Metapos.id, Jakarta – Andrew Garfield mengungkap keinginannya untuk meninggalkan kehidupan di Hollywood dan menjalani hidup yang lebih tenang jauh dari sorotan publik.
Pemeran Spider-Man tersebut mengaku pikiran untuk berhenti sejenak dari dunia akting terus muncul, terutama setelah menjalani jadwal syuting yang sangat padat selama hampir satu tahun.
Dalam wawancara dengan Variety, Garfield mengatakan dirinya ingin karya-karyanya tetap dinikmati penonton, tetapi tidak ingin terus berada di tengah hiruk-pikuk industri hiburan.
“Saya sudah banyak bekerja tahun ini, menjalani proyek berturut-turut selama sekitar 11 hingga 12 bulan. Saya ingin orang-orang melihat proyek tersebut, jadi saya harus melakukan promosi. Saya paham hal itu,” ujar Garfield dilansir dari berbagai sumber, Kamis (27/08/2026).
“Namun jika saya bisa memilih sesuai keinginan hati, saya hanya ingin orang-orang menonton karya saya, sementara saya pergi memahat kayu di pedesaan Somerset dan memikirkan apa yang sedang dilakukan burung-burung di sana,” lanjutnya.
Keinginan tersebut juga berkaitan dengan pandangannya terhadap penggunaan teknologi. Meski tidak memiliki akun media sosial publik, Garfield mengaku mempunyai akun Instagram privat dan masih kesulitan mengendalikan penggunaan ponselnya.
“Saya sama kecanduannya dengan orang lain. Notifikasi waktu layar saya terasa mengerikan… Rasanya seperti saya telah memberikan semua jam-jam itu untuk sesuatu yang sia-sia. Sungguh menyebalkan karena kita tidak memiliki kontrol atas impuls ini sebagaimana mestinya, dan itu memang dirancang seperti itu.”
Garfield mengaku kerap menggunakan Instagram untuk melihat konten kerajinan kayu dan keramik tradisional Jepang. Ia bahkan memahami keinginan untuk membuang ponsel atau menjauhkannya sebagai sesuatu yang banyak dirasakan orang saat ini.
Andrew Garfield dan The Magic Faraway Tree
Keinginan Garfield untuk kembali dekat dengan alam juga sejalan dengan proyek terbarunya, The Magic Faraway Tree. Film fantasi yang diadaptasi dari buku karya Enid Blyton tersebut mempertemukannya dengan Claire Foy.
Garfield berharap film tersebut dapat mengajak penonton sejenak meninggalkan gawai dan kembali terhubung dengan alam serta orang-orang di sekitar.
“Saya pikir orang-orang saat ini sangat merindukan koneksi, komunitas, serta dorongan untuk terhubung kembali dengan bumi dan satu sama lain,” jelas Garfield mengenai alasan tertarik membintangi film tersebut.
Meski kerap membayangkan kehidupan di luar dunia akting, kemampuan Garfield tetap mendapat pujian dari rekan-rekannya. Monica Barbaro, lawan mainnya dalam film biopik mendatang tentang OpenAI, Artificial, bahkan menyebut Garfield sebagai “salah satu aktor terbaik di generasi kita”.







