• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Thursday, March 12, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Metapos
No Result
View All Result
Home Hukum & Kriminal

Di Persidangan Korupsi Chromebook, Nadiem Makarim Klarifikasi Pesan WhatsApp dan Kewenangan Pengadaan

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
12 March 2026
in Hukum & Kriminal
Di Persidangan Korupsi Chromebook, Nadiem Makarim Klarifikasi Pesan WhatsApp dan Kewenangan Pengadaan
Share on FacebookShare on Twitter

Metapos.id, Jakarta – Nadiem Makarim hadir sebagai saksi mahkota dalam persidangan dugaan korupsi pengadaan Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) pada Selasa (10/3/2026). Dalam keterangannya, mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi itu membantah tuduhan konspirasi serta menjelaskan sejumlah hal yang menjadi sorotan dalam dakwaan.

Dalam sidang tersebut, Nadiem menegaskan bahwa selama menjabat sebagai menteri di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, fokus utamanya adalah transformasi digital ekosistem pendidikan melalui perangkat lunak, bukan pengadaan perangkat keras.

Ia juga membantah tuduhan persekongkolan dengan para terdakwa dalam perkara tersebut. Menurutnya, tidak pernah ada pertemuan rahasia untuk merancang konspirasi sebagaimana yang dituduhkan.

“Tidak ada sama sekali. Dan tidak ada kayak di dunia lain di mana kita bertemu secara rahasia di masa COVID untuk melakukan persekongkolan ini… Jadi ini Pasal 55 kan menyandera kita seolah-olah kita melakukan komplotan, sedangkan mana buktinya? Saya ini kebingungan sekali,” ujar Nadiem dalam persidangan.

Nadiem menjelaskan bahwa proses persiapan hingga pelaksanaan pengadaan, termasuk penentuan spesifikasi sistem operasi (operating system/OS), sepenuhnya didelegasikan kepada Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan tingkat direktur jenderal, bukan diputuskan di level menteri.

Selain itu, ia juga menjelaskan mengenai pembentukan tim teknologi di kementerian yang menurutnya dilakukan untuk menjalankan arahan Presiden pada 2020 terkait percepatan transformasi pendidikan berbasis teknologi.

Menurut Nadiem, sejumlah profesional teknologi yang direkrut ke kementerian bergabung dengan semangat pengabdian kepada negara. Ia menyebut beberapa talenta bahkan rela mengurangi penghasilan mereka untuk ikut berkontribusi dalam program transformasi digital.

“Saya ingin menunjukkan juga kepada semua peserta yang hadir di situ bahwa anak-anak muda ini bergabung untuk mengabdi juga. Dengan buktinya adalah mereka mengorbankan hampir setengah daripada gaji mereka untuk membantu negara kita,” katanya.

Dalam persidangan tersebut, Nadiem juga memberikan klarifikasi terkait tiga poin percakapan WhatsApp yang sempat dijadikan bagian dari dakwaan.

Pernyataan “remove humans and replace with software” menurutnya merujuk pada upaya mengotomatisasi pekerjaan birokrasi yang sebelumnya dilakukan secara manual agar lebih efisien dari sisi waktu dan anggaran, termasuk melalui aplikasi ARKAS dan MARKAS.

Kemudian, kalimat “find internal change agents and empower them” dimaksudkan untuk menemukan talenta di dalam kementerian yang dinilai memiliki integritas dan kemampuan, lalu memberi mereka peran penting dalam proyek transformasi.

Sementara itu, pernyataan “bring in fresh blood from outside” disebutnya sebagai upaya menghadirkan kolaborasi dengan pihak eksternal, termasuk organisasi masyarakat dan yayasan melalui program seperti Program Organisasi Penggerak (POP).

Nadiem juga menegaskan bahwa sejak awal menjabat sebagai menteri, ia telah mundur dari Gojek dan mendelegasikan hak suaranya kepada para pendiri lainnya demi menghindari konflik kepentingan.

Di luar ruang sidang, Nadiem turut menyoroti sejumlah pertanyaan dari Jaksa Penuntut Umum yang membahas riwayat bisnisnya di Gojek pada periode 2015 hingga 2019. Ia menilai pertanyaan tersebut tidak memiliki kaitan langsung dengan perkara pengadaan Chromebook yang sedang disidangkan.

“Saya pun tidak mengerti kenapa ditanyakan pertanyaan-pertanyaan mengenai saya dari tahun 2015 sampai 2018 ini hubungannya di mana?” pungkasnya.

Premium WordPress Themes Download
Free Download WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Download WordPress Themes
lynda course free download
download samsung firmware
Download Premium WordPress Themes Free
lynda course free download
Tags: ChromebookKasus ChromebookNadiem Makarimsaksi mahkota
Rahmat Herlambang

Rahmat Herlambang

Related Posts

Nadiem Bantah Isu Penghasilan Rp6 Triliun, Sebut Salah Tafsir Data SPT

Nadiem Bantah Isu Penghasilan Rp6 Triliun, Sebut Salah Tafsir Data SPT

by Rahmat Herlambang
9 March 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim memberikan klarifikasi terkait isu lonjakan penghasilan sebesar...

Pengadaan Chromebook Disidangkan, Prinsipal dan Distributor Bantah Tuduhan Keuntungan Besar

Pengadaan Chromebook Disidangkan, Prinsipal dan Distributor Bantah Tuduhan Keuntungan Besar

by Desti Dwi Natasya
6 March 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Persidangan lanjutan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook kembali menghadirkan sejumlah saksi yang memberikan keterangan terkait proses...

Tak Terbukti Mark-Up, Sidang Beberkan 85% Chromebook Masih Digunakan hingga 2025

Tak Terbukti Mark-Up, Sidang Beberkan 85% Chromebook Masih Digunakan hingga 2025

by Rahmat Herlambang
4 March 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Persidangan lanjutan perkara pengadaan laptop Chromebook kembali mengungkap sejumlah fakta baru terkait isu harga dan dugaan kerugian...

Sidang Chromebook Ungkap Fakta Baru, Saksi Tegaskan Tak Ada Dana Mengalir ke Nadiem

Sidang Chromebook Ungkap Fakta Baru, Saksi Tegaskan Tak Ada Dana Mengalir ke Nadiem

by Rahmat Herlambang
25 February 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Sidang lanjutan perkara pengadaan laptop Chromebook pada 23 Februari 2026 menghadirkan sejumlah fakta penting di persidangan. Keterangan...

Next Post
Di Tengah Konflik Timur Tengah, Puan Maharani Tekankan Evaluasi Haji 2026

Di Tengah Konflik Timur Tengah, Puan Maharani Tekankan Evaluasi Haji 2026

Recommended.

Bank Indonesia Sebut Nilai Tukar Rupiah Paling Stabil di Dunia

BI Komitmen Pengendalian Inflasi Bersama Pemerintah

25 July 2023
BSI Resmikan Masjid di Bakauheni, Perkuat Kontribusi untuk Pertumbuhan Ekonomi

BSI Resmikan Masjid di Bakauheni, Perkuat Kontribusi untuk Pertumbuhan Ekonomi

18 March 2023

Trending.

Bintang Porno Lana Rhoades Minta 400 Video Dihapus Demi Lindungi Anak

Bintang Porno Lana Rhoades Minta 400 Video Dihapus Demi Lindungi Anak

13 November 2025
Dua Kali Janji Tunjukkan Ijazah di Pengadilan, Jokowi Malah Tak Hadiri Sidang CLS di PN Solo

Dua Kali Janji Tunjukkan Ijazah di Pengadilan, Jokowi Malah Tak Hadiri Sidang CLS di PN Solo

25 October 2025
Seorang Ibu Histeris : Saldo Nasabah BRI Hilang Ratusan Juta di Unit Laubaleng, Korban Curiga Ada Dugaan Orang Dalam

Seorang Ibu Histeris : Saldo Nasabah BRI Hilang Ratusan Juta di Unit Laubaleng, Korban Curiga Ada Dugaan Orang Dalam

12 November 2025
Isu Khamenei Masih Hidup Ramai di Medsos, Ini Penjelasan Faktanya

Isu Khamenei Masih Hidup Ramai di Medsos, Ini Penjelasan Faktanya

6 March 2026
NHL Kembali ke Olimpiade 2026, AS Tantang Dominasi Kanada di Milan

Hukum Merayakan Valentine dalam Islam, Ini Penjelasan dan Dasarnya

12 February 2026
Metapos Media

© 2025 Media Informasi Terkini

Navigasi

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2025 Media Informasi Terkini