Metapos.id, Jakarta – Tim Layanan Bimbingan Ibadah (Bimbad) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja Makkah menegaskan bahwa salat di masjid hotel di Makkah memiliki keutamaan pahala yang sama dengan salat di Masjidil Haram.
Penegasan ini disampaikan untuk meluruskan pemahaman sebagian jemaah haji yang masih menganggap pahala salat di masjid hotel berbeda dengan di Masjidil Haram. Akibatnya, sejumlah jemaah memaksakan diri tetap beribadah di Masjidil Haram meski kondisi fisik tidak memungkinkan.
Pelaksana Bimbad PPIH Arab Saudi Daker Makkah, Abdul Aziz Siswanto, mengatakan seluruh wilayah Tanah Haram memiliki keutamaan pahala ibadah yang sama, termasuk masjid yang berada di hotel tempat jemaah menginap.
“Seluruh wilayah Tanah Haram ini memiliki keutamaan seperti Masjidil Haram. Salat di sini pahalanya 100 ribu kali lipat,” ujar Aziz seusai kegiatan Visitasi, Konsultasi, dan Edukasi (Visduk) di kawasan Syisyah, Makkah, dikutip Kamis (7/5/2026).
Aziz menjelaskan keinginan jemaah untuk beribadah langsung di Masjidil Haram merupakan hal yang wajar. Namun, ia mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik selama menjalankan rangkaian ibadah haji.
Menurutnya, prinsip hifdzun nafs atau menjaga jiwa harus menjadi perhatian utama. Jemaah diminta tidak memaksakan diri apabila kondisi kesehatan tidak mendukung untuk beraktivitas di area Masjidil Haram yang padat.
Ia juga menyoroti berbagai risiko yang kerap terjadi di Masjidil Haram, seperti jemaah tersesat akibat banyaknya pintu masuk, lupa titik pertemuan, hingga terpisah dari rombongan saat kondisi ramai.
Karena itu, jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, serta mereka yang memiliki riwayat penyakit diimbau mengoptimalkan ibadah di masjid hotel masing-masing demi menjaga keselamatan dan kenyamanan selama di Tanah Suci.







