• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sunday, February 22, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Metapos
No Result
View All Result
Home Ekbis

Menteri BUMN Bakal Serahkan Pengelolaan Dapen ke Kementerian Keuangan

metaposmedia by metaposmedia
12 July 2024
in Ekbis
Aset Milik 7 BUMN yang Dibubarkan Bakal Dijual
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Metapos.id – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, perusahaan pelat merah yang mengelolaan dana pensiun (dapen) ke depannya akan berada di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Erick mengatakan, hal itu berkaitan dengan arahan Komisi VI DPR untuk memantau ketat pemanfaatan Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada PT Asabri (Persero) untuk Tahun Anggaran 2025 mendatang.

“Ke depan, mungkin dana-dana pensiun seperti Asabri, Taspen ini lebih baik di bawah Menteri Keuangan, karena memang lebih baik seperti di sana. Tetapi mungkin beberapa BUMN lain bisa lebih diprioritaskan dikelola secara berkoordinasi dengan kami,” ujarnya kepada wartawan, di Jakarta, dikutip Kamis, 11 Juli.

Dia menambahkan, bersih-bersih di tubuh perusahaan pelat merah pengelola dana pensiun sudah beberapa kali dilakukan oleh Kementerian BUMN. Seperti yang dilakukan di Asabri hingga Jiwasraya.

Lebih lanjut, Erick mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga selalu mendukung penuh upaya Kementerian BUMN untuk membongkar korupsi di perusahaan pengelolaan dana pensiun.

“Sama juga Asabri, ketika saya lapor ke Pak Presiden, saya waktu itu diberi waktu bertemu Pak Prabowo sebagai Menhan. Pak Prabowo saat itu langsung memanggil Jaksa Agung bersama saya untuk segera melakukan pergantian direksi dan proses hukum dijalankan,” tuturnya.

Selain itu, kata dia, pengelolaan dana pensiun yang ke depannya diserahkan ke Kementerian Keuangan agar tidak ada tumpang tindih antarkementerian.

“Jadi supaya tidak ada overlapping BUMN di antara kementerian lain dan kementerian BUMN,” ucapnya.

Lebih lanjut, Erick mengungkapkan, rencana tersebut telah didiskusikan bersama dengan Menteri Keuangan dan akan dikonsolidasikan dalam RUU BUMN.

“Salah satu proposal yang kita dorong juga dikonsolidasi yang namanya dalam RUU BUMN itu kan, nanti jumlah BUMN lebih sedikit, tapi klaster yang dari 12 menjadi 11,” tutur Erick.

Download Nulled WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
free download udemy paid course
download micromax firmware
Download WordPress Themes Free
lynda course free download
Tags: Kementerian keuanganMenteri BUMNMetapos.id
metaposmedia

metaposmedia

Related Posts

MA AS Batalkan Kebijakan Tarif Trump, Presiden AS Tetapkan Bea Masuk Global 15 Persen

MA AS Batalkan Kebijakan Tarif Trump, Presiden AS Tetapkan Bea Masuk Global 15 Persen

by Taufik Hidayat
22 February 2026
0

Metapos.id, Jakarta — Mahkamah Agung Amerika Serikat secara resmi membatalkan kebijakan tarif resiprokal global yang diberlakukan oleh Presiden Donald Trump....

Kepercayaan Dunia untuk Indonesia: Wakil Komandan Misi Perdamaian Gaza

Kepercayaan Dunia untuk Indonesia: Wakil Komandan Misi Perdamaian Gaza

by Taufik Hidayat
22 February 2026
0

Metapos.id, Jakarta — Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan bahwa penunjukan Indonesia sebagai Wakil Komandan (Deputy Commander) dalam International Stabilization Force...

Rahasia Sahur Penuh Berkah: Inilah Waktu yang Dianjurkan Rasulullah SAW

Rahasia Sahur Penuh Berkah: Inilah Waktu yang Dianjurkan Rasulullah SAW

by Taufik Hidayat
22 February 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Sahur memiliki peran penting dalam pelaksanaan ibadah puasa Ramadan. Tidak hanya berfungsi sebagai asupan energi sebelum berpuasa,...

Gempa 4,6 M Terjadi di Kabupaten Tangerang, Warga Tak Merasakan Getaran

Gempa 4,6 M Terjadi di Kabupaten Tangerang, Warga Tak Merasakan Getaran

by Taufik Hidayat
22 February 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Gempa bumi berkekuatan 4,6 magnitudo mengguncang wilayah Kabupaten Tangerang pada Sabtu malam (21/2/2026). Namun, getaran gempa tersebut...

Next Post
Menteri BUMN Erick Thohir Resmi Bubarkan 7 Perusahaan Pelat Merah

Erick Thohir Bakal Pangkas Jumlah Klaster BUMN

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended.

Kabar Baik, Neraca Perdagangan Indonesia Mei 2022 Surplus 2,90 Miliar Dolar AS

Surplus Neraca Perdagangan Bukti Pemulihan Ekonomi RI Berlanjut

17 February 2023
OJK: Kinerja Industri Keuangan Non Bank per November 2022 Masih Dalam Kondisi Baik

Kinerja Sektor Jasa Keuangan Tetap Stabil hingga April 2024

14 May 2024

Trending.

Nisfu Syaban 1447 H Dimulai Senin Malam, 2 Februari 2026, Ini Jadwal Ibadah yang Dianjurkan

Puasa Nisfu Syaban 1447 H Jatuh Selasa 3 Februari 2026, Berikut Waktu Pelaksanaan dan Niatnya

2 February 2026
Heboh Isu Nia Ramadhani Gugat Cerai Ardi Bakrie

Heboh Isu Nia Ramadhani Gugat Cerai Ardi Bakrie

3 February 2026
Bintang Porno Lana Rhoades Minta 400 Video Dihapus Demi Lindungi Anak

Bintang Porno Lana Rhoades Minta 400 Video Dihapus Demi Lindungi Anak

13 November 2025
Dua Kali Janji Tunjukkan Ijazah di Pengadilan, Jokowi Malah Tak Hadiri Sidang CLS di PN Solo

Dua Kali Janji Tunjukkan Ijazah di Pengadilan, Jokowi Malah Tak Hadiri Sidang CLS di PN Solo

25 October 2025
Seorang Ibu Histeris : Saldo Nasabah BRI Hilang Ratusan Juta di Unit Laubaleng, Korban Curiga Ada Dugaan Orang Dalam

Seorang Ibu Histeris : Saldo Nasabah BRI Hilang Ratusan Juta di Unit Laubaleng, Korban Curiga Ada Dugaan Orang Dalam

12 November 2025
Metapos Media

© 2025 Media Informasi Terkini

Navigasi

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2025 Media Informasi Terkini