Metapos.id, Jakarta – Seorang siswa kelas 6 SD asal Boyolali, Jawa Tengah, Ibrahim Al Abrar, mencuri perhatian setelah berhasil menemukan celah keamanan pada salah satu domain publik milik Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA).
Kerentanan yang ditemukan Ibrahim berupa broken link hijacking, yakni kondisi ketika tautan yang sudah tidak aktif berpotensi dimanfaatkan pihak lain untuk tujuan yang tidak semestinya. Temuan tersebut kemudian dilaporkan melalui program Vulnerability Disclosure Policy (VDP) yang disediakan NASA.
Setelah melalui proses verifikasi selama hampir dua bulan, laporan Ibrahim dinyatakan valid. NASA pun memberikan surat apresiasi sebagai bentuk penghargaan atas kontribusinya dalam membantu meningkatkan keamanan sistem milik lembaga tersebut.
Minat Ibrahim terhadap dunia teknologi berawal dari kegemarannya bermain gim. Dengan dukungan orang tua, ia kemudian belajar membuat gim melalui coding secara mandiri sebelum akhirnya mendalami bidang keamanan siber lewat berbagai sumber belajar di internet, termasuk YouTube dan kecerdasan buatan (AI).
Ayah Ibrahim berharap pencapaian tersebut menjadi langkah awal bagi putranya untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang keamanan siber. Ia juga berharap sang anak suatu saat dapat mengikuti program bug bounty dan mewujudkan cita-citanya menjadi profesional di bidang cybersecurity.







