Metapos.id, Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersiap menerapkan modifikasi cuaca setelah ibu kota mengalami kondisi tanpa hujan selama hampir tiga pekan. Langkah tersebut dipertimbangkan sebagai upaya menghadapi dampak musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino, sekaligus mengurangi potensi penurunan kualitas udara.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan bahwa Pemprov DKI telah berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau perkembangan cuaca. Selain itu, ia telah meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyiapkan segala kebutuhan apabila operasi modifikasi cuaca harus dilaksanakan.
Pramono menjelaskan, tidak turunnya hujan dalam dua hingga tiga pekan terakhir mulai memicu kekeringan di sejumlah kawasan. Oleh karena itu, pemerintah akan mengevaluasi kondisi yang ada sebelum memutuskan pelaksanaan rekayasa cuaca.
Ia menambahkan, operasi modifikasi cuaca kali ini memiliki tujuan berbeda dibandingkan saat musim penghujan. Jika sebelumnya rekayasa cuaca dilakukan untuk mengalihkan hujan ke laut guna menekan risiko banjir, kini langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan peluang turunnya hujan di wilayah Jakarta.






