Wednesday, July 15, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Berkas Baru Dalami Kematian Diplomat: Luka dan Sidik Jari yang Mengundang Teka-Teki”

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
28 November 2025
in Nasional
Berkas Baru Dalami Kematian Diplomat: Luka dan Sidik Jari yang Mengundang Teka-Teki”

Metapos.id,Jakarta– 28 November 2025 — Keluarga Arya Daru Pangayunan (ADP), diplomat Kementerian Luar Negeri yang meninggal dunia, kembali menyoroti sejumlah temuan baru yang menurut mereka menyisakan banyak pertanyaan dan belum dibuka ke publik secara transparan.

Luka-Lebam Terbaru dan Sidik Jari yang Membingungkan

BACA JUGA

Pelimpahan Kasus Febrie Adriansyah Dikritik, KPK Tegaskan Hormati Proses Hukum

TNI AL Siapkan Lanal Lampung Sambut Kedatangan Kapal Induk Giuseppe Garibaldi

Dalam pertemuan antara tim kuasa hukum keluarga dengan penyidik Polda Metro Jaya serta dokter forensik, diungkap bahwa ADP memiliki luka lebam di dada, pelipis, dan tengkuk — informasi yang sebelumnya tidak diumumkan. Sementara laporan awal hanya menyebut memar di lengan atas.

Lebih lanjut, pemeriksaan forensik terhadap lakban yang diduga menjadi barang bukti menunjukkan adanya empat sidik jari. Salah satu sidik jari teridentifikasi milik almarhum (kode 000391), sedangkan tiga lainnya — dengan kode 000392, 000393, dan 000394 — rusak dan tak dapat diidentifikasi. Kondisi ini menurut keluarga sangat sulit dijelaskan jika kematian hanyalah karena sebab pasif, dan justru membuka kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Potensi Kaitan dengan Tugas Diplomatik, Bukan Urusan Pribadi

Tim kuasa hukum menegaskan bahwa penyelidikan tidak boleh diperkecil hanya sebagai urusan pribadi semata — seperti fokus pada informasi bahwa ADP sempat check-in sebuah hotel bersama seorang wanita berinisial “V”. Sebaliknya, mereka meminta penyidik mengevaluasi kemungkinan bahwa kematian terkait tugas diplomatik ADP.

Dalam kapasitasnya di Direktorat Perlindungan WNI (PWNI), ADP disebut pernah menangani kasus sensitif — termasuk menjadi saksi dalam dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Jepang, serta menangani beberapa perkara melibatkan WNI di luar negeri. Karena itu, keluarga menduga kematian ADP bisa terhubung dengan risiko pekerjaannya, bukan urusan pribadi.

Permintaan untuk Naikkan Status Kasus dan Libatkan Forensik Independen

Untuk menjamin proses yang adil dan transparan, keluarga melalui kuasa hukumnya mendesak agar kasus segera dinaikkan ke tingkat penyidikan. Hal ini dinilai penting supaya penyidik bisa mengambil langkah tegas — seperti memeriksa saksi tambahan atau mencari bukti baru.

Selain itu, mereka meminta agar dilakukan gelar perkara dan pemeriksaan ulang oleh forensik independen untuk meninjau kembali luka-lebam dan kondisi sidik jari. Bila penyidik di Polda Metro Jaya tidak menunjukkan kemajuan, keluarga menyatakan siap meminta pengalihan penanganan ke Bareskrim Mabes Polri.

Mengapa Publik Harus Ikut Mengawasi

Kasus ini berpotensi menyentuh aspek serius seperti hak asasi manusia — jika benar ada kekerasan atau keterlibatan pihak ketiga. Apalagi, jika ada kaitan dengan tugas diplomatik ADP, maka hal ini bisa berdampak pada perlindungan WNI di luar negeri.

Keluarga dan kuasa hukumnya berharap agar seluruh fakta dibuka tanpa sensor — agar tidak hanya kematian ADP jelas, tetapi juga untuk menegakkan keadilan dan menghentikan kemungkinan bahaya terhadap diplomat lain di masa depan.

 

Tags: check-inDiplomatforensikmeninggalMetapos.id
Previous Post

4 RS di Papua Diduga Langgar Prosedur, Ibu Hamil dan Bayinya Meninggal

Next Post

TNI AL Amankan 2 Kapal Pengangkut Nikel Tujuan PT IMIP Morowali

Related Posts

Pelimpahan Kasus Febrie Adriansyah Dikritik, KPK Tegaskan Hormati Proses Hukum
Nasional

Pelimpahan Kasus Febrie Adriansyah Dikritik, KPK Tegaskan Hormati Proses Hukum

14 July 2026
AS Roma Buka Negosiasi dengan Manchester United demi Alejandro Garnacho
Nasional

TNI AL Siapkan Lanal Lampung Sambut Kedatangan Kapal Induk Giuseppe Garibaldi

14 July 2026
Pelaku Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Resmi Jadi Tersangka
Nasional

Pelaku Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Resmi Jadi Tersangka

14 July 2026
Setelah Kontroversi Penjual Es Teh, Gus Miftah Kini Disebut dalam Sidang Korupsi Proyek Kereta
Nasional

Setelah Kontroversi Penjual Es Teh, Gus Miftah Kini Disebut dalam Sidang Korupsi Proyek Kereta

14 July 2026
KPK Buka Suara soal Kasus Amplop Menhut Raja Juli Antoni, Bantah Dipengaruhi Politik
Nasional

KPK Buka Suara soal Kasus Amplop Menhut Raja Juli Antoni, Bantah Dipengaruhi Politik

14 July 2026
Catat! Magang Nasional 2026 Mulai Dibuka Pekan Ini, Kuota Capai 150 Ribu Peserta
Nasional

Catat! Magang Nasional 2026 Mulai Dibuka Pekan Ini, Kuota Capai 150 Ribu Peserta

14 July 2026
Next Post
TNI AL Amankan 2 Kapal Pengangkut Nikel Tujuan PT IMIP Morowali

TNI AL Amankan 2 Kapal Pengangkut Nikel Tujuan PT IMIP Morowali

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini