Saturday, August 1, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Jika Ingin Pertumbuhan Ekonomi hingga 7 Persen, Rasio Investasi ke PDB Harus 47 Persen

Rizki Meirino by Rizki Meirino
30 July 2024
in Ekbis
RI Berpotensi Raih Rp8.000 Triliun dari Ekonomi Karbon

Jakarta , Metapos.id – Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani menyampaikan Indonesia memerlukan rasio investasi ke PDB sebesar 41 persen hingga 47 persen agar pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 6 persen hingga 7 persen.

“Jika kita ingin [ekonomi] tumbuh 6-7 persen, maka dibutuhkan rasio investasi terhadap PDB antara 41-47 persen,” jelasnya dalam agenda Bisnis Indonesia Midyear Challenges 2024, Senin, 29 Juli.

BACA JUGA

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru Berlaku Mulai 1 Agustus 2026

Momentum Pemulihan Menguat, EBITDA BUMA International Group Tumbuh pada 1H2026

Shinta menyampaikan pertumbuhan ekonomi RI saat ini masih stagnan di kisaran 5 persen hingga 2024. Sementara itu, rasio investasi terhadap PDB tercatat sebesar 29 persen pada akhir 2023.

“Jadi Ini menandai pekerjaan rumah kita masih panjang,” katanya.

Shinta menyampaikan salah satu masalah investasi yang dihadapi Indonesia yaitu incremental capital output ratio (ICOR). Menurutnya saat ini ICOR Indonesia masih cukup tinggi yakni 6,8 persen, atau tidak kompetitif dengan negara di Kawasan Asean yang ICOR nya di kisaran 4 persen hingga 5 persen.

Shinta menyampaikan dengan kondisi ICOR yang masih tinggi akan menghambat investasi yang masuk, sehingga akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sebab, setiap 1 persen pertumbuhan ekonomi membutuhkan tambahan rasio investasi terhadap PDB sebesar 6,8 persen.

Untuk itu, Shinta menyampaikan Indonesia membutuhkan meningkatkan efisiensi pada berbagai biaya-biaya usaha universal, cost of finance, cost of compliance, juga biaya energi, listrik, tenaga kerja dan lain-lain

Di sisi lain, Shinta menyampaikan bahwa Indonesia juga membutuhkan pendalaman finansial, yang ditandai dengan peningkatan skala pembiayaan dan perluasan distribusi dari pada pembiayaan usaha untuk sektor-sektor usaha yang saat ini masih membutuhkan pembiayaan usaha yang memadai.

Sebelumnya, Presiden terpilih Prabowo Subianto mengaku bertaruh dengan beberapa menteri dari negara lain terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia yang bisa tumbuh mencapai 8 persen di masa kepemimpinannya.

“Kalau saya lebih berani lagi. Kita harus berani menaruh sasaran yang lebih tinggi. Kalau saya optimistis kita bisa mencapai 8 persen pertumbuhan. Saya taruhan dengan beberapa menteri dari sebuah negara tetangga,” katanya dalam peluncuran Geoportal Kebijakan Satu Peta 2.0 White Paper One Map Policy Beyond 2024, Kamis, 18 Juli.

Namun sayangnya, Prabowo enggan mengungkap negara mana yang bertaruh dengan dirinya. Prabowo bilang jika pertumbuhan ekonomi Indonesia berhasil mencapai 8 persen, para menteri negara tersebut akan mentraktirnya makan malam.

“Saya tidak sebut negara mana. Tapi ada beberapa menteri dari sebuah negara taruhan sama saya. Dia bilang your excellency, if you can achieve 8 percent growth, once, sekali saja dalam lima tahun yang akan datang, kita mencapai 8 persen. Mereka they are going to buy me dinner. Mereka akan beli makan malam untuk saya!” tuturnya.

Tags: Metapos.idPDBPertumbuhan ekonomi
Previous Post

Ini 5 Negara yang Beinvestasi Terbesar di Indonesia pada Semester I 2024

Next Post

Penyebab PHK di Industri Tekstil: Ada Relokasi Pabrik hingga Mesin Produksi Sudah Tua

Related Posts

Mulai September, Naik TransBandara Blok M–Soetta Bayar Rp15.000
Ekbis

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru Berlaku Mulai 1 Agustus 2026

1 August 2026
Momentum Pemulihan Menguat, EBITDA BUMA International Group Tumbuh pada 1H2026
Ekbis

Momentum Pemulihan Menguat, EBITDA BUMA International Group Tumbuh pada 1H2026

1 August 2026
BEI Luncurkan Green Equity Designation bagi Perusahaan Tercatat
Ekbis

BEI Luncurkan Green Equity Designation bagi Perusahaan Tercatat

31 July 2026
ASABRI Hadirkan Layanan Bernilai Tambah, Peserta Kini Nikmati Kemudahan Miliki Motor Yamaha
Ekbis

ASABRI Hadirkan Layanan Bernilai Tambah, Peserta Kini Nikmati Kemudahan Miliki Motor Yamaha

31 July 2026
Bukalapak Catat Adjusted EBITDA Positif Sepanjang Semester I 2026
Ekbis

Bukalapak Catat Adjusted EBITDA Positif Sepanjang Semester I 2026

30 July 2026
Kementerian ESDM menyebut proyek LNG Abadi Masela menjadi bukti pemerataan pembangunan dari Indonesia Timur sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Ekbis

LNG Abadi Masela Perkuat Ketahanan Energi dan Dorong Ekonomi Indonesia Timur

29 July 2026
Next Post
Asosiasi Tekstil Minta Peritel Utamakan Produk Dalam Negeri

Penyebab PHK di Industri Tekstil: Ada Relokasi Pabrik hingga Mesin Produksi Sudah Tua

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini