Saturday, August 1, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Gubernur BI Perry Warjiyo Ungkap Faktor yang Dapat Menguatkan Nilai Tukar Rupiah

Afizahri by Afizahri
9 May 2024
in Ekbis
Gubernur BI Bula-bukaan soal Rencana Rupiah Digital

Jakarta , Metapos.id – Bank Indonesia (BI) menyampaikan terdapat beberapa faktor yang akan mendukung penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan, ada beberapa faktor yang akan mendukung penguatan nilai tukar rupiah yaitu yang pertama imbal hasil yield differential.

BACA JUGA

BEI Luncurkan Green Equity Designation bagi Perusahaan Tercatat

ASABRI Hadirkan Layanan Bernilai Tambah, Peserta Kini Nikmati Kemudahan Miliki Motor Yamaha

Kedua, lanjut Perry, premi risiko yang turun.

“Permi risiko yang turun terlihat dari Credit Default Swap (CDS) kredit 5 tahun per 7 Mei 2024 turun menjadi 69,9 sebelumnya diatas 70 indeksnya. CDS yang turun menunjukan premi risiko yang turun,” jelasnya dalam media briefing perkembangan ekonomi terkini, Rabu, 8 Mei.

Perry menyampaikan faktor ketiga yang akan menguatkan nilai tukar rupiah yaitu prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih baik dan faktor yang terakhir yaitu dari upaya Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

“Faktor tersebut akan mendukung penguatan nilai tukar rupiah, dan mestinya nilai tukar diupayakan turun dibawah Rp16.000,” ucapnya.

Lebih lanjut, Perry juga menyampaikan faktor lainnya yang akan mendorong rupiah dibawah Rp16.000 per dolar AS yaitu kembalinya masuk aliran modal asing ke pasar domestik.

Adapun aliran modal asing yang kembali masuk atau capital inflow pada keuangan domestik hingga pekan kedua Mei 2024 sebesar Rp22,84 triliun.

Perry menyampaikan, terdapat aliran modal asing yang kembali masuk ke dalam negeri setelah suku bunga acuan atau BI-Rate naik pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) April 2024 lalu.

Menurut Perry, masuknya aliran modal asing tersebut juga membuktikana pasar investor dalam negeri dan luar negeri menyambut positif dengan keputusan kenaikan BI-Rate dan kenaikan SRBI.

“Ini menunjukkan bahwa keputusan kita menaikan BI-Rate dan suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) meningkatkan confident pasar sehingga menarik aliran modal portofolio,” ucapnya dalam media briefing perkembangan ekonomi terkini, Rabu 8 Mei.

Dia memerinci, aliran modal asing yang masuk di SRBI hingga minggu kedua bulan Mei 2024 mencapai Rp19,77 triliun, terdiri dari minggu pertama sebesar Rp16,19 triliun dan pada pekan kedua Mei 2024 Rp3,58 triliun.

Selanjutnya aliran masuk juga terjadi pada pasar Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp8,1 triliun dengan rincian pada pekan pertama Mei 2024 sebesar Rp5,74 triliun dan Rp2,36 triliun pada pekan kedua Mei 2024.

Perry menyampaikan terdapat aliran modal asing yang keluar atau capital outflow pada saham.

“Kalau saham minggu pertama dan kedua masih terjadi outflow Rp 5,03 triliun, sehingga total portfolio inflow minggu pertama dan kedua Mei 2024 jumlahnya Rp 22,84 triliun,” jelasnya.

Namun, Perry meyakini, kondisi saham kedepan akan lebih baik, berkaitan dengan prospek pertumbuhan ekonomi dan inflasi yang lebih moderat ke depannya.

Selain itu, Perry menyampaikan aliran modal asing portfolio akan ditentukan oleh tiga hal pada cover interest rate parity (CIRP) yaitu yield differential, risk premium (premi risiko), dan prospek ekonomi.

“Dengan menaikkan BI-Rate dan SRBI, yield differential kita menjadi lebih menarik, dan itu mendorong aliran modal asing masuk,” ujar Perry.

Tags: Bank IndonesiaGubernur bank IndonesiaMetapos.id
Previous Post

Proyek Gasifikasi Batu Bara Berjalan Lambat, Bos PTBA Buka Suara

Next Post

Garuda Indonesia akan Terbangkan 109.072 Calon Jemaah Haji 2024

Related Posts

BEI Luncurkan Green Equity Designation bagi Perusahaan Tercatat
Ekbis

BEI Luncurkan Green Equity Designation bagi Perusahaan Tercatat

31 July 2026
ASABRI Hadirkan Layanan Bernilai Tambah, Peserta Kini Nikmati Kemudahan Miliki Motor Yamaha
Ekbis

ASABRI Hadirkan Layanan Bernilai Tambah, Peserta Kini Nikmati Kemudahan Miliki Motor Yamaha

31 July 2026
Bukalapak Catat Adjusted EBITDA Positif Sepanjang Semester I 2026
Ekbis

Bukalapak Catat Adjusted EBITDA Positif Sepanjang Semester I 2026

30 July 2026
Kementerian ESDM menyebut proyek LNG Abadi Masela menjadi bukti pemerataan pembangunan dari Indonesia Timur sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Ekbis

LNG Abadi Masela Perkuat Ketahanan Energi dan Dorong Ekonomi Indonesia Timur

29 July 2026
Bank Mandiri Taspen Tingkatkan Layanan Pensiun Lewat Sinergi dengan Pemprov Jabar
Ekbis

Bank Mandiri Taspen Tingkatkan Layanan Pensiun Lewat Sinergi dengan Pemprov Jabar

29 July 2026
RDN Nasabah Diduga Raib, Paramitra Alfa Sekuritas Gugat BCA di PN Jakarta Pusat
Ekbis

RDN Nasabah Diduga Raib, Paramitra Alfa Sekuritas Gugat BCA di PN Jakarta Pusat

27 July 2026
Next Post
Garuda Indonesia Berhasil Uji Terbang Pakai Avtur dari Campuran Minyak Sawit

Garuda Indonesia akan Terbangkan 109.072 Calon Jemaah Haji 2024

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini