Thursday, May 7, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

ASEAN Centre for Energy dan The Energy Foundation China Bersatu untuk Transisi Energi Bersih di Kawasan ASEAN

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
25 August 2023
in Ekbis
ASEAN Centre for Energy dan The Energy Foundation China Bersatu untuk Transisi Energi Bersih di Kawasan ASEAN

Jakarta,Metapos.id – The 3rd Annual ASEAN International Conference Energy
and Environment (AICEE) kembali digelar untuk ketiga kalinya, dengan tujuan
untuk mendorong kolaborasi di antara para akademisi, pembuat kebijakan, dan
pakar industri untuk mengatasi tantangan energi dan lingkungan di kawasan
ASEAN. AICEE ke-3 diselenggarakan oleh ASEAN Center for Energy (ACE) dan
diselenggarakan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)
Republik Indonesia.


Dengan tema ”Accelerating a Just, Secure and Resilient Energy Transition in
ASEAN through Innovation and Interconnectivity’, AICEE tahun ini memiliki arti penting karena diselenggarakan bertepatan dengan ASEAN Energy Business Forum (AEBF) dan ASEAN Ministers on Energy Meeting ke-41 (AMEM-41), menciptakan lingkungan yang sinergis bagi kolaborasi antar disiplin dan berbagai pihak di ASEAN.”

BACA JUGA

Disertasi Doktoral Soroti Urgensi RUU Transfer Pricing untuk Perkuat Kepastian Hukum dan Penerimaan Negara

Pinjol RI Meledak ke Rp101 Triliun, OJK Ingatkan Risiko dan Pengawasan


Inti dari konferensi ini adalah ASEAN Plan of Action for Energy Cooperation
(APAEC) Tahap II: 2021-2025, sebuah cetak biru regional untuk kerja sama energi
yang diimplementasikan oleh ACE. Merangkul transisi energi sebagai elemen
landasan untuk mencapai keamanan energi regional dan kelestarian lingkungan
adalah prinsip utama APAEC.


Dr. Zulfikar Yurnaidi, Manager ACE dan Chairman AICEE ke 3 menambahkan,
“Tema konferensi tahun ini mencerminkan komitmen kami untuk membangun jalur
energi yang berkelanjutan bagi ASEAN.”
Dengan lebih dari 150 abstrak yang masuk dan hampir 100 presentasi makalah,
konferensi AICEE tahun ini menjanjikan serangkaian topik yang mencerminkan
beraneka ragam sifat energi dan permasalahan lingkungan. Topik-topik tersebut antara lain:
● Transisi Energi dan Teknologi Baru yang Sedang Berkembang:
Membahas pergeseran dinamis menuju sumber energi berkelanjutan, insentif
kebijakan, dan peningkatan efisiensi energi.


● Interkoneksi: Keamanan dan Aksesibilitas: Membahas interkonektivitas
jaringan energi, keamanan siber dan fisik, serta mendorong kerja sama
regional.

● Keberlanjutan, Rekayasa, dan Infrastruktur: Mengeksplorasi praktik-praktik untuk mengurangi emisi,
mempromosikan energi terbarukan,
dan meningkatkan ketahanan iklim di berbagai sektor.


● Penetapan Harga Karbon dan Investasi Hijau: Menyoroti pentingnya
penetapan harga karbon dan mekanisme investasi hijau untuk beralih ke
teknologi rendah karbon.


● Energi dan Digitalisasi: Menelaah perpaduan antara energi dan teknologi
digital, termasuk IoT dan blockchain, untuk sistem energi yang efisien.


● Lingkungan,Kebijakan,dan Sosial Ekonomi: Menganalisis sifat
multidimensi dari transisi energi, mulai dari kebijakan dan tata kelola hingga
kerja sama internasional.


Mitra akademis dan institusi penyelenggara AICEE memainkan peran penting dalam kesuksesan konferensi ini. Universitas Pendidikan Nasional (UNDIKNAS) dan Universiti Teknologi Malaysia (UTM) sebagai tuan rumah bersama, menyumbangkan keahlian dan sumber daya.

Selain itu, mitra akademis, yaitu Universiti Teknologi Nasional (UNITEN) Malaysia, ASEAN Climate Change and Energy Project
(ACCEPT) II, Energy Research Institute (ERI), Chulalongkorn University, University
of Hawai’i, Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI), serta dukungan dari
National Energy Technology Center (ENTEC), Thailand, juga turut memberikan
masukan yang berharga.

Tags: AceAICEEMetapos.id
Previous Post

Peluncuran Inisiatif ‘AIA Sehat Untuk Negeri’Foto

Next Post

Agung Sedayu Membangun Fasilitas Taman Doa Di Pik2

Related Posts

Disertasi Doktoral Soroti Urgensi RUU Transfer Pricing untuk Perkuat Kepastian Hukum dan Penerimaan Negara
Ekbis

Disertasi Doktoral Soroti Urgensi RUU Transfer Pricing untuk Perkuat Kepastian Hukum dan Penerimaan Negara

6 May 2026
Pinjol RI Meledak ke Rp101 Triliun, OJK Ingatkan Risiko dan Pengawasan
Ekbis

Pinjol RI Meledak ke Rp101 Triliun, OJK Ingatkan Risiko dan Pengawasan

6 May 2026
Harga Bahan Pokok 6 Mei 2026 Fluktuatif, Cabai Turun Tajam Sementara Gula Naik
Ekbis

Harga Bahan Pokok 6 Mei 2026 Fluktuatif, Cabai Turun Tajam Sementara Gula Naik

6 May 2026
Pasar Modal Indonesia Gelar Donor Darah dan Edukasi Talasemia
Ekbis

Pasar Modal Indonesia Gelar Donor Darah dan Edukasi Talasemia

5 May 2026
Tips Menyiapkan Dana Pendidikan Anak di Tengah Kenaikan Biaya Sekolah
Ekbis

Tips Menyiapkan Dana Pendidikan Anak di Tengah Kenaikan Biaya Sekolah

5 May 2026
Transjakarta Blok M–Soetta Segera Beroperasi, Pramono Pastikan Tarif Terjangkau
Ekbis

SPBU Tak Jual Pertalite, Ini Penjelasan Pertamina Soal Status Signature

5 May 2026
Next Post
Agung Sedayu Membangun Fasilitas Taman Doa Di Pik2

Agung Sedayu Membangun Fasilitas Taman Doa Di Pik2

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini