Sunday, November 1, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Menko Airlangga: Bank Emas akan Beroperasi pada Semester I 2025

M Irfan by M Irfan
10 December 2024
in Ekbis
Airlangga Laporan ke Jokowi: Pertumbuhan Ekonomi Diramal Melambat di 2023

Jakarta, Metapos.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan Bullion Bank atau Bank Emas diharapkan akan dapat beroperasi pada semester I 2025.

Airlangga menjelaskan bahwa Indonesia sudah memiliki dasar hukum terkait pembentukan Bank Emas, yaitu sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan atau UU P2SK.

BACA JUGA

BEI Percepat Reformasi Pasar Modal, Perkuat Transparansi demi Pertahankan Status Emerging Market

BEI Luncurkan IDX Commodity 20 sebagai Acuan Investasi Saham Komoditas

“Ya bullion bank kan sebetulnya dari by law, undang-undangnya sudah kita masukkan. Dan kita berharap di tahun depan semester pertama bisa direalisasikan,” ujarnya kepada awak media, Selasa, 10 Desember.

Selain itu, Airlangga menyampaikan dalam pembentukan Bank Emas tidak memerlukan pembentukan Dewan Emas Nasional.

“Kita bicara bank, jangan bentuk dewan-dewan kebanyakan,” katanya.

Airlangga ungkapkan Indonesia akan punya bank emas atau bullion bank dan telah diusulkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI sebagai pengelolanya.

“Jadi, saya pikir ini adalah awal dari beberapa bank yang akan menjadi bank bullion. Saya mengusulkan kepada OJK, setidaknya BRI, yang merupakan pemegang saham Pegadaian, serta Bank Syariah Indonesia, harus dapat menjadi bank bullion di Indonesia,” kata Airlangga dalam acara Indonesia SEZ Business Forum 2024, Senin, 9 Desember.

Menurut Airlangga bahwa emas adalah bagian dari investasi yang aman atau safe haven di masa krisis, oleh sebab itu, Indonesia harus bisa mengelola secara mandiri aset-aset emasnya di bulion bank.

“Kita tahu bahwa emas adalah bagian dari investasi safe haven di masa krisis. Dan dalam lima tahun terakhir, kita telah mengalami banyak krisis. Saya pikir tidak bijaksana jika kita tidak memanfaatkan kekuatan kita sendiri,” ucapnya.

Tags: Bank emasMenko AirlanggaMetapos.id
Previous Post

Kemenekraf dan Kemendagri tandatangani SKB untuk pembentukan dinas ekonomi kreatif di daerah

Next Post

Kementerian UMKM Siapkan Skema Subsidi BBM untuk Ojek Pangkalan

Related Posts

Media Gathering Pasar Modal 2026
Ekbis

BEI Percepat Reformasi Pasar Modal, Perkuat Transparansi demi Pertahankan Status Emerging Market

31 October 2026
BEI Luncurkan IDX Commodity 20 sebagai Acuan Investasi Saham Komoditas
Ekbis

BEI Luncurkan IDX Commodity 20 sebagai Acuan Investasi Saham Komoditas

30 October 2026
Cristiano Ronaldo Kini Koleksi 985 Gol Sepanjang Karier
Ekbis

Konser Andrea Bocelli Dinilai Bisa Dongkrak Pariwisata Indonesia

30 October 2026
CIO Danantara Punya Kepemilikan Saham di Supra Sekuritas yang Disanksi
Ekbis

CIO Danantara Punya Kepemilikan Saham di Supra Sekuritas yang Disanksi

29 October 2026
Produksi Petrokimia Gresik Tembus 6,59 Juta Ton hingga September 2026
Ekbis

Produksi Petrokimia Gresik Tembus 6,59 Juta Ton hingga September 2026

29 October 2026
BUMA School Sertifikasi 170 Siswa SMK lewat BNSP
Ekbis

BUMA School Sertifikasi 170 Siswa SMK lewat BNSP

28 October 2026
Next Post
Pengendara motor antre mengisi bahan bakar di SPBU Pertamina COCO, Jakarta, Minggu (3/1). Rilis Pertamina bahwa mulai 5 Januari nanti, harga Pertalite akan diturunkan dari saat ini Rp 8.200 per liter menjadi Rp 7.930 per liter. Sementara harga Pertamax turun dari Rp 8.650 per liter menjadi Rp 8.450 per liter. Penurunan harga ini, selain lantaran melemahnya harga minyak mentah, juga mengikuti rencama pemerintah memangkas harga BBM jenis premium dan solar.

Kementerian UMKM Siapkan Skema Subsidi BBM untuk Ojek Pangkalan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini