Metapos.id, Jakarta — Seekor anak gajah sumatra ditemukan meninggal dunia di dalam sebuah lubang di kawasan konsesi PT Lestari Asri Jaya (LAJ), Kabupaten Tebo, Jambi.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi bersama Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Kehutanan Sumatera kemudian melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kematian satwa yang dilindungi tersebut.
“Proses penyelidikan masih berjalan, kami tidak berani menyimpulkan terlebih dahulu karena itu melampaui kewenangan, dan pengujian laboratorium masih berlanjut,” kata Kepala BKSDA Jambi Himawan Sasongko, dari berbagai sumber, Minggu (4/10/26).
Satwa jantan tersebut ditemukan oleh petugas BKSDA pada akhir Agustus 2026. Anak gajah itu diperkirakan masih berusia kurang dari dua tahun.
Himawan mengatakan proses pemeriksaan belum selesai. BKSDA Jambi dan Gakkum Kehutanan Sumatera masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan faktor yang menyebabkan kematian gajah tersebut.
Pemeriksaan sampel oleh Institut Pertanian Bogor (IPB) menunjukkan hasil negatif terhadap elephant endotheliotropic herpesvirus (EEHV), salah satu virus yang dapat menyerang anak gajah.
Sementara itu, pemeriksaan histopatologi awal oleh Balai Besar Veteriner Bogor menemukan adanya kandungan asing yang tidak ditemukan dalam sumber makanan alami gajah.
Namun, BKSDA belum mengungkap jenis zat yang ditemukan tersebut. Informasi mengenai kandungan itu masih dirahasiakan karena berkaitan dengan proses penyelidikan yang sedang berlangsung.
BKSDA Jambi juga masih menunggu hasil pemeriksaan tambahan dari Balai Veteriner Bukittinggi. Hasil tersebut nantinya akan dibandingkan dengan temuan laboratorium dari Bogor.
“Kami belum bisa menyebutkan jenis zatnya demi kepentingan penyelidikan agar tidak menghilangkan barang bukti,” ujarnya.






