Tuesday, October 6, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

IRGC Sebut Armada AS Mundur 1.000 Kilometer

Farida Ratnawati by Farida Ratnawati
6 October 2026
in Internasional
Komandan senior IRGC Ali Fadavi mengklaim kapal perang AS telah mundur lebih dari 1.000 kilometer dari perbatasan Iran.

Komandan senior IRGC Ali Fadavi mengklaim kapal perang AS telah mundur lebih dari 1.000 kilometer dari perbatasan Iran.

Metapos.id, Jakarta – Komandan senior Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Ali Fadavi, mengklaim kapal perang Amerika Serikat telah mundur lebih dari 1.000 kilometer dari perbatasan Iran.

Pernyataan tersebut disampaikan Fadavi dalam wawancara dengan televisi Iran pada Senin (5/10/2026), di tengah ketegangan antara Washington dan Teheran terkait kendali atas Selat Hormuz. Klaim serupa juga dilaporkan sejumlah media internasional.

BACA JUGA

Teknisi Lab Tewas, Trump Tawarkan Bantuan

Houthi Serang Sejumlah Target di Arab Saudi

“Orang-orang Amerika melarikan diri dan pindah lebih dari 1.000 km dari perbatasan kita. Ini bukan pilihan mereka; ini disebabkan oleh otoritas Republik Islam dan otoritas Pasukan Darat IRGC,” kata Fadavi, dikutip dari berbagai sumber, Selasa (6/10/2026).

Fadavi mengeklaim tidak ada kapal Amerika Serikat yang tersisa di Teluk Persia, Selat Hormuz, Laut Oman, maupun bagian utara Samudra Hindia.

Ia juga menyebut kapal perang AS sangat rentan terhadap serangan Iran dan menegaskan Selat Hormuz tetap berada di bawah kendali Teheran. Pernyataan mengenai absennya kapal AS di sejumlah perairan tersebut juga dimuat oleh IRNA dan sejumlah media internasional.

Fadavi memperingatkan kapal-kapal yang menggunakan jalur selatan yang diawasi Amerika Serikat dapat menjadi sasaran jika ketegangan terus meningkat.

Di tengah situasi tersebut, badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris sebelumnya melaporkan sebuah kapal tanker di dekat Oman mematuhi instruksi IRGC untuk berbalik arah atau menghadapi risiko serangan.

Sementara itu, Amerika Serikat masih memberlakukan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran dan menyatakan telah mengalihkan sejumlah kapal komersial untuk memastikan kepatuhan.

Ketegangan juga berlangsung bersamaan dengan upaya diplomasi tidak langsung antara Iran dan Amerika Serikat mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz. Iran menyatakan jalur tersebut tidak akan dibuka sampai sejumlah persyaratan yang diajukan Teheran dipenuhi.

Proposal Iran sebelumnya menawarkan pemulihan jalur pelayaran dan dimulainya kembali negosiasi nuklir sebagai bagian dari kesepakatan yang juga mencakup pencabutan blokade, pelonggaran pembatasan ekspor minyak Iran, serta pembebasan aset yang dibekukan.

Namun, Presiden AS Donald Trump menolak persyaratan tersebut dan mengancam akan mengambil tindakan lebih keras jika pembicaraan gagal.

Situasi di Selat Hormuz menjadi perhatian besar karena jalur tersebut merupakan salah satu titik penting bagi perdagangan energi dunia, sementara gangguan berkepanjangan telah memengaruhi arus minyak dan meningkatkan tekanan terhadap pasar energi global.

Tags: Ali FadaviAmerika SerikatDonald TrumpHeadlineIranIRGCMetaposSelat Hormuz
Previous Post

Teknisi Lab Tewas, Trump Tawarkan Bantuan

Next Post

Dasco Tegaskan DPR Belum Terima Surpres Panglima TNI

Related Posts

Donald Trump
Internasional

Teknisi Lab Tewas, Trump Tawarkan Bantuan

6 October 2026
Houthi mengklaim menyerang bandara, kilang Aramco, dan sejumlah lokasi di Arab Saudi saat konflik di Yaman kembali meningkat.
Internasional

Houthi Serang Sejumlah Target di Arab Saudi

6 October 2026
UNESCO
Internasional

UNESCO: 50 Juta Guru Dibutuhkan Dunia

6 October 2026
Houthi mengklaim menyerang fasilitas Aramco di Riyadh dan Khurais dengan rudal serta drone hingga memicu kebakaran.
Internasional

Houthi Klaim Fasilitas Aramco Terbakar

5 October 2026
Upah ART Asing di Hong Kong Naik
Internasional

Upah ART Asing di Hong Kong Naik

4 October 2026
Jejak Dana Hamas Terungkap, AS Sanksi 2 Badan Amal Prancis
Internasional

Jejak Dana Hamas Terungkap, AS Sanksi 2 Badan Amal Prancis

3 October 2026
Next Post
Dasco Tegaskan DPR Belum Terima Surpres Panglima TNI

Dasco Tegaskan DPR Belum Terima Surpres Panglima TNI

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini