Sunday, November 1, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

BI Utamakan Penguatan Rupiah di Kuartal IV 2024

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
22 August 2024
in Ekbis
Festival Ekonomi Keuangan Digital 2022 di Bali, BI Klaim Terbesar di Dunia Setelah Pandemi

Jakarta, Metapos.id – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, terdapat peluang untuk memangkas suku bunga atau BI-rate pada kuartal IV-2024, meski kondisi nilai tukar rupiah sudah menguat dan inflasi terjaga rendah.

“Sehingga kami masih tetap akan melihat ruang terbuka bagi penurunan BI-rate pada kuartal IV 2024. Masih konsisten dengan pernyataan sebelumnya ruang terbuka untuk BI-rate pada kuartal IV-2024 ini,” jelasnya Perry dalam konferensi pers, Rabu, 21 Agustus.

BACA JUGA

BEI Percepat Reformasi Pasar Modal, Perkuat Transparansi demi Pertahankan Status Emerging Market

BEI Luncurkan IDX Commodity 20 sebagai Acuan Investasi Saham Komoditas

Perry optimistis nilai tukar rupiah kedepannya akan terus menguat sejalan dengan masuknya investasi portofolio ke SRBI, SBN, dan Saham.

Selain itu, kata dia, pertimbangan lainnya untuk masih fokus dalam penguatan rupiah karena dampak penguatan rupiah baik untuk pertumbuhan ekonomi.

“Rupiah yang menguat membuat harga lebih murah, khususnya harga pangan maupun harga harga lain dan kerenanya juga mendukung inflasi yang rendah khususnya dari imported inflation,” jelasnya.

Perry menambahkan, penguatan rupiah juga mendukung sektor-sektor lainnya yang banyak melakukan impor, dan menciptakan lapangan kerja.

Misalnya, industri tekstil, dan industri manufaktur sehingga berdampak positif bagi stabilitas keuangan dan perbankan.

“Dengan seperti itu, kebijakan moneter tetap pro-stability untuk penguatan lebih lanjut stabilisasi nilai tukar rupiah,” terangnya.

Tags: Bank IndonesiaMetapos.idRupiah
Previous Post

Belanja Lain-lain Capai Rp631,8 Triliun di RAPBN 2025, Faisal Basri: Tidak Sehat!

Next Post

Aspebindo: Bahlil Wajib Maksimalkan Investasi dan Teknologi Hulu Migas

Related Posts

Media Gathering Pasar Modal 2026
Ekbis

BEI Percepat Reformasi Pasar Modal, Perkuat Transparansi demi Pertahankan Status Emerging Market

31 October 2026
BEI Luncurkan IDX Commodity 20 sebagai Acuan Investasi Saham Komoditas
Ekbis

BEI Luncurkan IDX Commodity 20 sebagai Acuan Investasi Saham Komoditas

30 October 2026
Cristiano Ronaldo Kini Koleksi 985 Gol Sepanjang Karier
Ekbis

Konser Andrea Bocelli Dinilai Bisa Dongkrak Pariwisata Indonesia

30 October 2026
CIO Danantara Punya Kepemilikan Saham di Supra Sekuritas yang Disanksi
Ekbis

CIO Danantara Punya Kepemilikan Saham di Supra Sekuritas yang Disanksi

29 October 2026
Produksi Petrokimia Gresik Tembus 6,59 Juta Ton hingga September 2026
Ekbis

Produksi Petrokimia Gresik Tembus 6,59 Juta Ton hingga September 2026

29 October 2026
BUMA School Sertifikasi 170 Siswa SMK lewat BNSP
Ekbis

BUMA School Sertifikasi 170 Siswa SMK lewat BNSP

28 October 2026
Next Post
Aspebindo: Bahlil Wajib Maksimalkan Investasi dan Teknologi Hulu Migas

Aspebindo: Bahlil Wajib Maksimalkan Investasi dan Teknologi Hulu Migas

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini