Metapos.id, Jakarta – PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk atau Tugu Insurance memaparkan kinerja keuangan tahun buku 2025 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 29 April 2026 di Jakarta. Perseroan mencatatkan performa solid baik secara konsolidasian maupun induk usaha.
Sepanjang 2025, Tugu Insurance telah mengimplementasikan standar akuntansi terbaru PSAK 117. Pendapatan jasa asuransi konsolidasian tercatat sebesar Rp9,11 triliun, meningkat dari Rp7,46 triliun pada tahun sebelumnya.
Sejalan dengan itu, hasil jasa asuransi juga mengalami peningkatan signifikan menjadi Rp1,02 triliun dari sebelumnya Rp736 miliar. Hal ini menunjukkan pertumbuhan bisnis yang konsisten di tengah dinamika industri.
Presiden Direktur Adi Pramana menyampaikan bahwa tingkat Risk Based Capital (RBC) Perseroan mencapai 410,90 persen. Angka tersebut jauh di atas ketentuan minimum Otoritas Jasa Keuangan sebesar 120 persen.
Dari sisi investasi, hasil investasi konsolidasian tercatat sebesar Rp723 miliar, meningkat dibandingkan Rp458 miliar pada tahun sebelumnya. Peningkatan ini mencerminkan strategi pengelolaan portofolio yang prudent dan adaptif.
Pada sisi neraca, Perseroan juga mencatat pertumbuhan yang sehat. Saldo kas konsolidasian mencapai Rp735 miliar, meningkat signifikan dari tahun sebelumnya.
Ekuitas konsolidasian turut meningkat menjadi Rp10,17 triliun. Hal ini mencerminkan penguatan struktur permodalan untuk mendukung pertumbuhan bisnis berkelanjutan.
Sebagai anak usaha PT Pertamina (Persero), Tugu Insurance juga mempertahankan peringkat keuangan yang positif. Perseroan menjaga Financial Strength Rating di level A- (Excellent).
Sepanjang 2025, laba tahun berjalan tercatat sebesar Rp762 miliar. Sementara laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk mencapai Rp711 miliar, meningkat dari tahun sebelumnya.
Dalam RUPST tersebut, Perseroan juga menetapkan perubahan susunan pengurus. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat tata kelola dan mendukung strategi pertumbuhan ke depan.







