Sunday, October 25, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Empat Gunung Api Erupsi Bersamaan, Ahli Ungkap Penyebabnya

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
8 September 2026
in Nasional
Empat Gunung Api Erupsi Bersamaan, Ahli Ungkap Penyebabnya

Metapos.id, Jakarta — Aktivitas vulkanik di sejumlah wilayah Indonesia meningkat dalam beberapa hari terakhir. Empat gunung api bahkan mengalami erupsi pada waktu yang berdekatan.

Keempat gunung tersebut adalah Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Gunung Semeru di Jawa Timur, Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur, dan Gunung Ibu di Maluku Utara. Erupsi terjadi pada Minggu (6/9/2026).

BACA JUGA

Cegah Masalah Layanan, Kemenhaj Perketat Pengawasan Haji

Upah Minimum 2027 Disiapkan, Mampukah Pekerja Hidup Lebih Layak?

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kemungkinan adanya hubungan antara aktivitas vulkanik keempat gunung api tersebut.

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjelaskan bahwa erupsi beberapa gunung api dalam waktu yang sama bukan merupakan kejadian yang luar biasa.

Indonesia berada di kawasan Cincin Api Pasifik sehingga memiliki banyak gunung api aktif. Dengan kondisi tersebut, aktivitas erupsi pada beberapa gunung secara bersamaan dapat terjadi secara alami.

“Beberapa gunung api dapat erupsi pada hari yang sama secara alami,” bunyi unggahan Badan Geologi, Senin (7/9/2026).

“Ini tidak otomatis berarti ada satu fenomena besar yang menghubungkan semuanya,” sambung Badan Geologi dalam unggahannya.

Badan Geologi juga menjelaskan bahwa setiap gunung api mempunyai sistem dan karakteristik vulkanik masing-masing. Karena itu, aktivitas yang terjadi pada satu gunung tidak dapat langsung dikaitkan dengan aktivitas gunung lainnya.

Erupsi sendiri merupakan bagian dari dinamika gunung api. Intensitasnya pun berbeda-beda, mulai dari aktivitas kecil hingga erupsi dengan skala yang lebih besar.

Hal yang menjadi perhatian utama adalah perubahan aktivitas dibandingkan kondisi normal sebelumnya. Pemantauan terhadap pola kegempaan, tekanan, gas, maupun material vulkanik menjadi penting untuk melihat perkembangan aktivitas gunung.

“Erupsi beberapa gunung api yang terjadi pada hari yang sama merupakan aktivitas vulkanis yang alami dan tidak saling memicu satu dan yang lainnya,” bunyi kesimpulan Badan Geologi dalam unggahannya.

Ahli Jelaskan Fenomena Empat Gunung Erupsi

Ahli gempa dari Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Daryono, turut memberikan penjelasan mengenai erupsi yang terjadi dalam waktu berdekatan tersebut.

Menurutnya, aktivitas empat gunung api tersebut merupakan bagian dari dinamika tektonik yang berlangsung di kawasan Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik.

“Fenomena erupsi simultan pada empat gunung api di Indonesia pada 6 September 2026, yakni Gunung Anak Krakatau, Gunung Semeru, Gunung Ili Lewotolok, dan Gunung Ibu merupakan manifestasi dinamika tektonik global di wilayah ring of fire,” ujar Daryono dalam keterangan yang diterima Kompas.com, Minggu (6/9/2026).

Daryono menerangkan bahwa posisi Indonesia berada di wilayah pertemuan sejumlah lempeng tektonik. Beberapa di antaranya adalah Lempeng Indo-Australia, Pasifik, dan Filipina yang berinteraksi dengan Lempeng Eurasia.

Meski aktivitas empat gunung tersebut meningkat dalam waktu yang berdekatan, kondisi itu tidak menunjukkan bahwa satu erupsi menyebabkan gunung lainnya ikut meletus.

Secara geologi, tidak terdapat satu saluran magma bawah tanah yang menjadi penghubung langsung antara dapur magma keempat gunung tersebut.

Menurut Daryono, masing-masing gunung mempunyai sistem vulkanik tersendiri. Erupsi dapat terjadi ketika tekanan magma dan fluida di dalam sistem gunung api mengalami peningkatan hingga mencapai kondisi kritis.

“Perbedaan ketinggian kolom abu dari masing-masing erupsi mencerminkan variasi dinamika erupsi, tingkat viskositas magma, serta kandungan gas vulkanik,” jelas Daryono.

Tags: Badan GeologiCincin Api Pasifikerupsi gunung apiGunung Anak KrakatauGunung IbuGunung SemeruIli LewotolokMetapos.id
Previous Post

Penyeberangan Merak-Bakauheni Normal, AHY Pastikan Tak Ada Tsunami

Next Post

Gerindra Ingatkan AHY Fokus Kerja, Pemilu 2029 Masih Lama

Related Posts

Kemenhaj menyiapkan pedoman pengawasan haji reguler untuk memastikan layanan sesuai kontrak, melindungi keselamatan, dan memenuhi hak jemaah.
Nasional

Cegah Masalah Layanan, Kemenhaj Perketat Pengawasan Haji

23 October 2026
Upah Minimum 2027 Disiapkan, Mampukah Pekerja Hidup Lebih Layak?
Nasional

Upah Minimum 2027 Disiapkan, Mampukah Pekerja Hidup Lebih Layak?

23 October 2026
357,5 Hektare Lahan Raja Ampat Terbakar, Pemadaman Berlanjut
Nasional

357,5 Hektare Lahan Raja Ampat Terbakar, Pemadaman Berlanjut

22 October 2026
Prabowo Tak Mau Rakyat Terus Miskin Selama Dirinya Memimpin
Nasional

Prabowo Tak Mau Rakyat Terus Miskin Selama Dirinya Memimpin

22 October 2026
Evident Institute: Dialog Dua Arah Kunci Komunikasi Pemerintah
Nasional

Evident Institute: Dialog Dua Arah Kunci Komunikasi Pemerintah

22 October 2026
MBG Prasmanan Diharapkan Kurangi Sisa Makanan dan Jaga Kualitas Gizi
Nasional

MBG Prasmanan Diharapkan Kurangi Sisa Makanan dan Jaga Kualitas Gizi

22 October 2026
Next Post
Gerindra Ingatkan AHY Fokus Kerja, Pemilu 2029 Masih Lama

Gerindra Ingatkan AHY Fokus Kerja, Pemilu 2029 Masih Lama

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini