Tuesday, June 23, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Menko Zulhas Belum Beri Izin Impor Jagung Industri

Afizahri by Afizahri
17 May 2025
in Ekbis
Ini Alasan Baju Bekas Impor Menjamur Menurut Mendag Zulhas

Jakarta, Metapos.id – Menteri Koodinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan belum memberi lampu hijau impor jagung untuk kebutuhan industri. Menurut dia, saat ini masih musim panen raya jagung.

Sekadar informasi, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengusulkan impor jagung untuk industri sebanyak 3.000 ton. Importasi ini direncakakan karena jagung yang dibutuhkan untuk industri belum mampu diproduksi di dalam negeri.

BACA JUGA

BMoney Rayakan Usia ke-5, Kelola Dana Investasi Tembus Rp6 Triliun

KPEI Catat Laba Tertinggi Sepanjang Sejarah pada 2025

“Tadi ada usulan dari Kementerian Perindustrian untuk jagung industri. Tapi kita belum setuju, karena sekarang lagi panen raya. Enggak banyak ya, 3.000 ton. Karena ini yang belum bisa kita produksi,” katanya di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Jumat, 16 Mei.

Zulhas sapaan akrab Zulkifli Hasan mengatakan impor ini belum diputuskan. Apalagi, harga jagung di dalam negeri belum mencapai harga pembelian pemerintah (HPP) Rp5.500 per kilogram (kg).

Karena itu, sambung Zulhas, pemerintah ingin harga jagung di tingkat petani bisa mencapai HPP yang ditetapkan terlebih dahulu.

“Di beberapa tempat Jagung belum harganya Rp5.500, pemerintah kita sedang all out habis-habisan agar Jagung bisa harga Rp5.500,” tuturnya.

“Karena itu kita import Jagung walaupun sedikit, untuk industri yang kita belum bisa bikin kita tidak bolehkan dulu, karena sekarang lagi panen raya,” sambungnya.

Sekadar informasi, pemerintah telah memutuskan untuk menyetop impor jagung sebelum panen raya pada April 2024. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penyerapan jagung produksi dalam negeri berjalan secara optimal.

Tags: Impor jagungMetapos.idZulkifli Hasan
Previous Post

Pasar Modal Indonesia Gelar Tiga Kegiatan Corporate Social Responsibility di Provinsi Sumatera Utara

Next Post

Indonesia akan Ekspor 2.000 Ton Beras per Bulan ke Malaysia

Related Posts

BMoney Rayakan Usia ke-5, Kelola Dana Investasi Tembus Rp6 Triliun
Ekbis

BMoney Rayakan Usia ke-5, Kelola Dana Investasi Tembus Rp6 Triliun

23 June 2026
KPEI Catat Laba Tertinggi Sepanjang Sejarah pada 2025
Ekbis

KPEI Catat Laba Tertinggi Sepanjang Sejarah pada 2025

23 June 2026
BTN Perluas Kolaborasi dengan Pemkab Samosir, Dukung UMKM hingga Layanan Publik
Ekbis

BTN Perluas Kolaborasi dengan Pemkab Samosir, Dukung UMKM hingga Layanan Publik

22 June 2026
Pendidikan Luar Negeri Makin Mahal, Orang Tua Perlu Siapkan Strategi Keuangan
Ekbis

Pendidikan Luar Negeri Makin Mahal, Orang Tua Perlu Siapkan Strategi Keuangan

22 June 2026
Warga China Mulai Tinggalkan Nobar Piala Dunia 2026, Ini Penyebabnya
Ekbis

Starbucks Tutup Seluruh Gerai di Korea Selatan, Ini Penyebabnya

22 June 2026
Tokopedia dan TikTok Shop Bantu UMKM Balikpapan Urus NIB hingga Sertifikat Halal
Ekbis

Tokopedia dan TikTok Shop Bantu UMKM Balikpapan Urus NIB hingga Sertifikat Halal

21 June 2026
Next Post
Stok Beras Menipis, RI Bakal Buka Keran Impor?

Indonesia akan Ekspor 2.000 Ton Beras per Bulan ke Malaysia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini