Monday, August 17, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Bukan Menghindar, Ini Alasan Mualem Berada di Luar Negeri Saat Kericuhan Aceh

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
17 August 2026
in News
Bukan Menghindar, Ini Alasan Mualem Berada di Luar Negeri Saat Kericuhan Aceh

Metapos.id, Jakarta – Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem diketahui tengah berada di luar negeri ketika kericuhan mewarnai peringatan 21 tahun Hari Damai Aceh di Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026).

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla, menyebut Mualem berada di Kuala Lumpur, Malaysia, untuk menjalani pengobatan.

BACA JUGA

Garuda Indonesia Terapkan Piece Concept Mulai 1 September, Ini Aturan Bagasinya

Kasino Batam Digerebek, Bareskrim Sita Rp7,79 Miliar dan Sejumlah Mesin

Jusuf Kalla juga menyoroti absennya sejumlah tokoh penting Aceh saat kondisi di Banda Aceh mulai memanas.

Tidak hanya Mualem, Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud Al-Haythar juga berada di luar Aceh. Malik Mahmud disebut tengah menjalani perawatan di Penang, Malaysia.

“Wali Nanggroe, Pak Malik Mahmud, itu juga lagi pengobatan di Penang. Jadi, hampir tidak ada pimpinan, hanya wakil gubernur dan tentu pihak kepolisian,” di kutip dari beberapa Sumber, Senin (17/8/2026).

Jadi, pimpinan yang berpengaruh tidak ada di Banda Aceh pada waktu-pada saat ini,” ucap JK.

Kericuhan terjadi di tengah agenda peringatan 21 tahun perdamaian Aceh. Ketegangan muncul setelah terjadi persoalan mengenai pengibaran bendera bulan bintang oleh massa.

Menurut JK, kondisi tersebut diduga dipicu oleh adanya provokasi dari pihak tertentu. Situasi kemudian semakin memanas ketika massa disebut menolak menurunkan bendera yang sebelumnya telah diganti.

Meski insiden tersebut menimbulkan ketegangan, JK menilai masyarakat Aceh pada dasarnya masih menginginkan suasana yang aman dan kondusif.

Tags: AcehBendera bulan bintangHari Damai AcehJusuf Kallakericuhan AcehMetapos.idMualemMuzakir Manaf
Previous Post

Cristiano Ronaldo Beri Sinyal Pensiun, Musim 2026/2027 Bisa Jadi yang Terakhir

Next Post

Garuda Indonesia Terapkan Piece Concept Mulai 1 September, Ini Aturan Bagasinya

Related Posts

Garuda Indonesia Terapkan Piece Concept Mulai 1 September, Ini Aturan Bagasinya
News

Garuda Indonesia Terapkan Piece Concept Mulai 1 September, Ini Aturan Bagasinya

17 August 2026
Kasino Batam Digerebek, Bareskrim Sita Rp7,79 Miliar dan Sejumlah Mesin
News

Kasino Batam Digerebek, Bareskrim Sita Rp7,79 Miliar dan Sejumlah Mesin

17 August 2026
Penunjukan Zidane Picu Sorotan Agama, Pemerintah Prancis Membela
News

Penunjukan Zidane Picu Sorotan Agama, Pemerintah Prancis Membela

17 August 2026
Bupati Aceh Barat Minta Panjat Pinang Ditinggalkan Saat 17 Agustus
News

Bupati Aceh Barat Minta Panjat Pinang Ditinggalkan Saat 17 Agustus

16 August 2026
Pemerintah Salurkan 50 Ribu Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT
News

Pemerintah Salurkan 50 Ribu Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT

16 August 2026
Kericuhan Hari Damai Aceh, JK Duga Ada Provokasi
News

Kericuhan Hari Damai Aceh, JK Duga Ada Provokasi

16 August 2026
Next Post
Garuda Indonesia Terapkan Piece Concept Mulai 1 September, Ini Aturan Bagasinya

Garuda Indonesia Terapkan Piece Concept Mulai 1 September, Ini Aturan Bagasinya

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini