Tuesday, August 11, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Belajar Otodidak, Anak SD di Boyolali Sukses Temukan Kerentanan di Domain NASA

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
19 July 2026
in Nasional
Belajar Otodidak, Anak SD di Boyolali Sukses Temukan Kerentanan di Domain NASA

Metapos.id, Jakarta – Seorang siswa kelas 6 SD asal Boyolali, Jawa Tengah, Ibrahim Al Abrar, mencuri perhatian setelah berhasil menemukan celah keamanan pada salah satu domain publik milik Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA).

Kerentanan yang ditemukan Ibrahim berupa broken link hijacking, yakni kondisi ketika tautan yang sudah tidak aktif berpotensi dimanfaatkan pihak lain untuk tujuan yang tidak semestinya. Temuan tersebut kemudian dilaporkan melalui program Vulnerability Disclosure Policy (VDP) yang disediakan NASA.

BACA JUGA

Wacana Reshuffle Kabinet, Gerindra Tanggapi Usulan PKS Rekrut Profesional

Challenge Hafalan Al-Qur’an Berimbalan Miras di The Sounds Project Diselidiki Polisi

Setelah melalui proses verifikasi selama hampir dua bulan, laporan Ibrahim dinyatakan valid. NASA pun memberikan surat apresiasi sebagai bentuk penghargaan atas kontribusinya dalam membantu meningkatkan keamanan sistem milik lembaga tersebut.

Minat Ibrahim terhadap dunia teknologi berawal dari kegemarannya bermain gim. Dengan dukungan orang tua, ia kemudian belajar membuat gim melalui coding secara mandiri sebelum akhirnya mendalami bidang keamanan siber lewat berbagai sumber belajar di internet, termasuk YouTube dan kecerdasan buatan (AI).

Ayah Ibrahim berharap pencapaian tersebut menjadi langkah awal bagi putranya untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang keamanan siber. Ia juga berharap sang anak suatu saat dapat mengikuti program bug bounty dan mewujudkan cita-citanya menjadi profesional di bidang cybersecurity.

Tags: BoyolaliBug BountyCybersecurityIbrahim Al AbrarKeamanan siberMetapos.idNASATeknologi
Previous Post

Kualitas Hidup Terbaik! Ini Daftar 10 Kota Paling Layak Huni di Dunia 2026

Next Post

Catherine Wilson Tanggapi Isu Dijodohkan dengan Ruben Onsu, Singgung Kajian Bersama

Related Posts

Wacana Reshuffle Kabinet, Gerindra Tanggapi Usulan PKS Rekrut Profesional
Nasional

Wacana Reshuffle Kabinet, Gerindra Tanggapi Usulan PKS Rekrut Profesional

11 August 2026
Ilustrasi minuman keras
Nasional

Challenge Hafalan Al-Qur’an Berimbalan Miras di The Sounds Project Diselidiki Polisi

11 August 2026
Karhutla Terjadi di Berbagai Wilayah, DPR Desak Pemerintah Tingkatkan Penanganan
Nasional

Karhutla Terjadi di Berbagai Wilayah, DPR Desak Pemerintah Tingkatkan Penanganan

11 August 2026
MUI Beri Peringatan Jelang HUT RI, Busana Karnaval hingga Uang Lomba
Nasional

MUI Beri Peringatan Jelang HUT RI, Busana Karnaval hingga Uang Lomba

11 August 2026
aturan baru MBG
Nasional

BGN Tetapkan Batas Konsumsi MBG, Siswa Diminta Tak Bawa Makanan Pulang

11 August 2026
Wacana Pilkada Tanpa Wakil Mencuat, 4 Kepala Daerah Ini Pernah Konflik dengan Wakilnya
Nasional

Wacana Pilkada Tanpa Wakil Mencuat, 4 Kepala Daerah Ini Pernah Konflik dengan Wakilnya

11 August 2026
Next Post
Catherine Wilson Tanggapi Isu Dijodohkan dengan Ruben Onsu, Singgung Kajian Bersama

Catherine Wilson Tanggapi Isu Dijodohkan dengan Ruben Onsu, Singgung Kajian Bersama

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini