Metapos.id, Jakarta — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendorong agar setiap kabupaten dan kota memiliki gudang logistik khusus untuk menghadapi bencana.
Kepala BNPB Letjen Suharyanto menilai ketersediaan gudang dengan stok bantuan yang memadai sangat penting untuk mempercepat penanganan ketika bencana terjadi.
“Menurut Suharyanto, masih banyak gudang logistik milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di berbagai wilayah yang belum memiliki persediaan mencukupi. Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah kesulitan memberikan bantuan pada tahap awal bencana”, dikutip dari berbagai sumber jumat (28/08/26)
Usulan pembangunan gudang logistik tersebut telah disampaikan Suharyanto kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut keterbatasan stok bantuan di daerah menjadi salah satu hambatan dalam penanganan kondisi darurat.
Suharyanto berharap setiap BPBD memiliki persediaan dasar seperti sembako, selimut, tenda, dan matras. Bantuan tersebut dapat langsung didistribusikan kepada warga terdampak sebelum bantuan dari pemerintah pusat tiba.
Ia memperkirakan kebutuhan untuk menyediakan stok logistik dasar berada di kisaran Rp5 miliar hingga Rp10 miliar untuk setiap gudang.
Dengan adanya gudang di masing-masing daerah, proses pengiriman bantuan kepada masyarakat diharapkan bisa lebih cepat. Warga tidak perlu menunggu terlalu lama ketika bantuan dari pemerintah pusat masih dalam perjalanan.
Suharyanto mengatakan Presiden Prabowo memberikan respons positif terhadap usulan tersebut dan akan mempertimbangkan penerapannya secara nasional.
Prabowo juga menyatakan pemerintah akan menghitung kebutuhan logistik secara nasional. Selanjutnya, setiap provinsi dan kabupaten diharapkan memiliki gudang serta persiapan makanan untuk menghadapi bencana.







