Saturday, June 13, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Bisakah Penangkapan Mafia Besar-besaran Dilakukan Seperti Janji Purbaya?

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
22 October 2025
in Nasional
Bisakah Penangkapan Mafia Besar-besaran Dilakukan Seperti Janji Purbaya?

Metapos.id, Jakarta – Pemerintah tengah menyiapkan langkah besar untuk menumpas para mafia penyelundupan yang selama ini merugikan negara. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa operasi besar-besaran akan dilakukan dalam waktu dekat.

 

BACA JUGA

Andri Mulyono Jadi Vendor Motor Listrik BGN, Padahal Belum Memiliki Dealer

MK Diminta Batasi Masa Jabatan Ketum Partai Maksimal Dua Periode pada 2026

“Tinggal kita pilih saja siapa yang mau diproses. Intinya yang selama ini under invoicing, nyelundupin. Yang paling banyak tekstil, baja, segala macam. Sudah ada nama-namanya,” ujar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (20/10).

 

Menurutnya, pemerintah telah mengantongi daftar nama pelaku yang diduga kuat terlibat dalam praktik penyelundupan lintas sektor — mulai dari tekstil hingga baja. Namun, Purbaya belum merinci berapa besar potensi kerugian negara akibat ulah para mafia ini.

“Belum tahu, masih kita hitung,” singkatnya

 

Perang Melawan Mafia, Tak Bisa Sendirian

Langkah Purbaya ini disambut dengan berbagai pandangan dari para analis ekonomi. Ronny P. Sasmita, Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution, menilai bahwa memberantas mafia bukanlah pekerjaan mudah.

 

Menurutnya, ada tiga strategi utama yang harus dilakukan agar operasi ini tidak berhenti di level wacana:

1. Penegakan hukum yang tegas dan terkoordinasi.

“Penyelundupan biasanya melibatkan jaringan lintas sektor, dari oknum aparat hingga pelaku usaha dan birokrasi pelabuhan,” ujar Ronny

 

2. Pembersihan internal di lembaga strategis, seperti Bea Cukai dan otoritas pelabuhan, yang kerap menjadi titik rawan infiltrasi mafia.

 

3. Penguatan sistem pengawasan digital, termasuk integrasi data logistik nasional dan sistem pelacakan barang impor-ekspor untuk menutup celah manipulasi dokumen.

 

Ronny menegaskan, Purbaya tidak bisa bergerak sendiri. Dukungan penuh dari Presiden Prabowo Subianto dan seluruh aparat penegak hukum mutlak diperlukan.

“Diperlukan sinergi antara Kemenkeu, Kepolisian, Kejaksaan, TNI, Kemenhub, hingga Kemenperin agar pemberantasan mafia ini tidak berhenti di level simbolik,” tegasnya.

 

Ia menambahkan, dukungan politik dan keberanian penguasa akan menjadi faktor penentu keberhasilan langkah ini. Jika dilakukan serius, gerakan ini bisa menjadi momentum untuk menata ulang ekosistem perdagangan nasional yang selama ini dikuasai oleh para mafia.

 

Sementara itu, Ekonom CELIOS Nailul Huda menilai bahwa keberadaan mafia tidak akan muncul tanpa adanya persekongkolan internal.

 

“Kasus manipulasi pajak atau lolosnya barang ilegal biasanya berawal dari kerja sama antara pengusaha dan oknum pegawai instansi,” jelasnya.

 

Ia menilai langkah pertama yang harus dilakukan pemerintah adalah membersihkan internal lembaga seperti DJP dan DJBC, yang dinilai masih lemah dalam sistem pengawasan.

 

“Kebocoran penerimaan negara bersumber dari lemahnya kontrol di dalam. Pemerintah harus berani menindak para pengemplang pajak dan pelaku penyelundupan, meskipun akan ada benturan kepentingan antara penguasa dan pengusaha,” ujar Hu

 

Publik kini menantikan apakah rencana besar ini akan benar-benar diwujudkan atau hanya menjadi retorika politik.

Jika benar dilakukan, penangkapan mafia secara besar-besaran seperti yang disampaikan Purbaya bisa menjadi langkah bersejarah dalam membersihkan praktik kotor yang telah mengakar di tubuh ekonomi nasional.

Tags: mafia penyelundupanMenteri keuanganMetapos.idPemerintahPurbaya Yudhi Sadewa
Previous Post

BTN Syariah Garap Pembiayaan 14.000 Unit Rumah di Bogor

Next Post

Presiden Afrika Selatan Ramaphosa Bertemu dengan Prabowo, Memuji Indonesia Komitmen Melawan Apartheid

Related Posts

Andri Mulyono Jadi Vendor Motor Listrik BGN, Padahal Belum Memiliki Dealer
Nasional

Andri Mulyono Jadi Vendor Motor Listrik BGN, Padahal Belum Memiliki Dealer

13 June 2026
MK Diminta Batasi Masa Jabatan Ketum Partai Maksimal Dua Periode pada 2026
Nasional

MK Diminta Batasi Masa Jabatan Ketum Partai Maksimal Dua Periode pada 2026

13 June 2026
Pekerjaan Bergaji Tinggi Kini Jadi Penyumbang Pengangguran Terbesar
Nasional

Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Laut Sulawesi, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

13 June 2026
Jadwal Acara Tahun Baru Islam 2026 di Masjid Istiqlal, Terbuka untuk Umum
Nasional

Jadwal Acara Tahun Baru Islam 2026 di Masjid Istiqlal, Terbuka untuk Umum

12 June 2026
Traveloka Hadirkan Promo Schooliday Sale untuk Liburan Keluarga Lebih Hemat
Nasional

BEM UI Gelar Demo di Bundaran HI, Pengendara Diminta Hindari Sudirman-Thamrin

12 June 2026
Daftar Uang Pangkal Kedokteran di 10 PTN Tahun 2026, Cek Besarannya
Nasional

Daftar Uang Pangkal Kedokteran di 10 PTN Tahun 2026, Cek Besarannya

11 June 2026
Next Post
Presiden Afrika Selatan Ramaphosa Bertemu dengan Prabowo, Memuji Indonesia Komitmen Melawan Apartheid

Presiden Afrika Selatan Ramaphosa Bertemu dengan Prabowo, Memuji Indonesia Komitmen Melawan Apartheid

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini