Metapos.id, Jakarta – Kulit tiba-tiba terasa kering, perih, kemerahan atau bahkan terbakar ketika menggunakan produk skincare yang sebelumnya biasa dipakai? Kondisi tersebut bisa menjadi tanda skin barrier sedang mengalami gangguan.
Dermatolog Dr. Alexandra Brown membahas kondisi tersebut melalui video YouTube yang membahas fungsi skin barrier, penyebab kerusakan, hingga cara membantu kulit kembali pulih. Ia menjelaskan skin barrier merupakan lapisan terluar kulit yang berfungsi melindungi kulit sekaligus menjaga kelembapannya.
Menurut Brown, skin barrier yang sehat membantu mempertahankan air di dalam kulit dan mencegah masuknya iritan, bakteri, alergen, serta polutan. Ketika lapisan tersebut terganggu, kulit dapat menjadi lebih reaktif dan menunjukkan gejala seperti kering, kemerahan, perih, mengelupas hingga munculnya masalah kulit tertentu.
“So barrier damage is not a skin type. It’s a temporary condition that can affect anyone,” ujar Brown dalam videonya, Dilansir dari kanal Youtube Dr. Aleksandra Brown, Kamis (27/08/2026).
Ia menyebut penggunaan berlebihan produk eksfoliasi, retinoid, terlalu banyak bahan aktif sekaligus, hingga pembersih yang terlalu keras dapat berkontribusi terhadap gangguan skin barrier. Faktor lingkungan seperti cuaca dingin, kelembapan rendah, terlalu sering mencuci wajah dan stres juga dapat berperan.
Karena itu, Brown mengingatkan bahwa menambah produk skincare bukan selalu solusi. “More skin care in this case is not better. It can actually create more damage when the barrier is compromised. Simpler routines are often better,” katanya.
Untuk membantu memulihkan skin barrier, Brown menyarankan memberi kesempatan kulit untuk beristirahat dan kembali memperkenalkan bahan aktif secara perlahan setelah kondisi kulit membaik. Ia juga menekankan pentingnya memulai proses pemulihan sejak muncul tanda seperti rasa terbakar atau iritasi.
Dalam pengalamannya, Brown pernah mengalami kulit terasa kencang, iritasi dan gatal setelah berada di pantai. Ia kemudian menghentikan penggunaan AHA, BHA dan retinol serta beralih menggunakan pembersih yang lembut selama proses pemulihan.
Pesan utamanya sederhana, ketika kulit mulai bereaksi, jangan buru-buru menambah produk baru. Memberikan waktu bagi skin barrier untuk pulih justru dapat menjadi langkah yang lebih tepat.







