Saturday, November 7, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Kemenperin Ungkap Penyebab Industri Tekstil Lesu di Momen Jelang Pemilu 2024

Afizahri by Afizahri
6 February 2024
in Ekbis
Kemenperin Kawal Sejumlah Proyek Raksasa di Cilegon hingga Papua, Pacu Hilirisasi Industri Petrokimia,

Jakarta ,Metapos.id – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melaporkan, sektor manufaktur nasional dalam fase ekspansi selama 28 bulan berturut-turut.

Hal itu mengacu pada purchasing manager index (PMI) manufaktur yang dirilis S&P Global dan terkonfirmasi Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada Januari 2024.

BACA JUGA

Bidik Pasar Komuter, Guardian Buka Toko Grab-and-Go Pertama di JPM Dukuh Atas

BEI Gelar CMSE 2026, Dorong Literasi Investasi

Meski begitu, Kemenperin mengakui, ada 6 sub-sektor manufaktur di dalam negeri yang masih mengalami kontraksi alias penurunan kinerja, salah satunya industri tekstil (KBLI 13).

Terkait hal tersebut, Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin Andi Rizaldi mengungkapkan ada salah satu faktor yang menyebabkan kinerja industri tekstil menurun, yakni masih ditemukannya kasus pakaian bekas.

“Cuma kendalanya sekarang ada kasus-kasus pakaian bekas muncul lagi. Jadi, kalau diganggu terus oleh pakaian bekas, mau tidak mau (kinerja industri tekstil) terganggu juga,” ujar Andi saat acara peresmian Fasilitas Produksi Obat Bahan Alam di Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kimia, Farmasi dan Kemasan (BBSPJIKFK) di Jakarta, Selasa, 6 Februari.

Andi menilai, industri tekstil memang memiliki potensi yang cukup besar saat ini, terlebih menjelang pemilihan umum (Pemilu) 2024.

Namun, dia juga tak menampik bahwa permasalahan pakaian bekas masih menjadi salah satu faktor yang menggangu kinerja industri tekstil.

“Menurut (para pelaku industri) potensinya masih cukup besar, cuma kalau diganggu terus oleh pakaian bekas, mau tidak mau akan terganggu juga,” ucapnya.

Saat ditanyai lebih lanjut soal peningkatan kinerja industri tekstil pada indeks kepercayaan industri (IKI) Februari mendatang, Andi belum dapat memberikan informasi lebih lanjut.

“Saya belum tahu, ya,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Kemenperin mencatat, subsektor industri tekstil masih berada pada level kontraksi saat ini.

Direktur Industri, Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kemenperin Adie Rochmanto Pandiangan mengatakan, kalangan elit politik kini sudah banyak yang menggunakan media elektronik sebagai tempat berkampanye.

“Kami tadinya berharap pesta demokrasi yang ada mengangkat atau meningkatkan permintaan maupun produksi. Namun, kami coba periksa ternyata kemungkinan besar peran media elektronik dalam rangka kampanye cukup berpengaruh besar,” ujar Adie di kantor Kemenperin, Jakarta, Rabu, 31 Januari.

Adie menilai, dengan adanya hal tersebut telah menyebabkan menurunnya permintaan barang-barang subsektor tekstil.

“Jadi, terhadap atribut, spanduk dan kaos yang biasanya di tahun-tahun sebelumnya dimintakan itu tidak begitu banyak terjadi,” katanya.

Tags: Industri TekstilKemenperinMetapos.id
Previous Post

Asrene®SP4808 Chandra Asri Group Dukung Bauran Energi Baru Terbarukan Berbasis Panas Bumi di Indonesia

Next Post

Presiden Jokowi Setujui Revisi Peraturan PLTS Atap

Related Posts

Bidik Pasar Komuter, Guardian Buka Toko Grab-and-Go Pertama di JPM Dukuh Atas
Ekbis

Bidik Pasar Komuter, Guardian Buka Toko Grab-and-Go Pertama di JPM Dukuh Atas

6 November 2026
BEI Gelar CMSE 2026, Dorong Literasi Investasi
Ekbis

BEI Gelar CMSE 2026, Dorong Literasi Investasi

5 November 2026
Suntik Autoimun Rp45 Juta, Ardiansyah Terbantu Prudential Syariah
Ekbis

Suntik Autoimun Rp45 Juta, Ardiansyah Terbantu Prudential Syariah

5 November 2026
ASABRI Bekali Anggota Polri Polda Riau Hadapi Masa Purnabakti
Ekbis

ASABRI Bekali Anggota Polri Polda Riau Hadapi Masa Purnabakti

4 November 2026
KPEI Raih Dua Penghargaan TOP Human Capital Awards 2026
Ekbis

KPEI Raih Dua Penghargaan TOP Human Capital Awards 2026

3 November 2026
Airlangga Buka Suara soal Kemungkinan QRIS Dikenakan Pajak
Ekbis

Airlangga Buka Suara soal Kemungkinan QRIS Dikenakan Pajak

3 November 2026
Next Post
Jokowi Restui Hutama Karya Dapat PMN Rp23,85 Triliun

Presiden Jokowi Setujui Revisi Peraturan PLTS Atap

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini