Metapos.id, Jakarta – Robert Downey Jr. kembali ke Marvel Cinematic Universe (MCU) setelah 18 tahun sejak pertama kali memerankan Tony Stark dalam Iron Man (2008). Namun, kali ini ia hadir dengan karakter berbeda sebagai Doctor Doom dalam Avengers: Doomsday.
Kembalinya Downey Jr. menjadi perhatian karena perjalanan Tony Stark yang ia perankan selama bertahun-tahun berakhir tragis dalam Avengers: Endgame (2019).
Dalam wawancara retrospektif bersama sutradara Joe Russo dan kritikus film Sean O’Connell, Downey Jr. mengungkap dirinya sempat merasa sudah waktunya beristirahat setelah perjalanan panjang sebagai Tony Stark.
“Seperti posisi Tony (Stark) pada titik ini, saya seperti merasa, ‘Bung, sudah banyak yang terjadi, saya rasa saya butuh sedikit istirahat.’ Dan mereka (Marvel) bilang, ‘Atau, kau bisa buat tiga film lagi.’ Saya jawab, ‘Baiklah, ayo kita lakukan itu,'” kata Robert Downey Jr dilansir berbagai sumber, Kamis (27/8/2026).
Downey Jr. juga menilai Avengers: Infinity War menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan MCU. Menurutnya, film tersebut berhasil membawa genre superhero ke arah berbeda.
“Sejauh ini, karena itu mengambil genre superhero dan mengubahnya menjadi cliffhanger (akhir menggantung) yang gila, di mana jika bukan karena MCU, tidak akan ada harapan tentang bagaimana Anda akan melihat hari esok yang lebih cerah,” ujarnya.
Robert Downey Jr. Bicara Doctor Doom
Dalam Avengers: Doomsday, Downey Jr. akan memerankan Victor von Doom alias Doctor Doom, salah satu penjahat utama yang bakal dihadapi para superhero Marvel.
Saat ditanya mengenai pendekatannya membangun karakter tersebut, Downey Jr. mengatakan dirinya selalu mencari sesuatu yang belum pernah dilakukan secara maksimal sebelumnya.
“Saya selalu mencari apa yang belum dilakukan secara maksimal sejauh ini. Jadi kami melakukan beberapa eksperimen,” ungkapnya.
Ia juga menyadari Avengers: Doomsday memiliki tantangan besar setelah Infinity War dan Endgame mencapai standar tinggi.
“Ada sesuatu yang terjadi di Doomsday dan selanjutnya yang secara harfiah merupakan satu-satunya penawar agar film-film ini tidak menjadi kekecewaan setelah standar tinggi Infinity War dan Endgame,” katanya.
Joe Russo turut memberikan gambaran mengenai proyek tersebut. Menurutnya, kekuatan emosional tetap menjadi bagian penting meski kompleksitas cerita semakin besar.
“Tantangannya terus meningkat. Tapi kompleksitas emosional selalu menjadi jawabannya. Ada banyak kejutan di proyek ini, dan saya pikir ini akan menjadi yang paling kompleks secara emosional dan paling dewasa dari semuanya,” ujar Joe.
Musik juga menjadi bagian penting dalam membangun karakter Doctor Doom. Downey Jr. mengungkap Joe Russo bahkan memperdengarkan tema musik karakter tersebut ketika proses syuting baru memasuki hari keempat.
“Saya juga ingin bilang, kami sedang berada di hari keempat syuting untuk Doomsday, dan Joe memutarkan saya musik tema untuk Doctor Doom. Dan saya langsung bereaksi, ‘Oh ya. Oke, ini dia.’ Musik itu langsung memengaruhi cara kami syuting di hari itu dan seterusnya,” tutur Downey Jr.
Joe Russo kemudian menjelaskan bagaimana musik dapat mengubah atmosfer sebuah film.
“Tidak ada momen yang lebih menakutkan daripada menonton potongan film kasar tanpa musik, melihat orang-orang memakai kostum lateks berlarian. Anda merasa, ‘Tamatlah kita, ini terlihat seperti sampah.’ Tapi kemudian Silvestri meletakkan skor musiknya, dan tiba-tiba ini berubah menjadi opera pahlawan super,” pungkas Joe Russo.







