Metapos.id, Jakarta – Zulkifli Hasan menyiapkan program pengolahan sampah menjadi sumber energi di TPST Bantargebang. Pemerintah menargetkan proyek tersebut mulai beroperasi pada tahun 2028.
Menurut Zulhas, pemerintah akan menggunakan teknologi insinerator modern untuk mendukung program tersebut. Teknologi ini sudah banyak diterapkan di sejumlah negara dalam menangani persoalan sampah perkotaan.
Di sisi lain, pemerintah ingin mengatasi tingginya volume sampah yang terus menumpuk di Bantargebang. Saat ini, kondisi tumpukan sampah di kawasan itu dinilai sudah cukup mengkhawatirkan.
“Yang ditumpuk itu sudah puluhan tahun. Tingginya bahkan seperti gedung belasan lantai,” ujar Zulhas saat menghadiri kegiatan car free day di Jakarta Selatan, Minggu (10/5/2026).
Karena itu, pemerintah mendorong penerapan konsep waste to energy sebagai solusi jangka panjang. Program tersebut diharapkan mampu mengurangi jumlah sampah sekaligus menghasilkan energi yang bermanfaat.
Selain membangun fasilitas pengolahan modern, Zulhas juga mengajak masyarakat mulai memilah sampah dari rumah masing-masing. Ia menilai langkah tersebut penting untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif.
Pemerintah turut meminta pusat perbelanjaan, restoran, hingga perkantoran ikut berperan dalam pengelolaan sampah. Dengan demikian, jumlah sampah yang dikirim ke tempat pembuangan akhir dapat ditekan.
“Kalau masyarakat mulai memilah sampah dari rumah, maka beban tempat pembuangan akhir bisa jauh berkurang,” katanya.
Sementara itu, Pemprov DKI Jakarta terus memperkuat program pengelolaan sampah berbasis teknologi modern. Pemerintah daerah juga berupaya mengurangi ketergantungan terhadap Bantargebang dalam beberapa tahun mendatang.






