Metapos.id, Jakarta – AstyFarm, produsen tomat ceri lokal yang menghadirkan Cherry Tomato Stevia, mencatat pertumbuhan nilai transaksi sebesar 52% pada kuartal III/2026 dibandingkan kuartal sebelumnya. Sejak bergabung dengan Tokopedia dan TikTok Shop pada Februari 2026, produk AstyFarm kini telah menjangkau konsumen di 42 kota di Indonesia.
Pertumbuhan bisnis tersebut turut mendorong AstyFarm memperluas lahan produksi dari semula 2 hektare menjadi 12 hektare. Perusahaan ini juga mendukung 300 pekerja, termasuk 150 petani lokal yang di antaranya merupakan ibu rumah tangga di sekitar area perkebunan.
Perjalanan AstyFarm berawal dari pengalaman pendirinya, Asty Ananta, saat bepergian ke Korea Selatan dan Jepang. Ia menemukan tomat ceri dengan rasa manis alami dan tekstur renyah yang menginspirasinya untuk menghadirkan produk serupa di Indonesia. Pada 2024, PT Asty Farm Indonesia meluncurkan Cherry Tomato Stevia, yaitu tomat ceri dengan stevia tanpa tambahan gula.
Setelah mengandalkan supermarket sebagai kanal penjualan utama, AstyFarm melihat peluang untuk memperluas pasar melalui kanal digital. Pada Februari 2026, perusahaan mulai memanfaatkan Tokopedia dan TikTok Shop melalui video pendek, interaksi langsung lewat fitur LIVE Shopping, serta rekomendasi affiliate creator untuk memperkenalkan produk kepada audiens baru.
“Sejak awal, kami ingin menghadirkan pengalaman baru menikmati tomat ceri bagi konsumen Indonesia. Melalui Tokopedia dan TikTok Shop, kami dapat memperkenalkan Cherry Tomato Stevia melalui konten digital, berinteraksi langsung dengan konsumen melalui fitur LIVE shopping, serta menjangkau audiens baru melalui affiliate creator. Dukungan ekosistem Tokopedia dan TikTok Shop membantu kami memperluas akses pasar dan mendorong pertumbuhan bisnis, sekaligus membawa produk lokal lebih dekat kepada konsumen di berbagai daerah,” ujar Asty Ananta, Chief Visionary Officer AstyFarm.
Bagi AstyFarm, memperkenalkan produk yang belum banyak dikenal membutuhkan pendekatan yang dapat membantu konsumen memahami keunikannya. Melalui konsep Discovery Commerce, konten digital menjadi sarana untuk memperkenalkan produk, menjawab pertanyaan konsumen, dan mempermudah mereka menemukan produk yang sesuai dengan minat.
Asty Ananta mengatakan, konten tidak hanya berfungsi sebagai sarana promosi, tetapi juga membantu konsumen mengenal produk baru dan memahami karakteristiknya sebelum membeli.
“Video pendek membantu kami menceritakan keunikan produk, sedangkan sesi LIVE shopping memberi kesempatan untuk berinteraksi langsung dan menjawab rasa ingin tahu konsumen. Ketika tertarik, mereka juga bisa langsung menemukan dan membeli produk melalui Tokopedia dan TikTok Shop. Inilah kekuatan Discovery Commerce: membantu konsumen menemukan sesuatu yang baru, mengenalnya lebih jauh, lalu mengambil keputusan untuk membeli,” ujarnya.
Tren belanja melalui konten juga terlihat dari data internal Tokopedia dan TikTok Shop. Pada kuartal I/2026, jumlah pesanan yang dihasilkan melalui sesi LIVE oleh penjual dan affiliate creator meningkat 59% dibandingkan kuartal I/2025. Sementara itu, pesanan dari video pendek tumbuh 135% pada periode yang sama.
Pertumbuhan juga tercatat pada kategori makanan dan minuman atau Food & Beverage (F&B). Pada kuartal III/2026, kategori F&B di Tokopedia dan TikTok Shop tumbuh 30% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Jumlah penjual dalam kategori tersebut juga meningkat 45% secara tahunan.
Perkembangan ini menunjukkan semakin besarnya aktivitas perdagangan digital di kategori F&B sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas jangkauan pasar melalui kanal daring.
Untuk mendukung pertumbuhan bisnis lokal, Tokopedia dan TikTok Shop juga mengembangkan program #BeliLokal yang diluncurkan pada 2023 bersama Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Program ini ditujukan untuk membantu pelaku usaha meningkatkan kapabilitas, memperluas visibilitas produk, dan menjangkau konsumen baru melalui edukasi, pelatihan, serta pemanfaatan fitur digital seperti video pendek dan LIVE Shopping.
Cut Dartina Rinatha, Local Business Empowerment Tokopedia & TikTok Shop Indonesia, mengatakan AstyFarm menunjukkan bagaimana pelaku usaha lokal dapat memanfaatkan teknologi digital untuk memperkenalkan produk dan menjangkau pasar yang lebih luas.
“AstyFarm menunjukkan bagaimana pelaku usaha lokal dapat memanfaatkan teknologi digital untuk memperkenalkan produk, berinteraksi dengan konsumen, dan menjangkau pasar yang lebih luas. Melalui Discovery Commerce, konten seperti video pendek dan sesi LIVE Shopping membantu konsumen menemukan produk yang mungkin belum pernah mereka kenal sebelumnya, sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk menonjolkan keunikan produknya. Melalui #BeliLokal, kami ingin membantu lebih banyak pelaku usaha lokal meningkatkan kapabilitas, memperluas visibilitas produk, dan mengembangkan bisnis secara berkelanjutan, sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga oleh masyarakat di sekitarnya.”
Bagi AstyFarm, perkembangan bisnis tidak hanya terlihat dari pertumbuhan transaksi dan perluasan jangkauan pasar. Ekspansi lahan produksi menjadi 12 hektare serta keterlibatan 300 pekerja, termasuk 150 petani lokal, turut memperlihatkan dampak usaha terhadap masyarakat di sekitar area perkebunan.
Untuk mendukung pelaku usaha lokal menjangkau lebih banyak konsumen, Tokopedia dan TikTok Shop turut menghadirkan kampanye Promo Guncang 11.11 dengan berbagai penawaran hingga 11 November 2026.
Di Tokopedia, konsumen dapat menikmati Flash Sale, voucher diskon hingga Rp50.000, serta program Misi Toped dan War Traktiran dengan total hadiah Rp2 miliar. Sementara itu, TikTok Shop menghadirkan Panglima Promo dengan total hadiah Rp1 miliar, voucher belanja hingga Rp11.000, dan voucher gratis ongkir.
Berbagai penawaran tersebut diharapkan memberikan nilai tambah bagi konsumen sekaligus membuka peluang bagi penjual untuk mendorong penjualan selama periode kampanye 11.11.







