Thursday, September 17, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Houthi-Arab Saudi Tegang, WNI Kapan Harus Dipulangkan?

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
17 September 2026
in Internasional
Houthi-Arab Saudi Tegang, WNI Kapan Harus Dipulangkan?

Metapos.id, Jakarta — Peningkatan ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi memunculkan kekhawatiran terhadap keamanan warga negara asing. Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Arab Saudi turut menjadi perhatian.

Pakar geopolitik Timur Tengah Yon Machmudi mengatakan, pemerintah Indonesia belum perlu mengambil langkah evakuasi WNI dalam kondisi saat ini.

BACA JUGA

Putin: Potensi BRICS Masih Sangat Besar

Trump Tuding Zelensky Picu Harga Solar Naik

“Untuk saat ini saya kira belum perlu (evakuasi) ya, karena dianggap bahwa konfliknya masih bisa dikendalikan,” kata Yon, dikutip dari berbagai sumber, Kamis (17/9/2026).

Meski demikian, pemerintah tetap perlu memantau perkembangan konflik secara berkala. Pemantauan diperlukan untuk menentukan langkah perlindungan jika kondisi keamanan berubah.

Guru Besar FIB Universitas Indonesia tersebut juga memperkirakan Houthi akan mempertimbangkan berbagai risiko apabila serangan diperluas ke kawasan yang memiliki nilai simbolis bagi umat Islam.

“Karena tentu juga Houthi akan menghitung, enggak seberani itu kemudian sampai mengorbankan simbol kota suci, karena nanti pasti berhadapan dengan negara lain,” tuturnya.

Jemaah Umrah Perlu Diantisipasi

Dampak konflik tidak hanya berkaitan dengan keamanan WNI. Aktivitas perjalanan jemaah umrah Indonesia juga berpotensi terdampak apabila kondisi kawasan memburuk.

Yon meminta pemerintah mengantisipasi kemungkinan adanya gangguan terhadap penerbangan. Gangguan tersebut dapat berpengaruh terhadap jadwal keberangkatan maupun kepulangan jemaah.

Menurutnya, aktivitas penerbangan yang cukup padat setiap hari membuat kondisi wilayah udara perlu mendapat perhatian.

“Saya kira harus bersiap-siap, apalagi kan intensitas perjalanan melalui udara kan cukup banyak tiap hari, memang ada potensi gangguan wilayah udara,” imbuh Yon.

Karena itu, pemerintah perlu menyiapkan sejumlah langkah antisipasi. Terutama jika terjadi perubahan jadwal penerbangan atau gangguan keamanan di wilayah tertentu.

Evakuasi Menunggu Kondisi Memburuk

Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana menyebut evakuasi dapat menjadi pilihan apabila konflik berkembang dan situasi keamanan semakin serius.

“Tentu kalau situasinya sudah sangat parah, perlu evakuasi,” katanya.

Namun, keputusan untuk melakukan evakuasi perlu mempertimbangkan berbagai kondisi. Salah satunya berkaitan dengan jumlah WNI yang berada di Arab Saudi.

“Jadi harus kalkulasi segala sesuatu dan apakah serangan akan berkepanjangan atau tidak,” ucapnya.

Menurut Hikmahanto, pemerintah perlu menilai perkembangan konflik secara menyeluruh. Dengan demikian, keputusan mengenai evakuasi dapat disesuaikan dengan kondisi keamanan terbaru.

Peringatan Bahaya Sempat Dikeluarkan

Sebelumnya, Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI Heni Hamidah menyampaikan bahwa otoritas Arab Saudi pernah mengeluarkan peringatan bahaya di sejumlah wilayah.

Wilayah yang sempat masuk dalam peringatan tersebut mencakup Mekkah, Taif, dan Jeddah.

Peringatan tersebut kemudian dicabut. Meski demikian, WNI di Arab Saudi tetap diminta meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti perkembangan situasi.

Kemlu juga mengingatkan WNI agar memperoleh informasi dari kanal resmi pemerintah. Informasi tersebut penting untuk mengetahui perkembangan kondisi keamanan dan arahan terbaru.

Sementara itu, situasi di kawasan masih terus berkembang. Pemerintah Indonesia perlu melanjutkan pemantauan sekaligus menyiapkan langkah perlindungan bagi WNI dan jemaah Indonesia jika kondisi keamanan memburuk.

Tags: Arab Saudievakuasi WNIjemaah umrahkeamanan Timur TengahKemlu RIkonflik HouthiMetapos.idWNI di Arab Saudi
Previous Post

Dua Tahun, Enam Kali Reshuffle: Apa Target Prabowo?

Related Posts

Trump Tuding Zelensky Picu Harga Solar Naik
Internasional

Putin: Potensi BRICS Masih Sangat Besar

15 September 2026
Trump Tuding Zelensky Picu Harga Solar Naik
Internasional

Trump Tuding Zelensky Picu Harga Solar Naik

15 September 2026
Saudi Terdesak Houthi, Mengapa Trump Pilih Mundur?
Internasional

Saudi Terdesak Houthi, Mengapa Trump Pilih Mundur?

14 September 2026
Putin, Xi Jinping, dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian dijadwalkan bertemu di India dalam momentum KTT BRICS di tengah konflik global.
Internasional

Putin, Xi dan Presiden Iran Bertemu di India

11 September 2026
Kapal feri M/V June Aster terbakar di perairan Palawan, Filipina. Lima orang tewas dan puluhan lainnya masih dalam pencarian.
Internasional

Feri Terbakar di Filipina, 5 Tewas

10 September 2026
Pakar meragukan klaim Donald Trump bahwa perang AS-Iran akan berakhir setelah pemilu sela Amerika Serikat pada November 2026.
Internasional

Pakar Ragukan Perang Iran Berakhir Usai Pemilu AS

10 September 2026
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini