Thursday, October 29, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Gapmmi Ingin Impor Susu untuk Program Makan Bergizi, Ini Kata Menko Airlangga

Rizki Meirino by Rizki Meirino
24 July 2024
in Ekbis
Airlangga Laporan ke Jokowi: Pertumbuhan Ekonomi Diramal Melambat di 2023

Jakarta , Metapos.id – Pemerintah ungkap ketersediaan pasokan susu di dalam negeri saat ini berasal dari impor dari New Zealand untuk memenuhi kebutuhan di Tanah Air.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pasokan susu dalam negeri belum dapat memenuhi kebutuhan. Oleh sebab itu pemerintah melakukan impor susu dari New Zealand untuk memenuhi kebutuhan susu di Tanah Air.

BACA JUGA

BUMA School Sertifikasi 170 Siswa SMK lewat BNSP

BEI Perkuat Fondasi Demutualisasi, Bidik 10 Besar Bursa Dunia

“Industri susu sekarang kan juga kita impor dari new zealand,” ujarnya kepada awak media di Jakarta, Rabu, 24 Juli.

Airlangga menyampaikan belum melakukan pembahasan lebih detail terkait ketersediaan kebutuhan susu yang dibutuhkan dalam progam makan bergizi gratis.

“Ya program (makan) bergizi (gratis) kan kita belum bahas detail mengenai susu,” jelasnya.

Selain itu beberapa waktu lalu, Airlangga telah melakukan pertemuan dengan Menteri Perdagangan Inggris The Rt. Hon. Greg Hands MP di Kantor Departemen Bisnis dan Perdagangan.

Airlangga mengatakan dalam pertemuan tersebut Menteri Greg mengharapkan perdagangan produk susu dan turunannya dalam kerangka JETCO yang masih dirasakan masalah dalam pendaftaran karena membutuhkan waktu lama, selain penerapan Sanitary and Phytosanitary (SPS).

Dia menegaskan, Indonesia tengah melakukan deregulasi yang menekankan mekanisme lebih mudah untuk pendaftaran produk susu dan turunannya.

“Upaya ini untuk mendukung naiknya permintaan produk susu dan turunannya dengan program pemerintah baru, yakni susu gratis untuk siswa,” kata Airlangga dalam keterangan resminya.

Sebelumnya, Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman mengungkapkan, bahwa pasokan susu dalam negeri belum bisa memenuhi kebutuhan program tersebut.

“Sementara menurut saya mau tidak mau (harus impor), sambil benahi di hulu-nya,” ujar Adhi kepada wartawan, dikutip Selasa, 23 Juli.

Adhi menyebut, saat ini produksi susu dalam negeri telah sepenuhnya diserap untuk kebutuhan konsumsi nasional. Bahkan, dia mencatat hal itu masih kurang karena sekitar 80 persen kebutuhan masih dipasok dari impor.

Menurutnya, rencana impor sapi perah ke Indonesia jadi satu langkah yang sulit. Sebab, hanya ada beberapa wilayah di Indonesia yang cocok sebagai sentra produksi susu.

“Sekarang produksi lokal sudah 100 persen diserap, tapi masih kurang. Makanya ada program katanya mau menambah sapi. Tapi, kan, tidak mudah. Karena Indonesia itu termasuk negara tropis yang tidak punya lapangan luas,” katanya.

Dengan kendala yang ada tersebut, Adhi menilai, produksi susu di Indonesia kalah jauh dari negara lain. Sebut saja ada Australia dan Eropa yang tiap peternakan sapi perah mampu menghasilkan hingga 50 liter susu per hari.

“Kalau di Australia atau eropa, produktivitasnya per hari itu bisa 40-50 liter. Di sini rata-rata peternak itu sekitar 12-15 liter, perusahaan-perusahaan yang sudah cukup besar kayak Greenfields dan sebagainya bisa sekitar 20-25 liter. Enggak ada yang 30 liter, masih mendingan lah,” ucap Adhi.

“Tapi, sebagian besar peternak kami adalah peternak rakyat yang produktivitasnya rendah karena memang cuaca yang tidak cocok dan lain sebagainya,” tambahnya.

Sementara itu, Adhi mengakui beberapa perusahaan anggota Gapmmi ada yang diajak untuk melakukan impor sapi perah. Namun, dia menilai masih banyak aspek yang jadi pertimbangan untuk merealisasikannya.

“Ya beberapa produsen anggota Gapmmi diminta untuk mendukung program pengadaan sapi. Tapi, memang banyak hal yang harus dipersiapkan, tidak bisa serta merta seperti itu,” pungkasnya.

Tags: GAPMMIImpor susuMenko AirlanggaMetapos.idProgram makan
Previous Post

Peringati Hari Anak Nasional 2024,  ASABRI berpartisipasi mempercepat penurunan angka Anak Stunting di Kota Serang 

Next Post

Angkasa Pura Bakal Ganti Nama saat Merger, Begini Bocorannya

Related Posts

BUMA School Sertifikasi 170 Siswa SMK lewat BNSP
Ekbis

BUMA School Sertifikasi 170 Siswa SMK lewat BNSP

28 October 2026
BEI Perkuat Fondasi Demutualisasi, Bidik 10 Besar Bursa Dunia
Ekbis

BEI Perkuat Fondasi Demutualisasi, Bidik 10 Besar Bursa Dunia

28 October 2026
AstyFarm mencatat pertumbuhan nilai transaksi 52% di Tokopedia dan TikTok Shop, menjangkau 42 kota, serta memperluas lahan produksi menjadi 12 hektare.
Ekbis

AstyFarm Tembus 42 Kota, Perluas Lahan Produksi

27 October 2026
Belanda Targetkan Penghematan 3,5 Miliar Euro lewat AI
Ekbis

Konser Ye di Jakarta Dongkrak Ekonomi hingga Rp600 Miliar

27 October 2026
BUKA Group kembali menghadirkan PUJAAN Vol. 5 untuk memperkuat literasi keuangan, keamanan digital, dan akses permodalan bagi pelaku UMKM.
Ekbis

Bukalapak Umumkan Pemenang Kompetisi Modal PUJAAN Vol. 5

27 October 2026
Staffinc menghadirkan solusi tenaga kerja berorientasi hasil melalui rekrutmen, pelatihan, supervisi, serta pemanfaatan teknologi dan data untuk mendukung kinerja perusahaan.
Ekbis

Staffinc Siapkan Solusi Tenaga Kerja untuk 2027

27 October 2026
Next Post
Angkasa Pura II Catat Rute Tersibuk di Bandara Soetta

Angkasa Pura Bakal Ganti Nama saat Merger, Begini Bocorannya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini