Sunday, October 4, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Gajah Muda Mati di Konsesi Jambi, Penyebabnya Masih Misterius

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
4 October 2026
in News
Gajah Muda Mati di Konsesi Jambi, Penyebabnya Masih Misterius

Metapos.id, Jakarta — Seekor anak gajah sumatra ditemukan meninggal dunia di dalam sebuah lubang di kawasan konsesi PT Lestari Asri Jaya (LAJ), Kabupaten Tebo, Jambi.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi bersama Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Kehutanan Sumatera kemudian melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kematian satwa yang dilindungi tersebut.

BACA JUGA

Kisah Pemuda Natuna di Rusia, Diduga Jadi Tentara Bayaran hingga Tewas

Pramono Punya Target 5 Tahun, Kabel Semrawut Jakarta Bakal Ditata

“Proses penyelidikan masih berjalan, kami tidak berani menyimpulkan terlebih dahulu karena itu melampaui kewenangan, dan pengujian laboratorium masih berlanjut,” kata Kepala BKSDA Jambi Himawan Sasongko, dari berbagai sumber, Minggu (4/10/26).

Satwa jantan tersebut ditemukan oleh petugas BKSDA pada akhir Agustus 2026. Anak gajah itu diperkirakan masih berusia kurang dari dua tahun.

Himawan mengatakan proses pemeriksaan belum selesai. BKSDA Jambi dan Gakkum Kehutanan Sumatera masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan faktor yang menyebabkan kematian gajah tersebut.

Pemeriksaan sampel oleh Institut Pertanian Bogor (IPB) menunjukkan hasil negatif terhadap elephant endotheliotropic herpesvirus (EEHV), salah satu virus yang dapat menyerang anak gajah.

Sementara itu, pemeriksaan histopatologi awal oleh Balai Besar Veteriner Bogor menemukan adanya kandungan asing yang tidak ditemukan dalam sumber makanan alami gajah.

Namun, BKSDA belum mengungkap jenis zat yang ditemukan tersebut. Informasi mengenai kandungan itu masih dirahasiakan karena berkaitan dengan proses penyelidikan yang sedang berlangsung.

BKSDA Jambi juga masih menunggu hasil pemeriksaan tambahan dari Balai Veteriner Bukittinggi. Hasil tersebut nantinya akan dibandingkan dengan temuan laboratorium dari Bogor.

“Kami belum bisa menyebutkan jenis zatnya demi kepentingan penyelidikan agar tidak menghilangkan barang bukti,” ujarnya.

Tags: BKSDA Jambigajah sumatrakematian gajahKonservasiMetapos.idpenyelidikansatwa dilindungiTebo
Previous Post

Saat Kakak dan Adik Bertengkar, Ini Peran Orang Tua

Related Posts

Kisah Pemuda Natuna di Rusia, Diduga Jadi Tentara Bayaran hingga Tewas
News

Kisah Pemuda Natuna di Rusia, Diduga Jadi Tentara Bayaran hingga Tewas

30 September 2026
Pramono Punya Target 5 Tahun, Kabel Semrawut Jakarta Bakal Ditata
News

Pramono Punya Target 5 Tahun, Kabel Semrawut Jakarta Bakal Ditata

30 September 2026
Pentolan OPM Tewas di Intan Jaya, TNI Ungkap Awal Kontak Tembak
News

Pentolan OPM Tewas di Intan Jaya, TNI Ungkap Awal Kontak Tembak

30 September 2026
Propam Usut Kematian Pemuda Diduga Tertembak di Makassar
News

Propam Usut Kematian Pemuda Diduga Tertembak di Makassar

28 September 2026
Badan Geologi Ungkap Risiko Blue Fire di Papandayan
News

Badan Geologi Ungkap Risiko Blue Fire di Papandayan

28 September 2026
Dishub DKI Kaji Ganjil Genap, Pelaku Usaha Minta Fleksibilitas
News

Dishub DKI Kaji Ganjil Genap, Pelaku Usaha Minta Fleksibilitas

27 September 2026
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini