Thursday, October 15, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Buka-bukaan Sri Mulyani Soal Pelemahan Rupiah

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
24 October 2022
in Ekbis
Sri Mulyani Kucurkan Rp14 Triliun ke KPU dan Rp5,5 Triliun ke Bawaslu untuk Biaya Pemilu 2024

JAKARTA,Metapos.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi saat ini cenderung tidak bisa dihindari karena berasal dari faktor eksternal.

Menurut dia, kondisi itu tidak lepas dari kebijakan bank sentral AS, The Federal Reserve, yang terus agresif menaikan suku bunga acuan sehingga dolar menjadi lebih kuat dibandingkan dengan mata uang negara lain. Menkeu pun memastikan bahwa pelemahan tidak hanya terjadi pada rupiah tetapi juga terhadap sejumlah mata uang dunia.

BACA JUGA

PRUCare 360 Syariah, Perlindungan Jiwa hingga Usia 80 Tahun

Dirut PLN Berganti, Suroso Isnandar Ambil Alih Jabatan

“Kalau kita lihat penguatan dolar terjadi secara global dan pasti dalam hal ini rupiah juga tidak terkecuali akan terimbas,” ujarnya saat memberi keterangan pers terkait realisasi APBN, dikutip redaksi pada Senin, 24 Oktober.

Menurut Menkeu, situasi tersebut jelas memberi pengaruh tersendiri terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN.

“Dari sisi APBN, penerimaan negara yang sumbernya dengan nominal valas pasti akan ikut naik secara rupiah, seperti pajak migas maupun dari lainnya,” tutur dia.

Di sisi lain, tekanan justru muncul ketika pemerintah melakukan belanja kebutuhan yang instrumen pembayarannya menggunakan valuta asing.

“Pada belanja maka kita lihat ada pressure pada belanja subsidi (pembelian BBM impor) dan juga bunga utang,” kata dia.

Untuk itu, sambung Menkeu, pemerintah memilih untuk mengerem penarikan utang yang dianggap tidak urgent demi menjaga kesehatan APBN tetap baik.

“Terjadi penurunan tajam dari penerbitan utang yang akan membuat belanja bunga kita di dalam APBN akan lebih rendah,” tegasnya.

Malahan, bendahara negara mencatat nilai realisasi pembiayaan telah berkurang hingga 29 persen sampai dengan penutupan kuartal III 2022.

“Ini bagus karena strategi kita adalah antisipatif dengan situasi yang tidak kondusif secara global melalui issuance surat utang. Ini yang menyebabkan kita cukup terlindungi sekarang,” jelas dia.

Sebagai informasi, hingga bulan lalu APBN masih membukukan kinerja moncer dengan surplus sebesar Rp60,9 triliun. Torehan itu memperpanjang capaian surplus yang telah terjadi sejak Januari lalu.

Adapun, posisi utang pemerintah sampai dengan Agustus 2022 berada di angka Rp7.236,61 triliun dengan rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 38,30 persen.

Tags: MenkeuMetapos.idPelemahan rupiahSri Mulyani
Previous Post

Kinerja Solid Di Tengah Turbulensi Ekonomi, Laba BNI Tumbuh Sehat 76,8%

Next Post

Erick Thohir Akui Banyak Pekerjaan yang Belum Tuntas selama 3 Tahun Jadi Menteri BUMN

Related Posts

PRUCare 360 Syariah, Perlindungan Jiwa hingga Usia 80 Tahun
Ekbis

PRUCare 360 Syariah, Perlindungan Jiwa hingga Usia 80 Tahun

15 October 2026
Suroso Isnandar resmi menjadi Direktur Utama PLN menggantikan Darmawan Prasodjo setelah RUPS 14 Oktober 2026, dengan pengalaman lebih dari 30 tahun di PLN.
Ekbis

Dirut PLN Berganti, Suroso Isnandar Ambil Alih Jabatan

15 October 2026
Rupiah dibuka melemah tipis ke Rp17.900 per dolar AS pada 15 Oktober 2026, di tengah kenaikan inflasi AS dan perhatian pasar terhadap kebijakan The Fed.
Ekbis

Inflasi AS Memanas, Rupiah Kembali Tertekan

15 October 2026
SMLE Gandeng Denico, Bidik Pasar Pangan Asia
Ekbis

SMLE Gandeng Denico, Bidik Pasar Pangan Asia

15 October 2026
BEI Perkuat Literasi dan Ketahanan Investor Pasar Modal
Ekbis

BEI Perkuat Literasi dan Ketahanan Investor Pasar Modal

14 October 2026
PEFINDO Catat 244 Publikasi Pemeringkatan hingga September 2026
Ekbis

PEFINDO Catat 244 Publikasi Pemeringkatan hingga September 2026

14 October 2026
Next Post
Erick Thohir Klaim Keuangan BUMN Semakin Sehat

Erick Thohir Akui Banyak Pekerjaan yang Belum Tuntas selama 3 Tahun Jadi Menteri BUMN

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini