Metapos.id, Jakarta – Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut ketertarikan internasional terhadap BRICS terus meningkat seiring nilai dan pendekatan independen kelompok tersebut dinilai menarik bagi banyak negara.
Pernyataan itu disampaikan Putin dalam sesi BRICS Outreach/BRICS Plus yang menjadi penutup KTT BRICS ke-18 di New Delhi, India, Minggu (13/9/2026) waktu setempat.
“Nilai-nilai dan cita-cita dasar kita, seperti komitmen terhadap jalur yang independen dan otonom serta keinginan untuk menyelesaikan masalah secara kolektif berdasarkan hukum internasional dan ketentuan-ketentuan utama Piagam PBB, menarik bagi banyak orang di seluruh dunia,” kata Putin, dikutip dari berbagai sumber, Selasa (15/9/2026).
Putin menilai tingginya partisipasi dalam pertemuan BRICS menjadi salah satu bukti meningkatnya daya tarik kelompok tersebut.
Keanggotaan BRICS sendiri telah berkembang dari lima anggota awal, yakni Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan, dengan tambahan kategori negara mitra bagi negara yang ingin mempererat kerja sama tanpa menjadi anggota penuh.
Putin menggambarkan BRICS sebagai salah satu kekuatan pendorong penguatan multilateralisme dan pembentukan tatanan dunia multipolar yang dinilainya lebih adil.
Menurut Putin, perdagangan antarnegara anggota BRICS telah mencapai 1,2 triliun dolar AS, sementara kelompok tersebut menyumbang hampir seperempat ekspor global dan 49 persen pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) global.
“Potensi pengembangan BRICS lebih lanjut masih jauh dari habis,” kata Putin.
Ia menyebut masih terdapat peluang pengembangan kerja sama dalam rantai produksi, teknologi, layanan, serta pembukaan pasar baru.
Negara-negara BRICS juga disebut telah mengembangkan saluran sendiri untuk memindahkan barang, jasa, dan modal sehingga transaksi keuangan serta komersial dapat dilakukan tanpa memperhatikan tekanan eksternal.
Putin turut mendorong peserta KTT mempertimbangkan proposal Rusia untuk membangun infrastruktur pembayaran dan penyelesaian-penyimpanan BRICS, termasuk mekanisme reasuransi dan bursa biji-bijian.
Sejumlah langkah awal juga telah dilakukan menjelang KTT BRICS 2026. Dana Investasi Langsung Rusia, BRICS Pay, dan BRICS Pay India sepakat menjajaki integrasi platform pembayaran dengan infrastruktur yang tersedia di India serta menyiapkan proyek percontohan pembayaran lintas batas.
Meski demikian, mekanisme pembayaran bersama BRICS hingga kini belum diluncurkan. Deklarasi New Delhi menyatakan Gugus Tugas Pembayaran BRICS akan melanjutkan pencarian solusi praktis untuk mendukung transaksi lintas batas.







