Sunday, May 10, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Banyak Tol Sepi Pengguna, Tarif Mahal dan Studi Kelayakan Jadi Sorotan

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
7 November 2025
in Ekbis
Banyak Tol Sepi Pengguna, Tarif Mahal dan Studi Kelayakan Jadi Sorotan

Metapos.id, Jakarta – Sejumlah ruas jalan tol di Indonesia menjadi sorotan karena tingkat lalu lintas yang rendah, meski sudah dioperasikan penuh. Tarif yang dinilai terlalu mahal serta minimnya konektivitas dengan jalur distribusi utama disebut menjadi penyebab utama sepinya pengguna.

 

BACA JUGA

Disertasi Doktoral Soroti Urgensi RUU Transfer Pricing untuk Perkuat Kepastian Hukum dan Penerimaan Negara

Pinjol RI Meledak ke Rp101 Triliun, OJK Ingatkan Risiko dan Pengawasan

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkapkan, berdasarkan realisasi tahun 2024, ada 21 ruas tol dengan volume kendaraan di bawah 50 persen dari target yang tercantum dalam Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT).

 

Direktur Eksekutif Pusat Kajian Infrastruktur Strategis (PUKIS), M. M. Gibran Sesunan, menilai akar masalah terletak pada perencanaan yang terlalu optimistis. Menurutnya, banyak studi kelayakan (feasibility study) dibuat tanpa memperhitungkan kondisi ekonomi dan kebiasaan mobilitas masyarakat secara realistis.

 

“Proyeksi lalu lintas sering kali dibuat terlalu tinggi. Ketika realisasi tak sesuai, operator kesulitan menutup biaya operasional, bahkan tak sedikit yang gagal memenuhi standar pelayanan minimum,” jelas Gibran.

 

Ia menambahkan, kebijakan tarif juga menjadi hambatan besar bagi pengguna. Sebagai contoh, tarif golongan 1 di Tol Manado–Bitung mencapai Rp 1.200 per kilometer, yang dinilai tidak efisien bagi transportasi logistik. Kondisi serupa juga terjadi di ruas Bengkulu–Taba Penanjung, Krian–Legundi–Bunder–Manyar, serta Kanci–Pejagan yang dilaporkan minim kendaraan.

 

Padahal, proyek-proyek tersebut awalnya dibangun dengan orientasi untuk memperkuat konektivitas logistik nasional. Namun, kenyataannya, banyak ruas tol belum memberikan dampak signifikan terhadap kelancaran distribusi barang maupun efisiensi ekonomi.

 

Kondisi ini menunjukkan lemahnya koordinasi dan pengawasan dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) di bawah Kementerian PU. Hingga kini belum ada langkah tegas untuk menurunkan tarif atau meninjau ulang model bisnis tol yang tidak menarik pengguna.

 

Jika situasi ini dibiarkan, rendahnya trafik di 21 ruas tol tersebut dapat menjadi ancaman terhadap pengembalian investasi dan memperlambat pembangunan tol baru di masa depan.

 

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pemerintah berupaya mengintegrasikan infrastruktur melalui koridor logistik nasional. Namun, para pakar menilai langkah itu belum menyentuh akar persoalan.

 

“Pembangunan tol yang tidak terhubung dengan kawasan industri, pelabuhan, atau pusat ekonomi hanya akan jadi infrastruktur yang tidak berfungsi optimal,” tutur Gibran.

 

Para pengamat mendesak pemerintah segera melakukan audit terhadap BPJT dan memperbaiki perencanaan proyek tol agar dana besar yang telah digelontorkan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi ekonomi nasional.

Tags: BPJTJalan tolMetapos.idTarif tolTol Sepi
Previous Post

Presiden Prabowo Lantik Komisi Percepatan Reformasi Polri, Dipimpin Jimly Asshiddiqie

Next Post

Terlalu Banyak Minum Air Putih Bisa Berbahaya, Ini Penjelasannya

Related Posts

Disertasi Doktoral Soroti Urgensi RUU Transfer Pricing untuk Perkuat Kepastian Hukum dan Penerimaan Negara
Ekbis

Disertasi Doktoral Soroti Urgensi RUU Transfer Pricing untuk Perkuat Kepastian Hukum dan Penerimaan Negara

6 May 2026
Pinjol RI Meledak ke Rp101 Triliun, OJK Ingatkan Risiko dan Pengawasan
Ekbis

Pinjol RI Meledak ke Rp101 Triliun, OJK Ingatkan Risiko dan Pengawasan

6 May 2026
Harga Bahan Pokok 6 Mei 2026 Fluktuatif, Cabai Turun Tajam Sementara Gula Naik
Ekbis

Harga Bahan Pokok 6 Mei 2026 Fluktuatif, Cabai Turun Tajam Sementara Gula Naik

6 May 2026
Pasar Modal Indonesia Gelar Donor Darah dan Edukasi Talasemia
Ekbis

Pasar Modal Indonesia Gelar Donor Darah dan Edukasi Talasemia

5 May 2026
Tips Menyiapkan Dana Pendidikan Anak di Tengah Kenaikan Biaya Sekolah
Ekbis

Tips Menyiapkan Dana Pendidikan Anak di Tengah Kenaikan Biaya Sekolah

5 May 2026
Transjakarta Blok M–Soetta Segera Beroperasi, Pramono Pastikan Tarif Terjangkau
Ekbis

SPBU Tak Jual Pertalite, Ini Penjelasan Pertamina Soal Status Signature

5 May 2026
Next Post
Terlalu Banyak Minum Air Putih Bisa Berbahaya, Ini Penjelasannya

Terlalu Banyak Minum Air Putih Bisa Berbahaya, Ini Penjelasannya

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini