Thursday, November 5, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Pengacara HAM Pakistan Divonis 10 Tahun Penjara

Khansa Nabila by Khansa Nabila
5 November 2026
in Internasional
Pengacara HAM Pakistan Divonis 10 Tahun Penjara

Pengacara HAM Pakistan Divonis 10 Tahun Penjara

Metapos.id, Jakarta – Pengacara hak asasi manusia (HAM) Pakistan, Imaan Mazari, bersama suaminya, Hadi Ali Chattha, dijatuhi hukuman 10 tahun penjara oleh pengadilan anti-terorisme. Vonis tersebut memicu kecaman internasional dan kembali memunculkan kritik terhadap kondisi kebebasan sipil serta independensi peradilan di negara tersebut.

Keduanya dituduh membahayakan keselamatan tim kriket Inggris dan Wales yang berkunjung ke Pakistan. Kasus ini berkaitan dengan tindakan memindahkan pembatas jalan di jalur konvoi pengamanan tim serta perselisihan dengan petugas kepolisian di kawasan Zero Point, Islamabad.

BACA JUGA

Kanada Larang Atlet Rusia dan Belarus Berlaga di Kejuaraan

Iran Beri Arahan kepada Masyarakat untuk Menghadapi Ancaman Nuklir

Pengamat organisasi Kashmir-Watcher, Nilesh Kunwar, menilai penerapan Undang-Undang Anti-Terorisme dalam perkara tersebut tidak sebanding dengan tindakan yang dilakukan. Ia menyebut pengadilan bahkan menggambarkan pemindahan pembatas jalan sebagai “insiden biasa yang sangat lumrah dan bersifat remeh”.

Namun, tindakan itu kemudian dinilai sebagai “pelanggaran keamanan besar” karena berlangsung saat delegasi olahraga internasional berkunjung. Pengadilan juga merujuk pada serangan terhadap tim kriket Sri Lanka di Lahore pada 2009 sebagai bagian dari pertimbangannya.

“Penyalahgunaan hukum yang kasat mata ini memperkuat dugaan kuat bahwa vonis tersebut merupakan keputusan pesanan (fixed judgment) demi membungkam suara kritis terhadap militer,” tutur Kunwar dikutip dari berbagai sumber, Kamis (05/11/2026).

Aktivitas HAM Imaan Mazari

Mazari dikenal karena memberikan bantuan hukum secara cuma-cuma kepada keluarga etnis Baloch yang menjadi korban penghilangan paksa. Ia juga membela pimpinan Baloch Yakjehti Committee, Marhang Baloch, serta warga Afghanistan yang mengalami penindasan oleh otoritas setempat.

Pada 2025, Mazari menerima Young Inspiration Award dari World Expression Forum atas perjuangannya dalam membela supremasi hukum. Penangkapannya sebelumnya juga mendapat kecaman dari Pelapor Khusus PBB untuk Pembela HAM, Mary Lawlor.

Kasus ini turut membuka kembali perdebatan mengenai pengaruh militer terhadap sistem peradilan Pakistan. Pada 2018, hakim senior Pengadilan Tinggi Islamabad, Shaukat Siddiqui, pernah mengungkap dugaan intervensi militer dan badan intelijen ISI dalam proses peradilan.

Kekhawatiran serupa disampaikan enam hakim Pengadilan Tinggi Islamabad melalui surat pada Maret 2024. Mereka mengungkap dugaan intimidasi, penyadapan, hingga penculikan kerabat hakim oleh aparat intelijen untuk memengaruhi putusan.

Vonis terhadap Mazari dan Chattha juga dikecam organisasi HAM internasional. Amnesty International dan Human Rights Watch memperingatkan bahwa penggunaan pasal terorisme terhadap pengacara HAM dapat mengancam kebebasan berekspresi serta mempersempit ruang bagi masyarakat sipil.

Di tengah tekanan internasional tersebut, Perdana Menteri Shehbaz Sharif belum memberikan tanggapan. Kunwar menilai kasus Mazari memperlihatkan persoalan mendasar mengenai hubungan kekuasaan militer, lembaga peradilan, dan perlindungan hak asasi manusia di Pakistan.

Tags: aktivis HAMAmnesty InternationalAsim MunirHadi Ali ChatthaImaan MazariMetapos.idmiliter PakistanPakistan
Previous Post

BEI Gelar CMSE 2026, Dorong Literasi Investasi

Related Posts

Cedera Rahang Membaik, Emiliano Martinez Siap Kembali ke Chelsea
Internasional

Kanada Larang Atlet Rusia dan Belarus Berlaga di Kejuaraan

5 November 2026
Iran Beri Arahan kepada Masyarakat untuk Menghadapi Ancaman Nuklir
Internasional

Iran Beri Arahan kepada Masyarakat untuk Menghadapi Ancaman Nuklir

5 November 2026
Cedera Rahang Membaik, Emiliano Martinez Siap Kembali ke Chelsea
Internasional

Kebijakan Perang Trump terhadap Iran Jadi Beban Politik

5 November 2026
Cedera Rahang Membaik, Emiliano Martinez Siap Kembali ke Chelsea
Internasional

Hezbollah Tegaskan Tak Terlibat Operasi Militer Houthi di Yaman

5 November 2026
Trump Puji Haley Stevens Usai Dukung Kandidat Senat Republik
Internasional

Trump Puji Haley Stevens Usai Dukung Kandidat Senat Republik

3 November 2026
Trump dan Netanyahu dilaporkan membahas potensi serangan baru ke Iran. Pentagon disebut telah memetakan target, sementara Teheran menyiapkan respons.
Internasional

Trump Telepon Netanyahu, Ketegangan Iran Kembali Meningkat

2 November 2026
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini