Metapos.id, Jakarta – Xiaomi resmi meluncurkan varian terbaru SUV listrik YU7 Standard Edition untuk memperkuat persaingan melawan Tesla Model Y di pasar kendaraan listrik global.
Varian terbaru tersebut dibanderol mulai RMB 233.500 atau sekitar Rp520 jutaan. Harga itu membuat selisih dengan Tesla Model Y mencapai sekitar RMB 30.000, jauh lebih kompetitif dibanding saat peluncuran awal.
CEO Xiaomi, Lei Jun, mengatakan perusahaan menyadari selisih harga sebelumnya belum cukup kuat untuk menarik konsumen berpindah dari Tesla.
YU7 Standard Edition hadir sebagai model entry-level baru dengan motor listrik tunggal penggerak roda belakang bertenaga 315 hp. Mobil ini menggunakan baterai LFP 73 kWh produksi CATL dan diklaim mampu menempuh jarak hingga 643 kilometer berdasarkan standar CLTC.
Jarak tempuh tersebut lebih tinggi dibanding Tesla Model Y penggerak roda belakang yang memiliki jarak resmi sekitar 593 kilometer.
Meski menjadi varian termurah, Xiaomi tetap menyematkan sejumlah fitur premium seperti suspensi udara, LiDAR, sistem bantuan berkendara cerdas, parkir otomatis, hingga platform komputasi Nvidia tanpa biaya langganan tambahan.
Selain model standar, Xiaomi juga memperkenalkan YU7 GT sebagai varian performa tinggi. SUV listrik tersebut dibekali sistem dual motor dengan tenaga mencapai 990 hp dan akselerasi 0-100 km/jam dalam 2,92 detik.
Xiaomi mengklaim YU7 GT berhasil mencetak rekor SUV produksi di sirkuit Nürburgring Nordschleife, Jerman, dengan catatan waktu 7 menit 22 detik.
Sejak debutnya, Xiaomi disebut telah mengirimkan sekitar 232 ribu unit YU7 dan menargetkan total pengiriman 550 ribu kendaraan listrik hingga akhir 2026.






