Sunday, August 2, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Belanja Lain-lain Capai Rp631,8 Triliun di RAPBN 2025, Faisal Basri: Tidak Sehat!

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
22 August 2024
in Ekbis
Belanja Lain-lain Capai Rp631,8 Triliun di RAPBN 2025, Faisal Basri: Tidak Sehat!

Jakarta , Metapos.id – Ekonom Senior Faisal Basri menyayangkan adanya alokasi belanja lain-lain yang cukup besar pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025 yang diusulkan pemerintah. Usulan dana untuk belanja lain-lain pada tahun depan mencapai Rp631,8 triliun atau mencapai 23,5 persen dari total belanja APBN.

“Yang menarik buat saya itu, pengeluaran lain-lain buat tahun depan kalau saya lihat, ya, itu sudah ciri khas era Jokowi. Bukan hanya rancangan karena realisasinya begitu. Kelihatan selama 10 tahun,” ujar Faisal dalam diskusi bertajuk Reviu RAPBN 2025: Ngegas Utang di Jakarta, Rabu, 21 Agustus.

BACA JUGA

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru Berlaku Mulai 1 Agustus 2026

Momentum Pemulihan Menguat, EBITDA BUMA International Group Tumbuh pada 1H2026

Berdasarkan catatannya, alokasi belanja lain-lain setiap tahun cenderung meningkat. Tercatat pada 2021, alokasi belanja lain-lain sebesar 4,0 persen dari total belanja APBN, lalu naik menjadi 17,7 persen di 2022.

Kemudian pada 2023, alokasi belanja lain-lain tercatat turun menjadi 10 persen dari total belanja APBN. Namun kembali naik di 2024 menjadi 13,9 persen.

Faisal menduga, belanja lain-lain itu digunakan untuk membayar utang maupun beban utang pemerintah. Pasalnya, pemangku kepentingan tidak pernah mengungkap tujuan dan penggunaan dana dari pos belanja lain-lain tersebut.

“Jadi memang diumpetin gitu seolah-olah subsidi mengecil, APBN makin sehat. Dimasukkan ke lain-lain itu supaya fleksibel. Padahal, nyatanya menurut saya ini tidak sehat,” katanya.

Pada kesempatan sama, Ekonom Bright Institute Awalil Rizky mengatakan, belanja lain-lain dan pembayaran bunga utang menjadi bagian dari belanja pemerintah pusat yang mendapatkan alokasi tinggi pada RAPBN 2025. Belanja pembayaran bunga utang tercatat dialokasikan sebesar Rp552,8 triliun.

“Jenis belanja pemerintah pusat terbesar adalah belanja lain-lain dan pembayaran bunga utang. RAPBN 2025 melanjutkan tren besarnya kedua jenis itu,” tuturnya.

Tags: Faisal BasriMetapos.idRAPBN
Previous Post

Rosan Roeslani Jemput Bola Tawarkan IKN ke Investor Singapura

Next Post

BI Utamakan Penguatan Rupiah di Kuartal IV 2024

Related Posts

Mulai September, Naik TransBandara Blok M–Soetta Bayar Rp15.000
Ekbis

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru Berlaku Mulai 1 Agustus 2026

1 August 2026
Momentum Pemulihan Menguat, EBITDA BUMA International Group Tumbuh pada 1H2026
Ekbis

Momentum Pemulihan Menguat, EBITDA BUMA International Group Tumbuh pada 1H2026

1 August 2026
BEI Luncurkan Green Equity Designation bagi Perusahaan Tercatat
Ekbis

BEI Luncurkan Green Equity Designation bagi Perusahaan Tercatat

31 July 2026
ASABRI Hadirkan Layanan Bernilai Tambah, Peserta Kini Nikmati Kemudahan Miliki Motor Yamaha
Ekbis

ASABRI Hadirkan Layanan Bernilai Tambah, Peserta Kini Nikmati Kemudahan Miliki Motor Yamaha

31 July 2026
Bukalapak Catat Adjusted EBITDA Positif Sepanjang Semester I 2026
Ekbis

Bukalapak Catat Adjusted EBITDA Positif Sepanjang Semester I 2026

30 July 2026
Kementerian ESDM menyebut proyek LNG Abadi Masela menjadi bukti pemerataan pembangunan dari Indonesia Timur sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Ekbis

LNG Abadi Masela Perkuat Ketahanan Energi dan Dorong Ekonomi Indonesia Timur

29 July 2026
Next Post
Festival Ekonomi Keuangan Digital 2022 di Bali, BI Klaim Terbesar di Dunia Setelah Pandemi

BI Utamakan Penguatan Rupiah di Kuartal IV 2024

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini