Monday, July 20, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Katarak Tak Hanya Dialami Lansia, Kenali 6 Faktor Pemicunya

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
9 July 2026
in Lifestyle & Health
Katarak Tak Hanya Dialami Lansia, Kenali 6 Faktor Pemicunya

Metapos.id, Jakarta – Banyak orang menganggap katarak hanya dialami oleh lansia. Padahal, gangguan pada lensa mata ini juga dapat menyerang usia produktif hingga anak-anak.

Dalam istilah medis, kondisi tersebut dikenal sebagai katarak juvenil. Meski kasusnya tidak sebanyak katarak pada kelompok lanjut usia, penyakit ini tetap perlu mendapat perhatian karena berpotensi menurunkan kualitas penglihatan.

BACA JUGA

JYP Umumkan Girl Group Baru OURBIRTHDAY, Debut dengan “Hungry (Side A)”

Benarkah Siklus Menstruasi Memengaruhi Kesehatan Mental? Ini Penjelasannya

Sejumlah faktor diketahui dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami katarak di usia muda, di antaranya:

1. Diabetes yang tidak terkontrol

Kadar gula darah yang tinggi dalam waktu lama dapat memengaruhi kondisi lensa mata. Penumpukan gula menyebabkan struktur protein lensa rusak sehingga lensa menjadi keruh lebih cepat. Karena itu, penderita diabetes memiliki risiko lebih besar mengalami katarak lebih awal.

2. Cedera pada mata

Benturan, pukulan, maupun luka akibat benda tajam dapat merusak bagian lensa mata. Katarak akibat trauma bisa muncul sesaat setelah cedera atau berkembang dalam jangka waktu tertentu.

3. Penggunaan obat kortikosteroid dalam waktu lama

Pemakaian obat kortikosteroid, baik dalam bentuk tablet, tetes mata, maupun inhaler, yang dilakukan terus-menerus tanpa pengawasan dokter dapat meningkatkan risiko katarak. Penggunaan obat tetes mata yang mengandung steroid secara sembarangan juga berpotensi memicu glaukoma.

4. Mata minus tinggi (miopia)

Seseorang yang memiliki rabun jauh dengan derajat tinggi lebih berisiko mengalami katarak pada usia lebih muda. Oleh sebab itu, pemeriksaan mata secara berkala penting dilakukan agar perubahan pada lensa dapat diketahui sejak dini.

5. Paparan sinar ultraviolet (UV)

Paparan sinar matahari secara berlebihan tanpa pelindung mata dapat mempercepat kerusakan protein pada lensa. Menggunakan kacamata hitam yang memiliki perlindungan terhadap sinar UV menjadi salah satu cara sederhana untuk menjaga kesehatan mata.

6. Faktor bawaan sejak lahir

Katarak juga bisa dialami bayi sejak lahir atau disebut katarak kongenital. Kondisi ini dapat dipicu oleh infeksi yang dialami ibu selama kehamilan, seperti rubella maupun toksoplasmosis.

Adapun gejala katarak pada usia muda meliputi penglihatan buram seperti berkabut, mata lebih sensitif terhadap cahaya, hingga ukuran kacamata yang sering berubah. Apabila tidak segera ditangani, kondisi tersebut dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Saat ini, penanganan katarak umumnya dilakukan melalui operasi dengan mengganti lensa mata yang keruh menggunakan lensa buatan. Pemeriksaan mata secara rutin menjadi langkah penting, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko, agar gangguan dapat dideteksi dan ditangani sedini mungkin.

Tags: diabetesKatarakKatarak JuvenilKesehatan MataKortikosteroidMata MinusMetapos.idOperasi katarakSinar UV
Previous Post

Bank Mandiri Taspen Buka Suara soal Aksi Nasabah di Purwokerto

Next Post

Heboh Kabar Penunggak Pajak Kendaraan Tak Bisa Beli Pertalite, Pertamina Buka Suara

Related Posts

Argentina vs Spanyol, Jadwal Final Piala Dunia 2026 Dini Hari Ini
Lifestyle & Health

JYP Umumkan Girl Group Baru OURBIRTHDAY, Debut dengan “Hungry (Side A)”

19 July 2026
Benarkah Siklus Menstruasi Memengaruhi Kesehatan Mental? Ini Penjelasannya
Lifestyle & Health

Benarkah Siklus Menstruasi Memengaruhi Kesehatan Mental? Ini Penjelasannya

19 July 2026
Catherine Wilson Tanggapi Isu Dijodohkan dengan Ruben Onsu, Singgung Kajian Bersama
Lifestyle & Health

Catherine Wilson Tanggapi Isu Dijodohkan dengan Ruben Onsu, Singgung Kajian Bersama

19 July 2026
Kualitas Hidup Terbaik! Ini Daftar 10 Kota Paling Layak Huni di Dunia 2026
Lifestyle & Health

Kualitas Hidup Terbaik! Ini Daftar 10 Kota Paling Layak Huni di Dunia 2026

19 July 2026
Hobi Scroll Berita Buruk di Media Sosial? Waspadai Risiko bagi Kesehatan Mental
Lifestyle & Health

Hobi Scroll Berita Buruk di Media Sosial? Waspadai Risiko bagi Kesehatan Mental

19 July 2026
Bolehkah Penderita Diabetes Makan Roti? Simak Penjelasan Ahli Gizi
Lifestyle & Health

Bolehkah Penderita Diabetes Makan Roti? Simak Penjelasan Ahli Gizi

19 July 2026
Next Post
Heboh Kabar Penunggak Pajak Kendaraan Tak Bisa Beli Pertalite, Pertamina Buka Suara

Heboh Kabar Penunggak Pajak Kendaraan Tak Bisa Beli Pertalite, Pertamina Buka Suara

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini