Metapos.id, Jakarta – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuding Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebagai salah satu penyebab kenaikan harga solar di AS yang kini menembus lebih dari 6 dolar AS per galon.
Trump mengaitkan kenaikan tersebut dengan serangan Ukraina terhadap kilang minyak dan fasilitas produksi bahan bakar Rusia.
Harga rata-rata nasional solar di AS tercatat lebih dari 6 dolar AS per galon pada Jumat (11/9/2026), naik dari sekitar 5,85 dolar AS sepekan sebelumnya.
Harga tersebut juga meningkat sekitar 60 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang berada di kisaran 3,71 dolar AS per galon.
Sejumlah analis pasar sebelumnya lebih banyak menghubungkan kenaikan harga solar dengan konflik di Timur Tengah serta meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran yang mendorong harga minyak mentah.
Namun, Trump menilai faktor tersebut bukan penyebab utama kenaikan harga solar.
“Zelensky harus melakukan satu hal. Dia harus berhenti menghancurkan pasokan bahan bakar diesel di Rusia. Biarkan dia menyerang target, tetapi jangan bahan bakar diesel, karena dia menyebabkan kekurangan diesel,” tegas Trump, dikutip dari berbagai sumber, Selasa (15/9/2026).
Trump juga meminta Ukraina menghindari serangan terhadap fasilitas bahan bakar Rusia karena dampaknya dinilai turut dirasakan negara lain.
“Masih banyak target lain. Jangan serang bahan bakar diesel, karena itu merugikan dunia,” tambah Trump.
Dalam beberapa bulan terakhir, Ukraina memang berulang kali melancarkan serangan terhadap kilang minyak dan fasilitas perminyakan Rusia.
Serangan tersebut menyebabkan gangguan pasokan bahan bakar dan kenaikan harga di sejumlah wilayah Rusia, meskipun dampak utamanya disebut lebih terasa pada pasokan bensin sementara pasokan solar relatif tidak terganggu.
Pemerintah Rusia kemudian memberlakukan larangan sementara terhadap ekspor bensin, solar, dan sejumlah produk minyak bumi lainnya untuk mengatasi kekurangan pasokan.
Larangan ekspor solar telah diberlakukan sejak awal tahun dan kemudian diperluas terhadap produsen bensin pada Juli hingga akhir September, dengan kemungkinan masa berlaku diperpanjang.
Di AS, harga solar juga menjadi perhatian karena bahan bakar tersebut berperan penting dalam rantai pasokan pangan.
Solar digunakan untuk mengoperasikan mesin pertanian serta truk dan kereta barang yang mengangkut hasil pertanian.
Kenaikan biaya bahan bakar berpotensi memberikan tekanan terhadap harga pangan karena sejumlah perkiraan menyebut biaya bahan bakar mencakup sekitar 15–30 persen dari total biaya makanan di AS.







