Tuesday, October 6, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Teknisi Lab Tewas, Trump Tawarkan Bantuan

Aulia Fitrie by Aulia Fitrie
6 October 2026
in Internasional
Donald Trump

Donald Trump

BACA JUGA

IRGC Sebut Armada AS Mundur 1.000 Kilometer

Houthi Serang Sejumlah Target di Arab Saudi

Metapos.id, Jakarta – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Washington siap membantu Rusia setelah seorang pekerja laboratorium di institut penelitian penyakit pes di Siberia meninggal dunia.

Pekerja di Institut Penelitian Antipes Irkutsk tersebut jatuh sakit dan kemudian meninggal dalam kondisi yang belum sepenuhnya diketahui, sehingga memicu karantina terhadap sejumlah orang yang diduga melakukan kontak dengan korban.

“Yah, saya tidak suka melihat mereka mengalaminya,” kata Trump, dikutip dari berbagai sumber, Selasa (6/10/2026).

Trump menyebut penyakit tersebut sebagai persoalan serius bagi Rusia dan menegaskan Amerika Serikat siap memberikan bantuan jika diperlukan.

“Ini penyakit yang berat,” imbuhnya.

“Kami akan membantu,” ujar Trump.

“Siapa pun yang mengalami masalah seperti itu, kami selalu bersedia membantu,” sambungnya.

Kematian pekerja laboratorium tersebut sebelumnya memicu kekhawatiran di media sosial mengenai kemungkinan penyebaran penyakit pes dari fasilitas penelitian di Siberia.

Namun, otoritas Rusia menyatakan situasi berada dalam kendali dan tidak menemukan bukti adanya kecelakaan yang melibatkan patogen di institut tersebut. Pemerintah Rusia juga menyebut korban meninggal akibat pneumonia dengan penyebab yang belum diketahui.

Sekitar 200 orang yang diduga melakukan kontak dengan korban telah menjalani karantina atau pemantauan medis, sementara tidak ditemukan kasus baru di antara pekerja institut antipes tersebut.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menilai berdasarkan informasi yang tersedia, risiko kesehatan masyarakat bagi populasi umum saat ini tergolong rendah, sembari menyatakan penilaian dapat diperbarui apabila informasi baru tersedia.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan Washington terus memantau perkembangan kasus tersebut dan menilai situasi belum menjadi alasan untuk panik.

Trump juga diketahui menyatakan dirinya masih melihat Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai sosok yang dapat diajak bekerja sama, meski hubungan Washington dan Moskow tetap berada dalam ketegangan akibat perang Rusia-Ukraina.

Tags: Amerika SerikatDonald TrumpHeadlineLaboratoriumMetapospenyakit pesRusiaSiberia
Previous Post

Houthi Serang Sejumlah Target di Arab Saudi

Next Post

IRGC Sebut Armada AS Mundur 1.000 Kilometer

Related Posts

Komandan senior IRGC Ali Fadavi mengklaim kapal perang AS telah mundur lebih dari 1.000 kilometer dari perbatasan Iran.
Internasional

IRGC Sebut Armada AS Mundur 1.000 Kilometer

6 October 2026
Houthi mengklaim menyerang bandara, kilang Aramco, dan sejumlah lokasi di Arab Saudi saat konflik di Yaman kembali meningkat.
Internasional

Houthi Serang Sejumlah Target di Arab Saudi

6 October 2026
UNESCO
Internasional

UNESCO: 50 Juta Guru Dibutuhkan Dunia

6 October 2026
Houthi mengklaim menyerang fasilitas Aramco di Riyadh dan Khurais dengan rudal serta drone hingga memicu kebakaran.
Internasional

Houthi Klaim Fasilitas Aramco Terbakar

5 October 2026
Upah ART Asing di Hong Kong Naik
Internasional

Upah ART Asing di Hong Kong Naik

4 October 2026
Jejak Dana Hamas Terungkap, AS Sanksi 2 Badan Amal Prancis
Internasional

Jejak Dana Hamas Terungkap, AS Sanksi 2 Badan Amal Prancis

3 October 2026
Next Post
Komandan senior IRGC Ali Fadavi mengklaim kapal perang AS telah mundur lebih dari 1.000 kilometer dari perbatasan Iran.

IRGC Sebut Armada AS Mundur 1.000 Kilometer

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini