Metapos.id, Jakarta – PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS Tahunan) pada 22 Juni 2026. Dalam rapat tersebut, perseroan menyampaikan capaian kinerja operasional dan keuangan sepanjang 2025 sekaligus menetapkan susunan direksi baru untuk periode 2026–2030.
Direktur Utama KPEI periode 2022–2026, Iding Pardi, menyampaikan rata-rata nilai transaksi harian bursa sepanjang 2025 mencapai Rp18,07 triliun. Angka tersebut meningkat 40,64 persen dibandingkan tahun sebelumnya seiring meningkatnya aktivitas perdagangan di pasar modal.
KPEI juga mencatat nilai penyelesaian transaksi sebesar Rp5,47 triliun dengan tingkat efisiensi transaksi mencapai 63,34 persen. Selain itu, layanan Pinjam Meminjam Efek (PME), Triparty Repo, dan kliring transaksi efek bersifat utang maupun sukuk turut mencatat pertumbuhan sepanjang tahun lalu.
Sebagai lembaga yang menjalankan fungsi manajemen risiko, KPEI mengelola total agunan senilai Rp138,82 triliun hingga akhir 2025. Dana Jaminan dan Cadangan Jaminan juga mengalami peningkatan sebagai bentuk penguatan perlindungan terhadap risiko kegagalan penyelesaian transaksi.
Pada segmen Pasar Uang dan Valuta Asing melalui layanan Central Counterparty (CCP), KPEI membukukan nilai nosional transaksi Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) sebesar US$2,45 miliar. Perseroan juga memperluas layanan melalui peluncuran Triparty Agent Repo (TPA Repo) yang mencatat nilai transaksi Rp335 miliar sepanjang 2025.
Dari sisi keuangan, KPEI membukukan pendapatan sebesar Rp949,55 miliar atau meningkat 36,21 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Perseroan juga mencatat laba bersih tertinggi sepanjang sejarah sebesar Rp262,22 miliar, naik 75,79 persen dengan total ekuitas mencapai Rp2,81 triliun.
Selain kinerja keuangan yang positif, KPEI mempertahankan empat sertifikasi internasional dan meraih sejumlah penghargaan di bidang pelaporan serta keberlanjutan. Perseroan juga kembali memperoleh peringkat kredit AAA(idn) dari Fitch Ratings yang mencerminkan kondisi keuangan dan tata kelola yang kuat.
Dalam RUPS Tahunan tersebut, pemegang saham menyetujui pengangkatan Antonius Herman Azwar sebagai Direktur Utama KPEI periode 2026–2030 bersama jajaran direksi baru lainnya. Kepengurusan baru akan memimpin transformasi KPEI menjadi pusat kliring, manajemen risiko, dan pengelolaan agunan yang terintegrasi guna memperkuat daya saing pasar keuangan Indonesia.







