Saturday, November 7, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Gugatan Ijazah Gibran Masuk Sidang Perdana di MK Hari Ini

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
21 September 2026
in Nasional
Gugatan Ijazah Gibran Masuk Sidang Perdana di MK Hari Ini

Metapos.id, Jakarta — Mahkamah Konstitusi (MK) menjadwalkan sidang perdana perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden (PHPU) 2024 yang berkaitan dengan persyaratan ijazah SMA Gibran Rakabuming Raka, Senin (21/9/2026).

Perkara tersebut diajukan oleh Bonatua Silalahi, Denny Indrayana, serta sejumlah pemohon lainnya. Berdasarkan agenda MK, sidang pemeriksaan pendahuluan dijadwalkan berlangsung pada pukul 19.00 WIB.

BACA JUGA

Sebanyak 18 Tokoh Bakal Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional Tahun Ini

Komnas HAM Desak Pemerintah Jalankan 6 Rekomendasi Penanganan Karhutla

“Senin, 21 September 2026, 19:00 WIB. Perkara 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2024. Acara Pemeriksaan Pendahuluan (Penyampaian Permohonan Pemohon),” dikutip dari berbagai sumber, Senin (21/9/2026).

Menjelang persidangan, Denny Indrayana menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah bukti tambahan serta saksi untuk mendukung permohonan yang diajukan.

“Kami, 17 September lalu, permohonan sudah diregister dengan Nomor 1/PHPU.Pres-24-XXIV/2026, sidang pertama itu pemeriksaan pendahuluan pada Senin, 21 September 2026 pukul 19.00 WIB. Kami sudah mempersiapkan daftar alat bukti tambahan karena kita menemukan bukti tambahan baru, termasuk tidak adanya Pasal 18 ayat 3 dalam uji publik KPU dan rapat konsultasi DPR,” ujar Denny kepada wartawan, Minggu (20/9/2026).

Menurut Denny, setelah pemeriksaan pendahuluan, agenda berikutnya dijadwalkan berupa penyampaian jawaban dari pihak termohon pada Selasa (22/9/2026). Pihak yang menjadi termohon atau pemberi keterangan antara lain KPU, DKPP, dan Bawaslu.

Sementara itu, pihak terkait dapat menyampaikan jawaban pada agenda berikutnya. Menurut Denny, Gibran dapat menjadi pihak terkait apabila mengajukan diri dalam perkara tersebut.

“Keterangan dari KPU ini kalau Termohon dan pemberi keterangan, DKPP dan Bawaslu, kalau mereka mau memberi keterangan, yang tidak ada, kalau betul-betul tidak hadir adalah pihak terkait. Harusnya kesempatannya Rabu memberikan jawaban dari pihak terkait, siapa? Gibran. Namun, kalau Gibran tidak mengajukan diri ya tidak bisa,” tuturnya.

Denny menilai kehadiran Gibran sebagai pihak terkait dapat menjadi kesempatan untuk menyampaikan dokumen yang berkaitan dengan persyaratan pendidikan dalam perkara tersebut.

“Ada beberapa yang bersiap menjadi saksi, ada beberapa yang memberikan amicus curiae, Sahabat Peradilan, itu juga akan kita sampaikan. Setelah itu hakim akan RPH, Rapat Permusyawaratan Hakim, kalau hakim merasa ini perkara sudah lewat waktu dan lain-lain tidak cukup meyakinkan, bisa saja perkaranya didismiss, tidak dilanjutkan. Kita tentu mengetuk hati 9 hakim konstitusi, negarawan untuk memutuskan pemeriksaan lanjutan,” katanya.

Denny berharap MK melanjutkan pemeriksaan perkara untuk menguji bukti terkait persyaratan pendidikan Gibran. Ia menyatakan hasil pembuktian tersebut akan menjadi bagian dari proses pemeriksaan perkara yang diajukannya.

“Kita menggantungkan harapan, nasib, marwah, harkat, martabat negara, hukum Indonesia, penghormatan kita pada konstitusi, dan demokrasi kita sekarang pada harapan terakhir di MK, kepada 9 orang negarawan di MK. Kita berharap akan hadir keadilan konstitusional yang seadil-adilnya.”

Tags: Denny IndrayanaGibranijazahMahkamah KonstitusiMetapos.idMKPHPUPilpres 2024
Previous Post

Prabowo Dorong Sekolah Negeri Gratis, Mendikdasmen: Sudah Gratis Semua

Next Post

PM Qatar Peringatkan Eskalasi Timur Tengah

Related Posts

Sebanyak 18 Tokoh Bakal Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional Tahun Ini
Nasional

Sebanyak 18 Tokoh Bakal Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional Tahun Ini

6 November 2026
Komnas HAM Desak Pemerintah Jalankan 6 Rekomendasi Penanganan Karhutla
Nasional

Komnas HAM Desak Pemerintah Jalankan 6 Rekomendasi Penanganan Karhutla

6 November 2026
Gus Ipul Ungkap Kakek Prabowo Lolos Syarat Usulan Pahlawan Nasional 2026
Nasional

Gus Ipul Ungkap Kakek Prabowo Lolos Syarat Usulan Pahlawan Nasional 2026

5 November 2026
Bertemu Kapolri Suyudi, Ketua KY Bahas Keamanan Lingkungan Pengadilan
Nasional

Bertemu Kapolri Suyudi, Ketua KY Bahas Keamanan Lingkungan Pengadilan

5 November 2026
RUU Perampasan Aset Atur Pengembalian Harta Sitaan kepada Korban Penipuan
Nasional

RUU Perampasan Aset Atur Pengembalian Harta Sitaan kepada Korban Penipuan

5 November 2026
Bertemu Prabowo, Menbud Bahas Calon Penerima Gelar Pahlawan Nasional
Nasional

Bertemu Prabowo, Menbud Bahas Calon Penerima Gelar Pahlawan Nasional

5 November 2026
Next Post
PM Qatar Sheikh Mohammed memperingatkan Timur Tengah agar tidak terjebak siklus eskalasi usai perang AS-Israel-Iran berdampak pada keamanan dan ekonomi kawasan.

PM Qatar Peringatkan Eskalasi Timur Tengah

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini