Metapos.id, Jakarta – Kepala keamanan Iran, Mohsen Rezaei, menyampaikan enam syarat baru dari Teheran untuk mengakhiri perang dengan Amerika Serikat (AS).
Dalam wawancara eksklusif dengan Al Jazeera pada Sabtu (19/9), Rezaei mengatakan Iran telah menyampaikan persyaratan tersebut kepada AS melalui Qatar sebagai mediator.
Berikut enam syarat yang diajukan Iran kepada AS:
- Mengakhiri perang di semua lini, terutama di Lebanon.
- Mencairkan dana Iran yang berjumlah miliaran dolar AS.
- Mengakhiri blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
- Menghentikan campur tangan AS dalam urusan internal Iran.
- Mengakhiri kerja sama AS dengan “para penentang revolusi kami”.
- Mengakhiri seluruh serangan AS terhadap wilayah Iran.
Rezaei mengatakan penerimaan terhadap enam syarat tersebut merupakan kepentingan Washington.
“Menerima syarat-syarat ini adalah demi kepentingan Washington,” ujarnya, dikutip dari berbagai sumber, Senin (21/09/2026).
Di sisi lain, Rezaei menegaskan Iran tetap siap menghadapi AS jika perang berlanjut dengan kekuatan yang lebih besar.
“Kita akan menghadapi Amerika dengan kekuatan yang lebih besar, dan dengan serangan yang lebih banyak dan lebih menyakitkan,” katanya.
Persyaratan terbaru tersebut memiliki sejumlah kesamaan dengan nota kesepahaman (MoU) yang dibahas pada Juni. Di antaranya penghentian perang di semua lini termasuk Lebanon, penghormatan terhadap kedaulatan dan nonintervensi, penghentian blokade laut, serta pencairan dana Iran yang dibekukan.
Namun, terdapat sejumlah poin dalam kesepakatan Juni yang tidak disebutkan kembali Rezaei dalam wawancara terbaru. Poin tersebut mencakup dana rekonstruksi sebesar US$300 miliar, komitmen Iran tidak membeli atau mengembangkan senjata nuklir, keamanan pelayaran di Selat Hormuz, pengecualian ekspor minyak mentah Iran, penghentian sanksi baru, serta tidak adanya tambahan pasukan AS.
Peneliti senior Timur Tengah di Australian Strategic Policy Institute, Adel Abdel Ghafar, menilai penyampaian syarat melalui Qatar dilakukan setelah MoU Islamabad gagal.
“Dengan gagalnya MoU Islamabad dan… Rezaei menyampaikan persyaratan melalui Qatar, Iran mengembalikan tanggung jawab kepada Washington dan melakukannya secara terbuka, untuk mendapatkan efek maksimal,” kata Abdel Ghafar.
Menurutnya, kedua pihak kini berada dalam situasi buntu. AS mempertahankan blokade laut dan keunggulan udara, tetapi belum dapat memaksa Iran menyerah, sementara Iran juga belum mampu mematahkan blokade tersebut.
“Pada dasarnya Iran bertaruh pada ketidakpopuleran perang dan bahwa pemilihan paruh waktu AS akan mengubah keadaan menguntungkan mereka, jadi mereka mengumumkan tuntutan mereka secara terbuka dan menyerahkan keputusan kepada Trump,” ujarnya.
Hingga laporan tersebut disampaikan, belum ada tanggapan dari pemerintah AS mengenai enam syarat yang diajukan Iran.







