Saturday, August 22, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Krisis Timur Tengah Tekan Pasokan, IEA Khawatir Dunia Masuk Zona Merah Energi

Farida Ratnawati by Farida Ratnawati
23 May 2026
in Internasional
Pemerintah Berlakukan Mandatori E5 Mulai Juli 2026 di Sejumlah Wilayah

Metapos.id, Jakarta – Direktur Eksekutif Badan Energi Internasional, Fatih Birol, menyatakan konsumsi minyak dunia mulai menurun di tengah krisis yang melanda kawasan Timur Tengah.

Menurut Birol, penurunan permintaan minyak global dapat semakin tajam apabila harga energi terus mengalami kenaikan akibat terganggunya jalur distribusi utama di kawasan Teluk Persia.

BACA JUGA

Turki Minta Interpol Tangkap Netanyahu

Cessna Tabrak Helikopter Polisi, Pilot Tewas

Ia memperingatkan situasi pasar energi global berpotensi semakin sulit jika Selat Hormuz tidak segera dibuka kembali secara penuh. Birol menyebut musim liburan pada akhir Juni hingga awal Juli biasanya memicu lonjakan konsumsi minyak dunia, sementara pasokan dari Timur Tengah masih terganggu.

“Situasi ini bisa menjadi sulit dan kita mungkin akan memasuki Zona Merah,” ujarnya dalam acara yang digelar Chatham House.

Birol menjelaskan pasar minyak global saat ini kehilangan sekitar 14 juta barel minyak per hari. Angka tersebut disebut lebih besar dibanding gangguan pasokan saat krisis minyak era 1970-an yang mencapai sekitar 10 juta barel per hari.

Selain minyak, pasokan gas global juga disebut terdampak dengan kehilangan lebih dari 130 miliar meter kubik.

Menurutnya, negara-negara anggota IEA telah melepaskan cadangan minyak darurat dan melakukan pengurangan konsumsi untuk meredam dampak krisis. Namun langkah tersebut dinilai belum cukup untuk menstabilkan pasar.

Krisis energi ini dipicu eskalasi konflik di sekitar Iran yang menyebabkan blokade de facto di Selat Hormuz, jalur penting distribusi minyak dan gas alam cair (LNG) dunia. Kondisi tersebut turut memicu kenaikan harga bahan bakar dan produk industri di berbagai negara.

Tags: Fatih BirolHarga minyakHeadlineieaIrankrisis minyak duniaMetapos.idSelat HormuzTimur Tengah
Previous Post

Samsung Gandeng Google, Gentle Monster, dan Warby Parker Luncurkan Smart Glasses

Next Post

Xiaomi Perkenalkan SUV Listrik Murah YU7, Harga Lebih Kompetitif dari Tesla

Related Posts

Turki minta Interpol tangkap Netanyahu
Internasional

Turki Minta Interpol Tangkap Netanyahu

22 August 2026
Ribuan Robotaxi Siap Beroperasi di Las Vegas
Internasional

Cessna Tabrak Helikopter Polisi, Pilot Tewas

21 August 2026
Bocoran Spesifikasi Samsung Galaxy S26 FE
Internasional

Korut Tembakkan 10 Rudal ke Laut Jepang

21 August 2026
Utang AS Menggunung, Benarkah Amerika di Ambang Bangkrut?
Internasional

Utang AS Menggunung, Benarkah Amerika di Ambang Bangkrut?

20 August 2026
Roberto Carlos Disebut Ucap Syahadat, Benarkah Telah Memeluk Islam?
Internasional

Roberto Carlos Disebut Ucap Syahadat, Benarkah Telah Memeluk Islam?

19 August 2026
Menteri Garis Keras Israel Serukan Bunuh 30-40 Orang di Gaza Tiap Malam
Internasional

Menteri Garis Keras Israel Serukan Bunuh 30-40 Orang di Gaza Tiap Malam

18 August 2026
Next Post
Pemerintah Berlakukan Mandatori E5 Mulai Juli 2026 di Sejumlah Wilayah

Xiaomi Perkenalkan SUV Listrik Murah YU7, Harga Lebih Kompetitif dari Tesla

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini