Thursday, June 11, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

IAI Soroti Tantangan Ekonomi dan Pajak 2026 Lewat Seminar Nasional di BEI

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
21 January 2026
in Ekbis
IAI Soroti Tantangan Ekonomi dan Pajak 2026 Lewat Seminar Nasional di BEI

Metapos.id, Jakarta – Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) menggelar Seminar Nasional bertema “Outlook Ekonomi dan Perpajakan Indonesia 2026: Tata Kelola dan Implikasinya bagi Dunia Usaha” yang berlangsung di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (20/1).

 

BACA JUGA

Harga BBM ASEAN Terbaru, Indonesia Masih Jadi yang Termurah

PLN Perpanjang Promo Diskon Tambah Daya 50 Persen hingga 23 Juni 2026

Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Kompartemen Akuntan Sektor Bisnis (KASB) dan Kompartemen Akuntan Perpajakan (KAPj) IAI, yang diselenggarakan melalui kolaborasi dengan PT Bursa Efek Indonesia. Seminar tersebut digelar sebagai respons atas dinamika ekonomi global dan domestik yang kian menantang, perubahan kebijakan fiskal, serta transformasi sistem perpajakan nasional yang berdampak langsung pada strategi dan tata kelola dunia usaha.

 

Melalui forum ini, IAI menegaskan komitmennya sebagai organisasi profesi akuntan dalam mendukung kebijakan pemerintah, khususnya di bidang perpajakan, dengan mendorong kepatuhan sukarela, transparansi, serta praktik bisnis yang berkelanjutan.

 

Seminar yang berlangsung pada pukul 14.00 hingga 17.00 WIB ini menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan, mulai dari pembuat kebijakan, ekonom, hingga praktisi korporasi. Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan RI, Bimo Wijayanto, hadir sebagai narasumber utama dan memaparkan arah kebijakan serta administrasi perpajakan tahun 2026. Ia menyoroti upaya penguatan basis pajak, peningkatan kepastian hukum, serta implementasi sistem Coretax yang terintegrasi dengan Customs–Excise Information System and Automation (CEISA) milik Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

 

Dari sisi makroekonomi, Senior Macro Strategist PT Samuel Sekuritas Indonesia, Fithra Faisal Hastiadi, menyampaikan proyeksi ekonomi global dan nasional tahun 2026, termasuk berbagai tantangan serta peluang strategis yang dapat dimanfaatkan oleh dunia usaha. Sementara perspektif korporasi disampaikan oleh Senior Chief Group Tax PT Astra International Tbk, Ivan Budiarnawan, yang membahas strategi dan tata kelola perpajakan perusahaan dalam menghadapi perubahan kebijakan.

 

Ketua KAPj IAI, Prof. John Hutagaol, menekankan bahwa kebijakan perpajakan merupakan bentuk kontrak sosial antara negara dan pelaku usaha. Menurutnya, arah perpajakan 2026 akan semakin menitikberatkan pada integrasi data, pengawasan berbasis risiko, serta keseimbangan antara kepastian hukum, keadilan, dan daya saing. Ia menilai peran akuntan perpajakan menjadi semakin penting dalam membantu manajemen mengambil keputusan yang prudent, patuh, dan berorientasi jangka panjang.

 

Sementara itu, Ketua KASB IAI, I Gede Nyoman Yetna, menyebut seminar ini relevan dengan kebutuhan pimpinan perusahaan dan pelaku pasar modal. Ia menilai isu ekonomi, bisnis, dan perpajakan kini tidak dapat dipisahkan dari praktik tata kelola korporasi modern, sehingga forum ini dirancang untuk mendukung pengambilan keputusan strategis, manajemen risiko, serta penguatan kepercayaan investor.

 

Seminar ini diikuti oleh para CEO dan CFO perusahaan tercatat, akuntan profesional, praktisi, serta pemangku kepentingan lainnya, dan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube resmi IAI. Melalui kegiatan ini, IAI berharap dapat mendorong terciptanya dialog strategis yang konstruktif antara pemerintah, dunia usaha, dan profesi akuntan demi memperkuat tata kelola korporasi serta sistem perpajakan nasional yang kredibel dan berkelanjutan.

Tags: Bursa Efek IndonesiaIAIIkatan Akuntan IndonesiaMetapos.id
Previous Post

SPPG Sindang Sari Klarifikasi Dugaan MBG Busuk di Lampung Utara, 11 Siswa Alami Mual dan Pusing

Next Post

Pergeseran Batas Negara, Tiga Desa di Nunukan Kini Masuk Wilayah Malaysia

Related Posts

Dubes RI Minta WNI Patuhi Aturan demi Wujudkan Bebas Visa Penuh ke Korea Selatan
Ekbis

Harga BBM ASEAN Terbaru, Indonesia Masih Jadi yang Termurah

10 June 2026
PLN Perpanjang Promo Diskon Tambah Daya 50 Persen hingga 23 Juni 2026
Ekbis

PLN Perpanjang Promo Diskon Tambah Daya 50 Persen hingga 23 Juni 2026

10 June 2026
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Berikut Daftar BBM Pertamina Terbaru 10 Juni 2026
Ekbis

Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Berikut Daftar BBM Pertamina Terbaru 10 Juni 2026

10 June 2026
Chatib Basri: Rupiah Loyo Berisiko Naikkan Harga Barang
Ekbis

Chatib Basri: Rupiah Loyo Berisiko Naikkan Harga Barang

9 June 2026
Apple Bocorkan Arah Pengembangan Software Generasi Berikutnya di WWDC 2026
Ekbis

Rupiah Tertekan, Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga Jadi 5,50 Persen

9 June 2026
Jakpro Gandeng Feel Good Network Kelola Naming Rights JIS
Ekbis

Jakpro Gandeng Feel Good Network Kelola Naming Rights JIS

9 June 2026
Next Post
Pergeseran Batas Negara, Tiga Desa di Nunukan Kini Masuk Wilayah Malaysia

Pergeseran Batas Negara, Tiga Desa di Nunukan Kini Masuk Wilayah Malaysia

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini