Saturday, May 30, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Maraknya Politik Uang, DPR Usulkan Bawaslu Awasi Pilkades

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
13 January 2026
in Nasional
Maraknya Politik Uang, DPR Usulkan Bawaslu Awasi Pilkades

Metapos.id, Jakarta – Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dede Yusuf, menilai praktik politik uang dalam pemilihan kepala desa (Pilkades) masih sangat marak. Ia menilai minimnya pengawasan menjadi faktor utama tingginya money politics, sehingga muncul gagasan agar Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) ikut dilibatkan dalam pengawasan Pilkades.

Pernyataan tersebut disampaikan Dede Yusuf saat merespons usulan PDI Perjuangan terkait penerapan sistem e-voting dalam pemilihan kepala daerah. Menurutnya, meski e-voting telah diterapkan di sejumlah Pilkades, persoalan terbesar justru terletak pada lemahnya kontrol terhadap praktik politik uang.

BACA JUGA

Denda Pajak Kendaraan Jakarta Dihapus Juni–Agustus 2026, Wajib Pajak Cukup Bayar Pokok

Heru Jejak Si Gundul Kena Semburan Bisa Ular Kobra, Sempat Alami Iritasi Parah pada Mata

“E-voting memang menjadi salah satu opsi karena sudah digunakan di Pilkades. Namun realitas di lapangan menunjukkan politik uang justru sangat tinggi karena tidak ada pengawasan langsung,” kata Dede Yusuf di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (13/1/2026).

Ia mengungkapkan, di beberapa wilayah biaya yang dikeluarkan untuk mengikuti Pilkades tergolong fantastis, bahkan mencapai Rp16 miliar. Besarnya dana tersebut mencerminkan tingginya perputaran uang dalam kontestasi politik di tingkat desa.

“Ada daerah tertentu di mana biaya Pilkades bisa mencapai Rp16 miliar hanya untuk menjadi kepala desa. Praktik politik uang jelas terjadi. Karena itu, kami mulai mengkaji kemungkinan Bawaslu diberi peran sebagai pengawas Pilkades,” ujarnya.

Dede Yusuf menambahkan, mahalnya biaya politik membuat banyak kepala daerah bergantung pada pihak pendana. Ketergantungan ini, menurutnya, kerap berujung pada persoalan hukum di kemudian hari.

 

“Bayangkan, ada lebih dari 80 ribu desa yang menyelenggarakan pemilihan. Jika ditanya apakah money politics terjadi, jawabannya sangat besar. Banyak kepala daerah akhirnya bergantung pada pendana, dan dampaknya mereka terseret masalah hukum,” tuturnya.

Ia juga merujuk pada data Kementerian Dalam Negeri yang menunjukkan hampir 40 persen kepala daerah terindikasi memiliki persoalan pidana. Kondisi tersebut dinilai sebagai sinyal perlunya pembenahan serius dalam sistem politik serta pengawasan pemilihan di semua level pemerintahan.

“Menurut data Mendagri, hampir 40 persen kepala daerah terindikasi bermasalah secara pidana. Ini tidak bisa dilepaskan dari praktik politik uang yang masih kuat,” pungkasnya.

Tags: BawasluDede YusufMetapos.idPilkadespolitiksistem e-votingUang
Previous Post

Fashion Playground Jadi Strategi TikTok Shop by Tokopedia Perkuat Ekosistem Fesyen Nasional

Next Post

Penculikan WNI di Gabon Jadi Sinyal Bahaya, DPR Soroti Meningkatnya Ancaman Keamanan Laut Internasional

Related Posts

Denda Pajak Kendaraan Jakarta Dihapus Juni–Agustus 2026, Wajib Pajak Cukup Bayar Pokok
Nasional

Denda Pajak Kendaraan Jakarta Dihapus Juni–Agustus 2026, Wajib Pajak Cukup Bayar Pokok

30 May 2026
Heru Jejak Si Gundul Kena Semburan Bisa Ular Kobra, Sempat Alami Iritasi Parah pada Mata
Nasional

Heru Jejak Si Gundul Kena Semburan Bisa Ular Kobra, Sempat Alami Iritasi Parah pada Mata

30 May 2026
PDIP Siapkan Evaluasi UU Pemilu dan Agenda Politik Menuju Pemilu 2029
Nasional

PDIP Siapkan Evaluasi UU Pemilu dan Agenda Politik Menuju Pemilu 2029

30 May 2026
Pria Berinisial I Ditemukan Tewas di Tol Jagorawi Jakarta Timur
Nasional

Pria Berinisial I Ditemukan Tewas di Tol Jagorawi Jakarta Timur

30 May 2026
Setahun Berjalan, MBG Dinilai Tingkatkan Gizi dan Semangat Belajar Siswa
Nasional

MBG Dinilai Jadi Investasi Jangka Panjang untuk Generasi Emas 2045

29 May 2026
Hanania Travel Siapkan Reschedule Berbayar dan Refund Dua Tahun bagi Jemaah
Nasional

Hanania Travel Siapkan Reschedule Berbayar dan Refund Dua Tahun bagi Jemaah

29 May 2026
Next Post
Penculikan WNI di Gabon Jadi Sinyal Bahaya, DPR Soroti Meningkatnya Ancaman Keamanan Laut Internasional

Penculikan WNI di Gabon Jadi Sinyal Bahaya, DPR Soroti Meningkatnya Ancaman Keamanan Laut Internasional

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini