Wednesday, May 13, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Buka-bukaan Sri Mulyani Soal Pelemahan Rupiah

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
24 October 2022
in Ekbis
Sri Mulyani Kucurkan Rp14 Triliun ke KPU dan Rp5,5 Triliun ke Bawaslu untuk Biaya Pemilu 2024

JAKARTA,Metapos.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi saat ini cenderung tidak bisa dihindari karena berasal dari faktor eksternal.

Menurut dia, kondisi itu tidak lepas dari kebijakan bank sentral AS, The Federal Reserve, yang terus agresif menaikan suku bunga acuan sehingga dolar menjadi lebih kuat dibandingkan dengan mata uang negara lain. Menkeu pun memastikan bahwa pelemahan tidak hanya terjadi pada rupiah tetapi juga terhadap sejumlah mata uang dunia.

BACA JUGA

Superbank dan KakaoBank Luncurkan Kartu Untung untuk Tingkatkan Engagement Nasabah

Konflik AS-Iran hingga MSCI Dinilai Tekan Nilai Tukar Rupiah

“Kalau kita lihat penguatan dolar terjadi secara global dan pasti dalam hal ini rupiah juga tidak terkecuali akan terimbas,” ujarnya saat memberi keterangan pers terkait realisasi APBN, dikutip redaksi pada Senin, 24 Oktober.

Menurut Menkeu, situasi tersebut jelas memberi pengaruh tersendiri terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN.

“Dari sisi APBN, penerimaan negara yang sumbernya dengan nominal valas pasti akan ikut naik secara rupiah, seperti pajak migas maupun dari lainnya,” tutur dia.

Di sisi lain, tekanan justru muncul ketika pemerintah melakukan belanja kebutuhan yang instrumen pembayarannya menggunakan valuta asing.

“Pada belanja maka kita lihat ada pressure pada belanja subsidi (pembelian BBM impor) dan juga bunga utang,” kata dia.

Untuk itu, sambung Menkeu, pemerintah memilih untuk mengerem penarikan utang yang dianggap tidak urgent demi menjaga kesehatan APBN tetap baik.

“Terjadi penurunan tajam dari penerbitan utang yang akan membuat belanja bunga kita di dalam APBN akan lebih rendah,” tegasnya.

Malahan, bendahara negara mencatat nilai realisasi pembiayaan telah berkurang hingga 29 persen sampai dengan penutupan kuartal III 2022.

“Ini bagus karena strategi kita adalah antisipatif dengan situasi yang tidak kondusif secara global melalui issuance surat utang. Ini yang menyebabkan kita cukup terlindungi sekarang,” jelas dia.

Sebagai informasi, hingga bulan lalu APBN masih membukukan kinerja moncer dengan surplus sebesar Rp60,9 triliun. Torehan itu memperpanjang capaian surplus yang telah terjadi sejak Januari lalu.

Adapun, posisi utang pemerintah sampai dengan Agustus 2022 berada di angka Rp7.236,61 triliun dengan rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 38,30 persen.

Tags: MenkeuMetapos.idPelemahan rupiahSri Mulyani
Previous Post

Kinerja Solid Di Tengah Turbulensi Ekonomi, Laba BNI Tumbuh Sehat 76,8%

Next Post

Erick Thohir Akui Banyak Pekerjaan yang Belum Tuntas selama 3 Tahun Jadi Menteri BUMN

Related Posts

Superbank dan KakaoBank Luncurkan Kartu Untung untuk Tingkatkan Engagement Nasabah
Ekbis

Superbank dan KakaoBank Luncurkan Kartu Untung untuk Tingkatkan Engagement Nasabah

12 May 2026
Huawei Dikabarkan Kembangkan Smartphone dengan Baterai Jumbo di Atas 10.000 mAh
Ekbis

Konflik AS-Iran hingga MSCI Dinilai Tekan Nilai Tukar Rupiah

12 May 2026
Sidang Chromebook Nadiem Dinilai Tunjukkan Perbedaan Cara Pandang soal Inovasi
Ekbis

Prudential Syariah Kokoh Pimpin Industri Asuransi Jiwa Syariah Nasional

12 May 2026
Program #LokalMendunia Bantu Brand Indonesia Go Global via TikTok Shop
Ekbis

Program #LokalMendunia Bantu Brand Indonesia Go Global via TikTok Shop

11 May 2026
Shell Indonesia Kembali Pasok V-Power Diesel, Harga Kini Rp30.890 per Liter
Ekbis

Shell Indonesia Kembali Pasok V-Power Diesel, Harga Kini Rp30.890 per Liter

10 May 2026
Fortabise Padel Championship 2026 Pererat Relasi Media dan Korporasi
Ekbis

Fortabise Padel Championship 2026 Pererat Relasi Media dan Korporasi

10 May 2026
Next Post
Erick Thohir Klaim Keuangan BUMN Semakin Sehat

Erick Thohir Akui Banyak Pekerjaan yang Belum Tuntas selama 3 Tahun Jadi Menteri BUMN

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini