Thursday, May 7, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Kemenperin Ungkap Penyebab Industri Tekstil Lesu di Momen Jelang Pemilu 2024

Afizahri by Afizahri
6 February 2024
in Ekbis
Kemenperin Kawal Sejumlah Proyek Raksasa di Cilegon hingga Papua, Pacu Hilirisasi Industri Petrokimia,

Jakarta ,Metapos.id – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melaporkan, sektor manufaktur nasional dalam fase ekspansi selama 28 bulan berturut-turut.

Hal itu mengacu pada purchasing manager index (PMI) manufaktur yang dirilis S&P Global dan terkonfirmasi Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada Januari 2024.

BACA JUGA

Disertasi Doktoral Soroti Urgensi RUU Transfer Pricing untuk Perkuat Kepastian Hukum dan Penerimaan Negara

Pinjol RI Meledak ke Rp101 Triliun, OJK Ingatkan Risiko dan Pengawasan

Meski begitu, Kemenperin mengakui, ada 6 sub-sektor manufaktur di dalam negeri yang masih mengalami kontraksi alias penurunan kinerja, salah satunya industri tekstil (KBLI 13).

Terkait hal tersebut, Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin Andi Rizaldi mengungkapkan ada salah satu faktor yang menyebabkan kinerja industri tekstil menurun, yakni masih ditemukannya kasus pakaian bekas.

“Cuma kendalanya sekarang ada kasus-kasus pakaian bekas muncul lagi. Jadi, kalau diganggu terus oleh pakaian bekas, mau tidak mau (kinerja industri tekstil) terganggu juga,” ujar Andi saat acara peresmian Fasilitas Produksi Obat Bahan Alam di Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kimia, Farmasi dan Kemasan (BBSPJIKFK) di Jakarta, Selasa, 6 Februari.

Andi menilai, industri tekstil memang memiliki potensi yang cukup besar saat ini, terlebih menjelang pemilihan umum (Pemilu) 2024.

Namun, dia juga tak menampik bahwa permasalahan pakaian bekas masih menjadi salah satu faktor yang menggangu kinerja industri tekstil.

“Menurut (para pelaku industri) potensinya masih cukup besar, cuma kalau diganggu terus oleh pakaian bekas, mau tidak mau akan terganggu juga,” ucapnya.

Saat ditanyai lebih lanjut soal peningkatan kinerja industri tekstil pada indeks kepercayaan industri (IKI) Februari mendatang, Andi belum dapat memberikan informasi lebih lanjut.

“Saya belum tahu, ya,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Kemenperin mencatat, subsektor industri tekstil masih berada pada level kontraksi saat ini.

Direktur Industri, Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kemenperin Adie Rochmanto Pandiangan mengatakan, kalangan elit politik kini sudah banyak yang menggunakan media elektronik sebagai tempat berkampanye.

“Kami tadinya berharap pesta demokrasi yang ada mengangkat atau meningkatkan permintaan maupun produksi. Namun, kami coba periksa ternyata kemungkinan besar peran media elektronik dalam rangka kampanye cukup berpengaruh besar,” ujar Adie di kantor Kemenperin, Jakarta, Rabu, 31 Januari.

Adie menilai, dengan adanya hal tersebut telah menyebabkan menurunnya permintaan barang-barang subsektor tekstil.

“Jadi, terhadap atribut, spanduk dan kaos yang biasanya di tahun-tahun sebelumnya dimintakan itu tidak begitu banyak terjadi,” katanya.

Tags: Industri TekstilKemenperinMetapos.id
Previous Post

Asrene®SP4808 Chandra Asri Group Dukung Bauran Energi Baru Terbarukan Berbasis Panas Bumi di Indonesia

Next Post

Presiden Jokowi Setujui Revisi Peraturan PLTS Atap

Related Posts

Disertasi Doktoral Soroti Urgensi RUU Transfer Pricing untuk Perkuat Kepastian Hukum dan Penerimaan Negara
Ekbis

Disertasi Doktoral Soroti Urgensi RUU Transfer Pricing untuk Perkuat Kepastian Hukum dan Penerimaan Negara

6 May 2026
Pinjol RI Meledak ke Rp101 Triliun, OJK Ingatkan Risiko dan Pengawasan
Ekbis

Pinjol RI Meledak ke Rp101 Triliun, OJK Ingatkan Risiko dan Pengawasan

6 May 2026
Harga Bahan Pokok 6 Mei 2026 Fluktuatif, Cabai Turun Tajam Sementara Gula Naik
Ekbis

Harga Bahan Pokok 6 Mei 2026 Fluktuatif, Cabai Turun Tajam Sementara Gula Naik

6 May 2026
Pasar Modal Indonesia Gelar Donor Darah dan Edukasi Talasemia
Ekbis

Pasar Modal Indonesia Gelar Donor Darah dan Edukasi Talasemia

5 May 2026
Tips Menyiapkan Dana Pendidikan Anak di Tengah Kenaikan Biaya Sekolah
Ekbis

Tips Menyiapkan Dana Pendidikan Anak di Tengah Kenaikan Biaya Sekolah

5 May 2026
Transjakarta Blok M–Soetta Segera Beroperasi, Pramono Pastikan Tarif Terjangkau
Ekbis

SPBU Tak Jual Pertalite, Ini Penjelasan Pertamina Soal Status Signature

5 May 2026
Next Post
Jokowi Restui Hutama Karya Dapat PMN Rp23,85 Triliun

Presiden Jokowi Setujui Revisi Peraturan PLTS Atap

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini