Metapos.id, Jakarta – Iran menetapkan tujuh syarat yang harus dipenuhi Amerika Serikat (AS) untuk memulai perundingan terkait konflik di Selat Hormuz.
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaee menyampaikan tujuh syarat tersebut pada Sabtu (19/9). Ia mengatakan persyaratan itu menjadi dasar bagi Iran untuk membuka perundingan dengan AS.
“Iran telah mengajukan tujuh syarat kepada pemerintah AS untuk memulai perundingan apa pun,” ujar Rezaee kepada kantor berita Iran, Tasnim dikutip dari berbagai sumber, Minggu (20/09/2026).
Rezaee juga menegaskan Iran meminta AS memenuhi persyaratan tersebut jika ingin menyelesaikan konflik yang terjadi.
“Pesan kami jelas dan tegas – jika AS ingin keluar dari kesulitan yang mereka ciptakan sendiri dan tidak ingin terus terjebak di dalamnya, tidak ada pilihan lain selain menerima syarat-syarat dari Iran,” ucapnya kemudian.
Namun, dalam pernyataannya, Rezaee tidak merinci tujuh syarat yang diajukan Iran kepada pemerintah AS.
Sebelumnya, Teheran dan Washington menandatangani nota kesepahaman pada Juni yang ditujukan untuk menghentikan perselisihan antara kedua negara.
Kesepakatan tersebut tidak bertahan lama. Iran dan AS kembali terlibat dalam aksi saling serang sehingga konflik hingga kini belum menemukan titik akhir.
Eskalasi konflik juga berdampak pada aktivitas pelayaran di Selat Hormuz. Lalu lintas kapal di jalur strategis tersebut mengalami kendala dan kapal-kapal disebut masih beroperasi atas izin Iran.
Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi lalu lintas pelayaran sehingga perkembangan konflik antara Iran dan AS turut menjadi perhatian terhadap aktivitas kapal di kawasan tersebut.







