Thursday, September 17, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Ini 5 Negara yang Beinvestasi Terbesar di Indonesia pada Semester I 2024

Rizki Meirino by Rizki Meirino
30 July 2024
in Ekbis
Ini 5 Negara yang Beinvestasi Terbesar di Indonesia pada Semester I 2024

Jakarta , Metapos.id – Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melaporkan lima negara dengan investasi terbesar di Indonesia sepanjang semester I-2024. Singapura menempati posisi pertama, sedangkan China di urutan kedua.

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan Singapura masih menjadi negara dengan investasi terbanyak di Indonesia per semester I-2024.

BACA JUGA

Harga BBM Nonsubsidi Stabil Sejak September

Premi Prudential Indonesia Tumbuh 25 Persen

“Pada semester ini Singapura, China, Hong Kong, Amerika Serikat, dan Jepang,” kata Bahlil dalam Konferensi Pers Realisasi Investasi Triwulan II dan Semester I Tahun 2024, di kantor Kementerian Investasi, Jakarta, Senin, 29 Juli.

ADVERTISEMENT

Bahlil mengatakan Singapura tercatat menanamkan modal dengan nominal 8,9 miliar dolar AS hingga semester I 2024. Posisi kedua, sambung Bahlil, ditempati China dengan 3,9 miliar dolar AS.

Posisi ketiga, lanjut Bahlil, Hong Kong dengan realisasi investasi sebesar 3,8 miliar dolar AS. Lalu, Amerika Serikat dengan nominal 2 miliar dolar AS. Terakhir, Jepang 1,8 miliar dolar AS.

ADVERTISEMENT

“Tadi Korea (realisasi investasi) kuartal II 2024 nomor empat. Tapi ini Jepang (masuk posisi lima),” ucapnya.

Sebelumnya, Bahlil Lahadalia mengungkapkan realisasi investasi semester I 2024 mencapai Rp829,9 triliun. Angka tersebut meningkat 22,3 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Mengacu pada data Kementerian Investasi, pada periode tersebut yang paling banyak dikucurkan adalah penanaman modal asing (PMA) dengan nominal mencapai Rp421,7 triliun atau naik 16,1 persen secara tahunan.

Sementara penanaman modal dalam negeri (PMDN), sambung Bahlil, mencapai Rp408,2 triliun atau naik 29,1 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.

“Alhamdulillah satu semester sekarang mencapai Rp829,9 triliun, tumbuh 22,3 persen. Dengan target Rp1.650 triliun sekarang kita sudah 50,3 persen. Jadi siapa yang jadi penerus saya, dia tinggal mencari 49,7 persen,” kata Bahlil dalam Konferensi Pers Realisasi Investasi Triwulan II dan Semester I Tahun 2024, di kantor Kementerian Investasi, Jakarta, Senin, 29 Juli.

Bahlil mengungkapkan dengan realisasi investasi tersebut, Kementerian Investasi mencatat sebanyak 1.225.042 orang tenaga kerja telah terserap sepanjang semester I-2024 ini.

Lebih lanjut, Bahlil mengatakan bahwa realisasi investasi pada semester I-2024 tadi paling banyak menyasar daerah-daerah di Luar Jawa. Porsinya mencapai 50,2 persen di Luar Jawa dan 49,8 persen di Pulau Jawa.

Rinciannya, investasi di Luar Jawa mencapai Rp416,2 triliun. Angka tersebut meningkat 17,3 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara, sambung Bahlil, investasi di Pulau Jawa mencapai Rp413,7 triliun. Angka ini meningkat 27,8 persen dari semester I-2023 lalu.

“Jawa dan luar Jawa tahun 2023, di semester I-2023 itu 52,3 persen. Sekarang 50,2 persen, memang ini harus kita pacu lagi, terutama tol-tol di Jawa, Jawa Barat dan Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY itu cukup berdampak luar biasa terhadap pertimbangan daripada investor. Karena masuk cost logistiknya jauh lebih murah,” jelasnya.

Tags: Menteri bkpmMetapos.idNegara terbesar
Previous Post

Apindo Ungkap Investasi Sektor Ekonomi Hijau Masih Minim

Next Post

Jika Ingin Pertumbuhan Ekonomi hingga 7 Persen, Rasio Investasi ke PDB Harus 47 Persen

Related Posts

Isu Kenaikan BBM 2026, Pemerintah Tegaskan Harga BBM Tetap Tidak Berubah
Ekbis

Harga BBM Nonsubsidi Stabil Sejak September

15 September 2026
Premi Prudential Indonesia Tumbuh 25 Persen
Ekbis

Premi Prudential Indonesia Tumbuh 25 Persen

11 September 2026
Ini Tampang Eks Pegawai Bank Mandiri Taspen Jadi Terdakwa Kasus Dugaan Penipuan Pensiunan
Ekbis

Ini Tampang Eks Pegawai Bank Mandiri Taspen Jadi Terdakwa Kasus Dugaan Penipuan Pensiunan

11 September 2026
MSIG Life mencatat laba bersih Rp181 miliar pada semester I 2026, tumbuh 69% secara tahunan, ditopang pengelolaan biaya dan produktivitas.
Ekbis

MSIG Life Catat Laba Rp181 Miliar

10 September 2026
Petrokimia Gresik Gandeng PTFI Jaga Pasokan Pupuk
Ekbis

Petrokimia Gresik Gandeng PTFI Jaga Pasokan Pupuk

10 September 2026
200 Juta Rekening Warga Segera Dibuka, Pemerintah Ancam Tangkap Pelaku Judol
Ekbis

200 Juta Rekening Warga Segera Dibuka, Pemerintah Ancam Tangkap Pelaku Judol

10 September 2026
Next Post
RI Berpotensi Raih Rp8.000 Triliun dari Ekonomi Karbon

Jika Ingin Pertumbuhan Ekonomi hingga 7 Persen, Rasio Investasi ke PDB Harus 47 Persen

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini