Metapos.id, Jakarta – Departemen Meteorologi Malaysia (MET) mengeluarkan peringatan potensi tsunami di sejumlah wilayah pesisir Sabah. Peringatan tersebut diterbitkan setelah gempa bumi bermagnitudo 7,9 mengguncang wilayah Mindanao, Filipina.
Otoritas meteorologi Malaysia menyebut gempa di Filipina berpotensi memicu gelombang tsunami yang dapat mencapai wilayah pesisir negara tersebut. Karena itu, masyarakat yang berada di daerah terdampak diminta meningkatkan kewaspadaan.
Direktur Jenderal MET, Mohd Hisham bin Mohd Anip, menjelaskan bahwa gelombang tsunami diperkirakan mencapai Sabah dalam rentang waktu tertentu. Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Tawau, Semporna, Kunak, dan Lahad Datu.
Menurut MET, gelombang tsunami diperkirakan tiba antara pukul 10.30 hingga 12.00 waktu setempat. Pemantauan terus dilakukan untuk mengetahui perkembangan situasi di kawasan pesisir tersebut.
Pihak berwenang mengimbau warga yang berada di dekat pantai agar segera menjauh dari garis pantai. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan guna mengurangi risiko terhadap keselamatan masyarakat.
Selain itu, warga juga diminta mengikuti seluruh arahan yang diberikan oleh otoritas setempat. Informasi resmi menjadi acuan utama dalam menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Diketahui, pusat gempa yang mengguncang Mindanao berada pada koordinat 5,7 derajat Lintang Utara dan 125,1 derajat Bujur Timur. Gempa tersebut terjadi pada kedalaman sekitar 50 kilometer di bawah permukaan bumi.
Hingga kini, otoritas Malaysia dan Filipina masih terus memantau perkembangan situasi pascagempa. Masyarakat di wilayah pesisir diimbau tetap tenang namun waspada sambil menunggu pembaruan informasi resmi dari pihak terkait.






