Namun, Seoul tetap menjadi ibu kota resmi Korea Selatan karena pertimbangan konstitusional.
Sejong saat ini berperan sebagai pusat administratif. Kota tersebut juga terus dikembangkan dengan konsep smart city untuk mendukung pemerataan pembangunan di berbagai wilayah.
5. Sudan Selatan
Sudan Selatan telah lama memiliki rencana untuk memindahkan ibu kota dari Juba ke Ramciel. Lokasi tersebut berada di bagian tengah negara dan dinilai lebih strategis.
Rencana tersebut mendapat persetujuan setelah Sudan Selatan merdeka pada 2011. Pemindahan diharapkan dapat memperkuat persatuan nasional sekaligus mengurangi beban Juba yang berkembang dengan cepat.
Namun, keterbatasan anggaran dan persoalan politik membuat rencana tersebut belum terealisasi. Hingga saat ini, Juba masih menjadi ibu kota resmi Sudan Selatan.
Berbagai rencana pemindahan ibu kota tersebut menunjukkan upaya sejumlah negara menata kembali pusat pemerintahan. Selain mengatasi persoalan perkotaan, kebijakan tersebut juga diarahkan untuk menciptakan pusat pemerintahan yang lebih efektif dan mendukung pembangunan berkelanjutan.






