Wednesday, October 14, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Prabowo Soroti Cita-cita Pendiri NU untuk Indonesia yang Makmur

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
28 August 2026
in Nasional
Prabowo Soroti Cita-cita Pendiri NU untuk Indonesia yang Makmur

Metapos.id, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pandangannya mengenai cita-cita para pendiri Nahdlatul Ulama (NU) terhadap masa depan bangsa Indonesia.

Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri sekaligus membuka Muktamar ke-35 NU di Lapangan Untung Suropati, kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026).

BACA JUGA

Saksi Disebut Ubah Keterangan dalam Sidang Kuota Haji

Guru PPPK Paruh Waktu Punya Harapan Jadi Penuh Waktu pada 2027

Dalam sambutannya, Prabowo menilai semangat kebangsaan yang dimiliki para pendiri NU telah muncul jauh sebelum Indonesia merdeka pada 1945.

Ia mencontohkan lagu Syubbanul Wathan karya KH Abdul Wahab Chasbullah yang disebutnya menjadi salah satu gambaran kuatnya semangat nasionalisme ulama pesantren.

“Yang menarik bagi kita semua, terutama generasi muda, yang menarik adalah bahwa lagu ini diciptakan oleh KH Abdul Wahab Chasbullah belasan tahun sebelum proklamasi kemerdekaan,” ujar Prabowo, dikutip dari berbagai sumber (28/08/26).

Menurut Prabowo, lagu tersebut menunjukkan bahwa kecintaan terhadap tanah air telah tumbuh di kalangan ulama pesantren sebelum Indonesia memiliki bentuk negara yang jelas.

Ia menyebut para tokoh agama ketika itu telah berani menyuarakan semangat patriotisme dan nasionalisme meski Indonesia belum merdeka.

“Pada waktu itu belum tahu negara yang diproklamasikan bentuknya bagaimana, namanya saja belum begitu jelas. Tapi pemimpin-pemimpin religius berani membuat lagu yang demikian patriotik dan nasionalis belasan tahun sebelum proklamasi kemerdekaan,” katanya.

Prabowo kemudian mengaitkan semangat dalam lagu tersebut dengan cita-cita besar para pendiri NU terhadap bangsa Indonesia.

“Jadi cita-cita pendiri NU adalah agar bangsa Indonesia bangkit, agar bangsa Indonesia setara dengan bangsa-bangsa lain di dunia ini,” ujar Prabowo.

Prabowo Tekankan Keadilan dan Kemakmuran

Prabowo menegaskan bahwa kebangkitan Indonesia tidak cukup hanya ditandai dengan kemampuan bersaing dengan negara lain.

Menurutnya, kemajuan bangsa harus berjalan bersama dengan terciptanya keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakat.

“Agar bangsa Indonesia kalau bangkit artinya bangsa Indonesia itu terhormat, bangsa yang terhormat adalah bangsa yang adil dan makmur,” katanya.

Ia juga menilai keadilan dan kemakmuran merupakan dua unsur yang saling berkaitan dalam membangun bangsa yang kuat dan dihormati.

“Tidak ada bangsa yang dihormati kalau ia tidak makmur, dan tidak ada kemakmuran tanpa keadilan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo turut menyampaikan apresiasi karena mendapat kesempatan menghadiri forum tertinggi organisasi NU tersebut.

Ia menegaskan bahwa dirinya tidak ikut mengatur jalannya pelaksanaan Muktamar ke-35 NU.

“Saya tentunya mengucapkan terima kasih atas kehormatan yang besar yang diberikan kepada saya sebagai Presiden Republik Indonesia yang ke-8 hadir di Muktamar ke-35, saya tidak mengatur ini semua, saya juga tidak mengerti,” kata Prabowo.

Presiden kemudian menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta Muktamar ke-35 NU yang berlangsung di Jombang.

“Terima kasih dan saya tidak akan panjang-lebar dalam sambutan ini, selamat bermuktamar Nahdlatul Ulama,” ujar Presiden.

Muktamar ke-35 NU berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27–31 Agustus 2026.

Forum tersebut menjadi agenda penting bagi NU untuk membahas berbagai persoalan organisasi, termasuk arah kebijakan dan kepemimpinan NU untuk periode mendatang.

Tags: JombangMetapos.idMuktamar NUPrabowo SubiantoSyubbanul Wathan
Previous Post

BTN Dorong KPR Terjangkau di Danantara Housing Expo 2026

Next Post

Transjakarta Hentikan Operasional 7 Rute Hari Ini

Related Posts

Amsal Christy Sitepu dan Ibrahim Arief menyoroti perubahan keterangan saksi dalam sidang dugaan korupsi kuota haji yang menjerat Gus Yaqut.
Nasional

Saksi Disebut Ubah Keterangan dalam Sidang Kuota Haji

13 October 2026
Guru PPPK Paruh Waktu Punya Harapan Jadi Penuh Waktu pada 2027
Nasional

Guru PPPK Paruh Waktu Punya Harapan Jadi Penuh Waktu pada 2027

13 October 2026
124 Ribu Kasus WNI Ditangani, Kemlu Perkuat Perlindungan di Luar Negeri
Nasional

124 Ribu Kasus WNI Ditangani, Kemlu Perkuat Perlindungan di Luar Negeri

13 October 2026
Pemerintah Belum Angkat Karhutla Jadi Bencana Nasional, Apa Pertimbangannya?
Nasional

Pemerintah Belum Angkat Karhutla Jadi Bencana Nasional, Apa Pertimbangannya?

12 October 2026
83 Anak Jadi Korban, 11 Pengasuh Little Aresha Dituntut 5 Tahun
Nasional

83 Anak Jadi Korban, 11 Pengasuh Little Aresha Dituntut 5 Tahun

12 October 2026
Keamanan Saudi Jadi Perhatian, Ini Pesan Penting Kemenhaj untuk Jemaah Umrah
Nasional

Keamanan Saudi Jadi Perhatian, Ini Pesan Penting Kemenhaj untuk Jemaah Umrah

12 October 2026
Next Post
Transjakarta menghentikan sementara tujuh rute pada Jumat, 28 Agustus 2026, serta mengalihkan sejumlah layanan akibat kondisi di lapangan.

Transjakarta Hentikan Operasional 7 Rute Hari Ini

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini