Friday, June 19, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

BNPB Bentuk Satgas Pompa 24 Jam untuk Cegah Banjir di Jakarta dan Jawa Tengah

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
4 November 2025
in Nasional
BNPB Bentuk Satgas Pompa 24 Jam untuk Cegah Banjir di Jakarta dan Jawa Tengah

Metapos.id, Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan satuan tugas (satgas) pompa yang akan beroperasi selama 24 jam penuh guna mengantisipasi potensi hujan ekstrem dan genangan air di sejumlah wilayah. Satgas ini bertugas memastikan seluruh pompa air dan sistem drainase berfungsi optimal agar banjir tidak meluas.

“Kami membentuk satgas yang bertugas 24 jam nonstop untuk memastikan pompa beroperasi tanpa henti. Tujuannya agar jika terjadi genangan akibat hujan deras, air bisa segera dialirkan ke laut,” ujar Kepala BNPB Letjen Suharyanto, Selasa (4/11/2025).

BACA JUGA

Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa Jadi Sorotan, Polda Metro Beri Penjelasan Resmi

Puncak Kemarau 2026 Diprediksi Ganggu Hasil Panen, Petani Mulai Bersiap

Selain membentuk satgas, BNPB juga melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di beberapa daerah, termasuk Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Tengah.

“Operasi modifikasi cuaca ini sudah dilakukan sejak 23 Oktober 2025 untuk mengurangi pembentukan awan cumulonimbus yang dapat meningkatkan intensitas hujan di suatu wilayah,” jelas Suharyanto.

Ia menambahkan, kegiatan ini akan terus dilanjutkan guna mencegah terjadinya hujan lebat yang berpotensi menyebabkan banjir besar. “Program OMC ini akan diperpanjang agar hujan tetap turun dalam intensitas ringan hingga sedang, tanpa menimbulkan banjir besar. Saat ini, kami mengerahkan lima pesawat untuk mendukung operasi tersebut,” katanya.

Menurut Suharyanto, langkah modifikasi cuaca tersebut terbukti efektif. “BMKG menyebut, jika OMC tidak dilakukan, curah hujan akan lebih tinggi dan kemungkinan banjir besar sudah terjadi,” ujarnya.

Sebagai upaya jangka panjang, BNPB bersama sejumlah kementerian dan lembaga juga akan melakukan penanaman pohon di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) di empat provinsi, yaitu Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

“Program penanaman vegetasi untuk memulihkan ekosistem DAS kritis akan dimulai pada pekan kedua November. Ini bukan solusi cepat, tapi langkah penting untuk memperbaiki ekosistem dan mengurangi risiko bencana hidrometeorologi,” jelasnya.

Selain itu, BNPB bersama relawan juga memperkuat sistem peringatan dini di sepanjang aliran sungai di Jawa Barat agar masyarakat dapat segera melakukan tindakan antisipatif ketika debit air meningkat.

“Diharapkan masyarakat bisa bertindak cepat begitu ada tanda-tanda kenaikan permukaan air,” tutup Suharyanto.

Tags: DKI JakartaMetapos.idOMCpompaSuharyanto
Previous Post

Jims Honey, Sovlo, Kanky: Bersinar Lewat Ekosistem Digital Indonesia

Next Post

Piala Dunia U-17 2023: Indonesia U-17 Siap Hadapi Brasil dan Lawan Tangguh Lainnya”

Related Posts

Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa Jadi Sorotan, Polda Metro Beri Penjelasan Resmi
Nasional

Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa Jadi Sorotan, Polda Metro Beri Penjelasan Resmi

19 June 2026
Puncak Kemarau 2026 Diprediksi Ganggu Hasil Panen, Petani Mulai Bersiap
Nasional

Puncak Kemarau 2026 Diprediksi Ganggu Hasil Panen, Petani Mulai Bersiap

19 June 2026
Kemnaker Catat 1.940 Peserta Keluar dari Program Magang Nasional 2026
Nasional

Kemnaker Catat 1.940 Peserta Keluar dari Program Magang Nasional 2026

18 June 2026
Antrean Haji Turun Jadi 26 Tahun, Prabowo Dorong Percepatan Keberangkatan Jemaah
Nasional

Antrean Haji Turun Jadi 26 Tahun, Prabowo Dorong Percepatan Keberangkatan Jemaah

18 June 2026
Reformasi SPPG oleh BGN: Skema Insentif Rp 6 Juta Diubah dan Pegawai Tak Boleh Jadi Pemilik
Nasional

Reformasi SPPG oleh BGN: Skema Insentif Rp 6 Juta Diubah dan Pegawai Tak Boleh Jadi Pemilik

17 June 2026
Gus Ipul Sebut Prof Nasaruddin Umar Berpeluang Pimpin PBNU pada Muktamar 2026
Nasional

Gus Ipul Sebut Prof Nasaruddin Umar Berpeluang Pimpin PBNU pada Muktamar 2026

17 June 2026
Next Post
Piala Dunia U-17 2023: Indonesia U-17 Siap Hadapi Brasil dan Lawan Tangguh Lainnya”

Piala Dunia U-17 2023: Indonesia U-17 Siap Hadapi Brasil dan Lawan Tangguh Lainnya”

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini